-->

LBH Sebut Polrestabes Medan Masuk Angin Tangani Kasus Penganiayaan 2 Anggota Polri

HARIAN9 author photo
ACEH TAMIANG| H9
Kasus Kiki Handoko Sembiring yang telah ditetapkan tersangka penganiayaan terhadap 2 anggota Polri di lokasi hiburan malam oleh Polrestabes Medan beberapa minggu lalu mendapat sorotan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kota Medan.

Direktur LBH Medan Ismail Lubis SH MH kepada wartawan di Medan,Rabu (26/08/20) mengatakan "Dari awal kita sudah melihat jika penanganan kasus ini syarat keistimewaan. Dari awal juga tersangka sudah ditangguhkan karena alasan yang tidak berdasar dan terkesan mengada-ngada".

Mirisnya, Ismail juga tidak percaya yang bersangkutan (tersangka) sakit. "Kita curiga, jangan-jangan pihak Polrestabes Medan masuk angin dalam penanganan kasus ini. Untuk itu kita minta pihak Polrestabes harus profesional dan lebih tegas dan terbuka," ketusnya.

Walaupun keluarga dan tersangka sudah melakukan perdamaian dengan korban, LBH Medan meminta agar kasusnya tetap dilanjutkan dan diproses hingga tuntas ke persidangan.

"Perdamaian bukan alasan menghapuskan pemidanaan, karena ini bukan delik aduan. Perdamaian nantinya akan menjadi bahan pertimbangan bagi hakim untuk meringankan hukuman terdakwa dan biarkan hakim yang menilainya," ujarnya.

LBH berharap kasus ini jangan diistimewakan, karena banyak kasus masyarakat miskin yang sudah berdamai masih tetap dilanjutkan pihak kepolisian. "Untuk itu kita meminta Polrestabes Medan menjunjung tinggi asas equaliti before the law (persamaan di hadapan hukum)," jelasnya.

Tujuannya, lebih lanjut dikatakan Ismail, agar ke depan tidak menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum. "Kalau memang akan dihentikan karena alasan perdamaian, semua kasus yang ada perdamaiannya ya dihentikan juga," tuturnya.

Terpisah, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sumut sedang memproses sanksi terhadap Kiki Handoko Sembiring. Seperti diketahui Kiki Sembiring saat ini masih tercatat sebagai anggota DPRD Sumut dari PDIP periode 2019-2024.

"Untuk status PAW itu sekarang harus sanksinya dulu. Sanksi masih diproses di DPP PDIP. Kasus penganiayaan di Medan ini dapat perhatian khusus dari DPP," kata Ketua DPD PDIP Sumut Djarot Saiful Hidayat. (WM021)
Komentar Anda

Berita Terkini