-->

Masa Pandemi, BTPN Syariah Optimis untuk Memberi Nilai Positif

HARIAN9 author photo
MEDAN| H9
Sebagai bank yang fokus di ultra mikro, tak dapat dihindari, BTPN Syariah tentunya terdampak karena pandemi ini. Secara tidak langsung, mempengaruhi kinerja bank. Namun, perseroan tetap optimis dan adaptif dengan berbagai upaya untuk memberi nilai positif ditengah kondisi yang menantang.

Direktur Kepatuhan Yang Merangkap Sekretaris Perusahaan, BTPN Syariah, Arief Ismail mengatakan sebagai bank yang fokus melayani nasabah prasejahtera produktif langsung ketempat komunitas berada, dukungan bank di masa pandemi ini menjadi sangat penting mengingat mereka paling merasakan dampaknya. Membangun komunikasi yang intensif untuk memahami kebutuhan mereka menjadi aktifitas utama yang cukup menantang. 

“Kami mempelajari bahwa di masa pandemi ini mereka tidak hanya membutuhkan bantuan. Bantuan hanya membuat mereka survive dan  meringankan beban hidup, namun untuk bangkit kembali, pulih seperti sedia kala, mereka butuh  kepercayaan diri yang tinggi dan tentunya pembiayaan baru,”katanya, Jumat (28/8/2020).

Karenanya, BTPN Syariah selain melakukan program pelonggaran, tentunya harus teliti untuk memenuhi kebutuhan mereka. Sehingga komunikasi yang intensif menjadi jalan terbaik untuk memahami mereka. 

“Cara ini cukup efektif, meski dengan tetap menjalankan protokoler kesehatan. Komitmen yang sama juga berlaku terhadap seluruh karyawan yang  dikenal dengan sebutan #bankirpemberdaya,”katanya.

Pihaknya tetap menjaga agar #bankirpemberdaya tetap dapat menjalankan tugas dan tanggungjawab mereka dengan cara yang terbaik. Kesehatan serta keamanan mereka adalah prioritas utama. 

“Sedangkan soal hasil kinerja sampai dengan semester satu tahun 2020 pada akhir Juli lalu. Perseroan mencatatkan telah mengumpulkan Dana Pihak Ketiga Rp 9,46T, menyalurkan pembiayaan sebesar 8,74T, dengan menjaga Rasio pembiayaan bermasalah (Non Performing Financing/NPF) sebesar 1,8%,”ujarnya.

Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) masih kuat di posisi 42,3%. Rasio intermediasi (Financing to Deposit Ratio/FDR) mencapai 92%, Likuiditas Jangka Pendek dan Panjang (NSFR and LCR) di angka 190% dan 244%.

“Total aset tumbuh 10% menjadi Rp 15,27T, dan mencatatkan Laba bersih setelah pajak (NPAT) mencapai Rp  407M,” pungkasnya.(PP-04)
Komentar Anda

Berita Terkini