-->

Masyarakat Panai Hilir Unjuk Rasa di Depan Kantor Bupati Labuhanbatu

HARIAN9 author photo
LABUHANBATU | H9
Ratusan Masyarakat Desa Sei. penggantungan Kecamatan Panai Hilir yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Labuhanbatu ( GEMERLAB) dan Posko  Perjuangan Rakyat Sumatera Utara ( POSPERA-SUMUT) melakukan aksi unjuk rasa damai ke kantor Bupati Kabupaten Labuhanbatu, Senin (03/98/2020).


Koordinator lapangan Sae  Armansyah Hutasoit didampingi koordinator aksi Rizki  Yusuf Siregar,membagikan surat pernyataan yang dibagikan kepada Wartawan yang isinya, Kemerdekaan Indonesia sudah memasuki 75 tahun, namun hingga saat ini kemerdekaan yang diwariskan para pejuang kemerdekaan belum dirasakan Masyarakat Desa Sei.Penggantungan Kecamatan Panai Hilir Yakni Desa Pesisir Labuhanbatu.

Masyarakat setiap hari harus berjalan diatas lumpur baik ke Sekolah, ke  Masjid dan ke  Gereja dan mau kemanapun, penderitaan ini sudah kami rasakan berpuluh-puluh tahun lamanya, berkali-kali kami hanya sebagai objek untuk dibohongi dengan janji-janji manis para Pemimpin Kabupaten ini, namun kini kami telah tersadarkan bahwa kami harus bersuara.

Atas dasar penderitaan ini kami menyatakan, Menuntut Pemkab Labuhanbatu untuk segera merealisasikan pembangunan jalan lintas di Desa Sei.Penggantungan Kecamatan Panai Hilir, karena sudah puluhan tahun jalan ini tidak bisa dilalui kenderaan baik roda dua sekalipun apalagi roda empat,

Dalam orasi yang disampaikan pengunjuk rasa ini juga menyampaikan betapa rendahnya harga hasil bumi mereka seperti kelapa sawit, padi, jagung dan yang lainnya karena akses jalan ke Desa mereka tidak dapat dijangkau oleh jenis kenderaan apapun.

Dalam aksi damai ini Pihak Pemkab Labuhanbatu, menerima sepuluh orang perwakilan untuk melakukan pertemuan bersama, namun hasil pertemuan itu belum dapat di ketahui apa hasilnya sampai berita ini dikirimkan.

WD.016
Komentar Anda

Berita Terkini