-->

Peringatan 75 Tahun HUT RI, Membangun Kembali Imajinasi Pendiri Bangsa

harian9 author photo

JAKARTA| H9
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memaparkan langkah-langkahnya, dalam membangun kembali imajinasi tentang harapan pendiri bangsa Indonesia di masa datang.

Pertama-tama harus benar-benar memiliki ide imajinasi. Kemudian, dari ide tersebut harus dapat menerjemahkannya ke dalam kebijakan yang bisa diterapkan. Lalu harus dapat menerapkannya dan memiliki kepercayaan diri untuk mengimplementasikan hal tersebut sesuai atau mengikuti secara konsisten dari ide awal imajinasi kembali.

Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam acara Live Talkshow Jakarta Post dengan tema "Celebrating Indonesia's 75 Years of Resilience" dengan topik "Reimagining the Future of Indonesia's Economy" dalam format video conference pada Rabu (19/08). 

“Jadi, dalam hal ini kita sedang membayangkan atau melakukan reimajinasi, karena menurut saya seperti apa imajinasi Bapak pendiri kita tentang seperti apa Indonesia nanti setelah negara yang baru lahir tahun 1945 tapi sebenarnya sangat mulia dan masih sangat cocok dengan situasi yang kita alami. Kami ingin memiliki negara yang merdeka, kami memiliki negara yang benar-benar ingin menciptakan kemakmuran yang adil untuk semua, menjadi bangsa yang kami akan terus berkontribusi untuk apa yang kami sebut sebagai damai dan kemakmuran dunia berdasarkan kesetaraan dan sebenarnya itu adalah sesuatu yang kita semua rindukan dan perjuangkan. Itulah imajinasi yang harus kita ciptakan kembali,” ungkap Menkeu.

Bagi sebuah negara yang ingin menjadi negara yang hebat, pada dasarnya sumber daya manusia memiliki perananan penting karena perlu diingat bahwa tidak ada negara yang hebat tanpa orang-orang hebat. 

Jadi, dengan perbedaan yang ada antara dahulu dimana negara mungkin pada saat masih berpenduduk 60-70 juta dengan sekarang 267 juta tentunya memiliki tantangan yang jauh lebih besar serta membuka cukup banyak diskusi tentang peluang dan tantangan demografis.

“Membayangkan Indonesia di masa depan mustahil tanpa membayangkan akan seperti apa orang Indonesia saat itu di masa depan, dimana ada posisi, peran dan kita berbicara tentang kesejahteraan mereka, partisipasi mereka, produktivitas mereka, kemampuan mereka untuk menyesuaikan diri dengan masa depan dimana itu akan terus berubah,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa inti dari membayangkan kembali untuk masa depan adalah harus dengan benar-benar memikirkan solusi dari tantangan demografi  untuk Indonesia sebagai negara bagaimana cara untuk memberikan kesempatan yang sama dari anak-anak yang lahir untuk memiliki kesempatan yang sama, untuk mendapatkan pendidikan maupun fasilitas kesehatan yang berkualitas atau bahkan jaring pengaman sosial.

“Jadi, ini tiga hal yang paling penting dan kita ingin menggunakan tantangan dalam menghadapi pandemi Covid seperti saat ini untuk dijadikan momentum untuk mereformasi semua hal yang sangat penting bagi rakyat Indonesia. Bagaimana mereformasi pendidikan, reformasi jaring pengaman sosial yang menjadi dasar untuk membayangkan masa depan Indonesia bersama rakyat akan menjadi inti persamaan, kesempatan, kesetaraan pelayanan dasar bagi masyarakat Indonesia khususnya yang masih tertinggal akan menjadi hal yang perlu untuk dipikirkan bersama,” tutupnya. (Kemenkeu/wp.03)

(Foto: Kemenkeu)





Komentar Anda

Berita Terkini