-->

Sebagai Pemimpin Masa Depan Pemuda Tidak Boleh Mundur Untuk Mencintai Negeri

HARIAN9 author photo
TAPSEL| H9
Sebagai calon pemimpin masa depan, pemuda tidak boleh mundur untuk mencintai negeri ini dan pemuda harus memiliki jiwa nasionalisme, patriotisme serta jiwa idealisme yang kuat dan memiliki jiwa semangat.

Hal itu disampaikan Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Syahrul M Pasaribu, SH, saat menghadiri seminar kepemudaan dengan tema, ‘Revitaliasi Semangat Patriotisme, Nasionalisme dan Idealisme di Era Pandemi Covid-19’, yang digelar di Aula Sarasi II, Kantor Bupati Tapsel, Sipirok, Kamis (13/08/2020).

Acara seminar dengan narasumber Ketua Komisi Kejaksaan RI Dr. Barita Simanjuntak, SH.MH.CFrA, dihadiri Kepala Sekretariat Komisi Kejaksaan RI Tyas Widiarto, Wabup Tapsel Aswin Efendi Siregar, Ketua DPRD Tapsel Husin Sogot Simatupang, Kapolres Tapsel AKBP Roman Smaradhana Elhaj, Kajari Tapsel Ardian, Kasdim 0212/TS, Sekda Tapsel Parulian Nasution, para Asisten, Staf Ahli, pimpinan OPD, para Camat se-Tapsel, dan OKP se-Tapsel.

Lebih lanjut Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu, mengatakan, tema yang di angkat pada kegiatan ini merupakan makanan yang sering di jumpai pada saat di organisasi kepemudaan dulu, sehingga apa yang di sampaikan Ketua Komisi Kejaksaan RI nantinya bisa menjadi semangat baru untuk pemuda Tapsel.

Bupati juga mengatakan slogan yang dibacakan pada saat deklarasi Pemuda Indonesia tanggal 23 Juli 1973 yaitu denyut nadi bangsa ini adalah Pemuda dengan tag line yakni, pemuda, pembangunan dan masa depan satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan dan juga merupakan nafas perjuangan pemuda.

“ Dengan makna dan peran strategis pemuda sebagai pemilik masa depan, kiranya agar masa depan bangsa lebih baik dari saat ini. Apalagi waktu saya menjadi anggota DPRD Sumut muncul marga Simanjuntak yang merupakan pemimpin tokoh pergerakan Sumatera Utara dan Aceh, “ jelas Ketua KNPI Medan pada tahun 1986 itu.

Sedangkan Ketua Komisi Kejaksaan RI Dr. Barita Simanjuntak, SH.MH.CFrA yang menjadi narasumber pada talk show pemuda Tapsel itu mengatakan, jangan pernah berfikir mengurus pemuda dan mahasiswa itu sia-sia, karena itu tidak sekarang hasilnya tapi di masa yang akan datang itulah perlunya idealisme dan patriotisme.

“ Karena dari organisasi, saya dan Bupati Tapsel bisa berdiri disini, dengan prinsip bukan kita yang menentukan tapi kinerja dan integritas, serta dengan belajar dari pengalaman Bapak Bupati Syahrul. Memang itu semua tidak datang dengan cepat, semua butuh proses dan kesabaran, begitu juga dengan jabatan saya saat ini yang menunggu sampai 15 tahun, “ katanya.

Barita Simanjuntak juga bangga terhadap kemampuan berpolitik dari Bupati Tapsel, bisa menguasai dari seluruh sector dan ia mengaku kalau ia bagian dari masa lalu dan pemuda saat ini yang akan menjadi bagian dari masa depan.

“ Saya berdiri menjadi Ketua Komisi Kejaksaan RI tidak memiliki penyokong dari belakang, saya berusaha sendiri, kapan momen itu ada kita tidak tahu, dengan demikian pemuda dan mahasiswa harus siap kapan momen itu datang. Selama ada Komisi Kejaksaan, baru saya Ketua Komisi Kejaksaan RI yang bukan dari Jaksa, “ ucapnya.

Lebih lanjut Barita Simanjuntak menjelaskan bahwa idealisme bukan yang bisa di buat diskusi atau percobaan tetapi bagaimana mengimplementasikan idealisme itu sendiri. Seperti lebih baik satu tindakan idealisme dari pada seribu percakapan tentang idealisme.

Ia juga bisa mengimplementasikan idealisme dalam bentuk nyata dan kongkrit. Begitu juga dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan, itu juga merupakan wujud patriotisme, nasionalisme dan idealisme pemuda.

“ Oleh karena itu, kita harus bangga memilki Bupati seperti ini, karena selama ia memimpin Tapsel sudah 6 kali mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) non paragraf secara berturut-turut, serta mendapatkan peringkat ketiga dari 514 Kabupaten/Kota di Indonesia dalam penghargaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan berupa ’Paritrana Award 2019’. (WD.014)

Komentar Anda

Berita Terkini