-->

SRO, BEI dan OJK Soft Launching Sistem e-IPO

HARIAN9 author photo
MEDAN| H9
BEI  bersama  OJK  dan SRO  telah  mengimplementasikan  serangkaian  kebijakan  untuk memitigasi  dampak  pandemi  COVID-19  di  lingkungan Pasar  Modal Indonesia  diantaranya Kebijakan untuk Emiten dan Perusahaan Publik, Kebijakan untuk mendukung kelangsungan Operasional Perdagangan BEI, Kebijakan pelaksanaan Work from Home bagi stakeholders Pasar Modal dan Kebijakan mengenai On-SiteAudit  Protokol.  

BEI  bersama  dengan  OJK  dan  SRO  pada  hari  ini  (10/8/2020)  telah  melakukan soft launching Sistem Electronic Indonesia Public Offering (e-IPO) atau sarana yang dapat membantu proses Penawaran Umum Perdana agar menjadi lebih efisien, efektif, dan transparan melalui pendekatan sistem. 

Sekretaris Perusahaan KPEI, Reynant Hadi mengatakan melalui Kepala BEI Sumut, Pintor Nasution bahwa sistem  ini  diharapkan  dapat meningkatkan kemudahan  akses  investor  untuk  berpartisipasi  dalam  Pasar Perdana  baik  mulai  dari  tahap  pembentukan  harga  sampai  Penawaran  Umum,  serta  meningkatkan kepercayaan investor terhadap proses Penawaran Umum dan harga Initial Public Offering (IPO).

"Dengan adanya e-IPO, investor yang ingin membeli saham IPO dapat langsung mengakses situs https://www.e-ipo.co.idatau  melalui  Partisipan  Sistem  e-IPO  yang  telah  terdaftar,"ujarnya.

Diharapkan  investor dapat berpartisipasi dengan mudah dalam seluruh Penawaran Umum.Selain itu BEI juga meluncurkan IDX Virtual Trading, yaitu perangkat dan alat simulasi trading sebagai sarana  edukasi  yang dapat digunakan oleh calon investor sebelum menjadi investor, serta untuk meningkatkan jumlah investor di Pasar Modal yang merata di semua wilayah di Indonesia.

Pada kesempatan ini juga BEI meluncurkan indeks baru yakni Indeks IDX  Quality 30 yaitu indeks yang berbasis faktor kualitas fundamental perusahaan.

Indeks IDX Quality30 diharapkan dapat digunakan oleh investor sebagai panduan untuk berinvestasi, dan sebagai landasan acuan bagi penyusunan produk-produk pasar modal lainnya, seperti Reksa Dana, ETF, serta produk-produk derivatif lainnya.

Kliring Penjaminan Efek IndonesiaSehubungan dengan peran PT  Kliring  Penjaminan Efek Indonesia  (KPEI)  sebagai Lembaga Kliring dan Penjaminan, hingga akhir Juli 2020, nilai rata-rata efisiensi  penyelesaian  dari  mekanisme  kliring  secara netting untuk Transaksi Bursa mencapai 52,52%, sedangkan rata-rata efisiensi dari sisi volume mencapai 58,39%. 

Hal ini mengalami peningkatan dibanding tahun 2019 yang mana rata-rata efisiensi penyelesaian dan efisiensi volume sebesar 48,84% dan 56,54%. Untuk pengelolaan risiko penyelesaian Transaksi Bursa, KPEI mengelola Agunan milik Anggota Kliringdengan nilai mencapai Rp18,76 triliun. 
Adapun sumber keuangan untuk Penjaminan Penyelesaian Transaksi Bursa,  yaitu Cadangan Jaminan dan Dana Jaminan telah mencapai Rp158,37 miliar dan Rp5,31 triliun mengalami peningkatan dari nilai sebelumnya masing-masing sebesar Rp153,15 miliardan Rp5,01 triliun di tahun 2019.

Untuk peningkatan kapasitas organisasi, KPEI berhasil melakukan renewalsertifikasi Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) ISO 27001:2013 untuk ruang lingkup seluruh divisi dan unit di KPEI serta penambahan New  Data  Centredan berhasil meraih sertifikat Sistem  Manajemen  Kelangsungan  Usaha (Business Continuity Management System/BCMS) ISO 22301:2012. 

Guna mendukung perluasan peran Lembaga Kliring dan Penjaminan dalam transaksi pasar keuangan, BEI selaku Pemegang Saham KPEI melakukan peningkatan Modal Ditempatkan/Disetor KPEI dari semula Rp165 miliar menjadi Rp200 miliar.   

Selain memenuhi persyaratan melalui peningkatan modal setor/ ditempatkan, KPEI juga telah melengkapi persyaratan-persyaratan  lainnya dan telah mengajukan permohonan persetujuan prinsip kepada  Bank Indonesia untuk menjadi lembaga Central Counterparty (CCP) bagi transaksi Derivatif SBNT-OTC di Indonesia. 

Saat ini masih dalam proses menunggu keputusan dari Bank Indonesia. KPEI juga telah meluncurkan layanan aplikasi m-CLEARS, sebuah  aplikasi berbasis mobile dengan platformAndroid dan iOS untuk kebutuhan Anggota Kliring dalam memperoleh informasi yang mudah, cepat, dan akurat atas layanan kliring dan penjaminan penyelesaian transaksi Bursa. 

Bersama  BEI  dan  KSEI,  melalui  koordinasi  dengan  OJK,  KPEI  telah  menetapkan  serangkaian  stimulus yang diberikan kepada stakeholderspasar modal, dengan menerapkan relaksasi atas Dana Jaminan yaitu dengan  memberikan  keringanan  atas  kutipan  setoran  Dana  Jaminan  kepada  Anggota  Kliring.

Kebijakan ini berlaku 6 (enam) bulan terhitung dari 18 Juni  sampai  dengan  17 Desember  2020. Disamping itu ditetapkan juga  kebijakan  relaksasi penyesuaian nilai haircut saham untuk perhitungan agunan dan Modal Kerja Bersih Disesuaikan setiap Anggota Kliring. (rel/pp-04)

Komentar Anda

Berita Terkini