-->

Terduga Pelaku Investasi Bodong CV. JMM Ditangkap di Riau

HARIAN9 author photo
PALAS| H9
Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Padang Lawas (Palas) berhasil mengamankan terduga pelaku Investasi Bodong dengan cara menanamkan investasi kepada CV. JMM, Kamis (30/7/2020). Pelaku, yang diduga membawa kabur uang korban senilai ratusan Juta rupiah, ditangkap di kediamannya Kabupaten Kampar yang berada di Provinsi Riau.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Palas, AKBP Jarot Yusviq Andito. SIK melalui Kasat Reskrim, Iptu Aman Putra Bangunsyah SH Kepada awak Media di di ruang kerjanya, Rabu (5/8/2020) mengatakan, sedikitnya ada sekitar 21 kepala keluarga warga Pujakesuma Kabupaten Palas yang jadi korban investasi bodong sapi perah.

Kerugian para korban yang ikut investasi bodong CV JMM diperkirakan mencapai 1 miliar rupiah,” ungkap Aman.

Lanjut Aman, berdasarkan laporan polisi No : LP/II/2020/SU/Palas/SPKT tertanggal 19 Februari 2020, Satreskim Polres Palas melakukan penyelidikan dan selanjutnya berhasil menangkap tersangka RRM (26).

"Benar pelaku sudah ditangkap, saat ini masih diproses di Mapolres Palas untuk dimintai keterangan," kata Kasat Reskrim.

Aman menjelaskan, tak ada aktivitas yang berarti saat penangkapan terduga pelaku dikediamannya yang bernama RRM (26) merupakan warga dari Jalan Pepaya, Kelurahan Mukti Sah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

"Jadi mereka hanya berada di kos-kosan itu dan kami tangkap. Tak ada aktivitas apa pun yang mereka kerjakan saat kami amankan," jelas Paridal.

Kasat Reskrim Iptu Aman Putra Bangunsyah SH menuturkan, penangkapan seorang terduga pelaku invesatasi bodong ini dilakukan pada Kamis (30/7/2020) di kediamannya di wilayah Provinsi Riau, Kabupaten Kampar.

Saat ini tersangka RRM sudah berada sel tahanan Mapolres Palas untuk tidak lanjut pemeriksaan,” kata Kasat Reskrim

Tersangka RRM dijerat Pasal 378 – 372 Sub -55 KUHPidana dengan ancaman 5 tahun kurungan penjara.

Aman menambahkan  Pelaku penipuan dan penggelapan yang dilakukan RRM terhadap korban Girin terjadi pada 15 Ferbuari 2020 sekira pukul 21.00 di Desa Pir Trans Sosa II A, Kecamatan Hutaraja Tinggi, Kabupaten Palas.

Pelaku RRM dengan Modus operandinya,  menawarkan kepada korban untuk menanamkan modal investasi di CV Jaya Manunggal Mandiri yang bergerak di bidang sapi perah yang berlokasi di daerah Ponorogo, Jawa Timur.

Keuntungan profit untuk setiap penanaman modal 1 paket sebesar Rp 19 juta dengan memperoleh keuntungan sebesar Rp 2.250.000 setiap bulannya. Itulah yang dijanjikan pelaku untuk korban Girin.

Dengan bujuk rayu disertai iming iming keuntungan yang menggiurkan dari Pelaku, korban Girin akirnya ikut dan mau menanamkan investasi dengan mengambil 6 paket senilai Rp 114 juta

Uang tersebut dikirimkan korban melalui via BRI Link ke Nomor Rekening 641301025506534 atas nama pelaku RRM.

Setelah korban mengirim uang paket tersebut, terduga pelaku RRM kemudian  menerbitkan surat penjanjian kerjasama kemitraan antara CV Jaya Manunggal Mandiri yang beralamat di Kabupaten Kampar Provinsi Riau yang ditandatangani Direktur CV JMM, Andi Prasetio.

Dibulan pertama setelah terbit surat perjanjian kerjasama kemitraan, korban Girin sempat menerima keuntungan sebesar Rp 13.800.000, namun untuk bulan berikutnya hingga sampai sekarang, korban tak pernah lagi menerima keuntungan seperti yang dijanjikan pelaku. Sebut. Kasat Reskrim Polres Palas.

Dari rangkaian kejadian tersebut, pihak berwajib (kepolisian) melakukan penyelidikan dan pengecekan terkait CV. JMM melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, (DPMPTSP) Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, menyatakan bahwa perizinan CV JMM tidak terdaftar jenis usahanya di Dinas PMPTSP ataupun dari Lembaga OSS. Sehingga dapat dikategorikan bahwa CV JMM tersebut tidak ada dan hanya merupakan ‘perusahaan bodong’ dan bila ada korban yang ikut menanamkan investasi jelas dirugikan. Pungkas Kasat Reskrim Polres Palas, Iptu Aman Putra Bangunsyah SH

Sebelumnya, salah satu korban investasi bodong, Hermawan warga dari Pir Trans Unit 3A, Kecamatan Hutaraja Tinggi, Selasa (4/8/2020) mengakui sangat percaya dikarenakan yang menyampaikan tentang investasi ini merupakan seorang ustadz dan sebagian keuntungannya akan disedehkahkan kepada anak yatim.

“Awalnya kami (Korban-Red) diminta untuk membeli paket dengan harga 17 juta rupiah, dengan catatan kami diberi keuntungan dari investasi ini dengan istilah provit sebesar Rp 2.250.000 perbulannya.

Namun, harga paketnya naik menjadi 19 juta rupiah dan setiap orang diperbolehkan mengambil lebih dari satu paket,” kata Hermawan.

Karena merasa tergiur dengan keuntungan yang dijanjikan sebesar Rp 2.250.000 per paketnya, maka diantara kami ada mengambil sampai diatas 5 paket.

“Bahkan ada yang sampai menggadaikan kebun kelapa sawit untuk mengambil paket lebih dari satu. Dengan harapan mendapat keuntungan dari menanam investasi ini sekaligus beramal,” beber Hermawan.

Belakangan apa yang menjadi kesepakatan antara penanam saham dengan pihak perusahaan CV JMM tidak membayar keuntungan. Profit dengan berbagai alasan yang disampaikan oleh pihak perusahaan.

“Berbagai upaya telah kami lakukan untuk meminta penjelasan terkait investasi yang kami sudah tanamkan di CV JMM. Sampai saat ini pihak perusahaan terus mengelak dan terkesan cuci tangan.

"Karena kami merasa dirugikan dan merasa tertipu oleh perusahaan CV JMM. akhirnya kami membuat pengaduan kepada pihak Polres Padang Lawas agar kasus ini dapat diproses secara hukum,” tutur. Hermawan sambil mengakhiri ucapannya.

Pantauan Harian9.com, sejak ditangkap, petugas kepolisian masih memintai keterangan terduga pelaku. (WD41)
Komentar Anda

Berita Terkini