-->

Wabup Hadiri Program Desa Binaan USU

HARIAN9 author photo
PALAS| H9
Program Desa Binaan Universitas Sumatera Utara (USU) membawa dampak signifikan bagi perkembangan kesejahteraan dan kebutuhan masyarakat. Salah satunya di Desa Sayur Matua dan Desa Sayur Mahincat, Kecamatan Aek Nabara Barumun, Kabupaten Padang Lawas (Palas).

Melalui Klaster Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU), salah satunya Penerapan Teknologi Tepat Guna dan Tenaga Surya,  Pada Aktifitas Usaha Masyarakat" di desa itu kian berkembang.

Bantuan alat serta pe­latihan manajemen keuangan dan pemasaran yang di­be­rikan Tim Lembaga Pengabdian Pada Masya­ra­kat (LPPM) berdampak positif bagi usaha mikro kecil dan menengah.

Program pengembangan yang dibantu adalah, Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna dan Tenaga Surya,  Pada Aktifitas Usaha Masyarakat didesa Sayur Matua dan desa Sayur Mahincat, Kecamatan Aek Nabara Barumun, Kabupaten Palas. Kedua Pemdes menjalin kerjasama dalam satu tahun kedepan yakni 1. di bidang sistem penyiraman tanaman otomatis tenaga surya pada perkebunan dan budidaya., 2. Green hause.

Selanjutnya, 3. dibidang pembuatan kompos dari kotoran hewan dan sampah organik, 4. Alat pemberian pakan ikan otomatis, 5. Penyiang gulma dan penggembur tanah., 6. Perangkap hama. 7. Sistem pengelolaan air., 8. Analisis unsur harga tanah adat., 9. Pengembangbiakan BSF (lalat tentara hitam) sebagai alternative untuk ternak., dan ke 10. Penyulingan minyak atsiri skala rumah tangga.

Program binaan ini langsung menyentuh kebutuhan masyarakat desa sehingga membawa kebermanfaatan secara nyata. sehingga kesehatan lingkungan sekitar tetap terjaga.

Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Padang Lawas (Palas) saat menghadiri Program Desa Binaan Universitas Sumatera Utara (USU) bersama Akademisi USU dalam sambutannya  mengatakan, Akibat pandemi Covid-19 ini, Diseluruh dunia ini telah membuat pertumbuhan ekonomi semua minus, yang positif hanya satu pertanian, oleh karena itu ternyata, pertanian perkebunan ini tidak berimbas oleh Covid-19, seyogianya kabupaten padang lawas di masa covid19 ini kita masih biasa saja, aktifitas masih berlangsung seperti biasanya.

Ketika kita lihat lewat jalan darat masyarakat masih menjemur padi  mampu beraktifitas dengan naiknya pertumbuhan ekanomi. Dalam satu minggu ini naik terus,  berarti ekonomi dipalas masih terkendali. Kata Zarnawi.

Namun, secara agro kabupaten padang lawas yang luasnya 4.222, 96 kilometer persegi, Ini kalau kita bagi 60 persennya adalah hutan, hutan produksi terbatas dan juga hutan induk.

Hanya 40 persenlah wilayah tanah kabupaten palas ini yang bisa kita manfaatkan untuk usaha, untuk masyarakat 296933 jiwa, yang pernah saya bagi hal ini, kita bagi tanah yang 40 persen ini kepada seluruh masyarakat, hanya memiliki bagian setengah hektar perorang, besok dan lusa seterusnya pertambahan penduduk semakin pesat. Sebut Wabup.

Sementara tanah sudah terkunci, penduduk terus semakin bertambah kebutuhan kita terhadap tanah tentu meningkat secara ekonomi, lalu mengatasinya hanya satu dengan beternak dilokasi, dulu kalau kita mau beternak harus memiliki lokasi yang beratus hekter dan seluas luasnya.

Satu hektar tanah kita dengan inovasi bisa hasilnya lebih banyak dari pada puluhan hektar,Tentu dengan sentuhan akademisi, inilah kehadiran bapak-bapak dan ibu disini, bagaimana tanah yang 1/2 Ha itu bisa untuk mengelolahnya, berdaya guna tentu harus dengan sentuhan akademisi, contohnya untuk cara pemupukan, kwalitas unsur tanah apa yang cocok di tanami. Dilokadi tanah tersebut. Ujar Zarnawi.

Atas nama pemerintah daerah kami mengucapkan terimakasih dan sangat mendukung program ini, dan akan ditindak lanjuti secara birokrasi antara pemerintah daerah kabupaten padang lawas dengan  universitan sumatera utara. Tutur Wabup

Selain itu, Diminta teman-teman dari USU yang ada di pertanian hadir disana untuk berbagai sektor-sektor yang lain, dalam meningkatkan inovasi-inovasi kedepan, karena ini adalah salah satu inovasi yang disampaikan, pengabdian kepada masyarakat. dan tim menyurvei dan mentabulasi aneka kebutuhan pengembangan usaha dimaksud diatas. Pintanya.

“Kami melihat usaha ini berpotensi untuk berkembang, namun karena keterbatasan alat dan tempat, usaha ini terkesan stagnan,” Sambungnya.

Berdasarkan hal itu, LPPM kemudian merenovasi tempat usaha pengolahan daging ayam, mendatangkan alat penggorengan ayam yang lebih modern, merenovasi asbes dan lantai tempat usaha sampai menyediakan banner.

Sehingga kedepannya Kalau tahun ini dua desa, di tahun depan harus delapan desa, kenapa daerah Aek Nabara atau eks Barumun Tengah ini dari jaman dahulu terkenal dengan ternaknya Kemudian eks Sosa terkenal dengan perkebunannya, Barumun terkenal dengan pertaniannya dan Sosopan terkenal dengan holtikulturanya, serasa berada dan menyerupai di brastagi lokasi padang lawas kita ini. Beber Zarnawi.

Jadi, ketika KKN USU nanti datang lagi dari dua desa tersebut kiranya akan bertambah inovasi kedepan ada di eks Barumun Tengah, Sosa, Barumun dan Sosopan harus siap dengan kedatangan KKN USU itu nantinya disambut secara besar2an di kabupaten, dan harus dipersiapkan apa yang dibutuhkan mereka.

Bila perlu yang empat (4) zona tersebut harus ada dua desa setiap zona, sehingga kerja sama antara usu dan setuhan lembut dari akademisi, inilah satu satunya, karena kita tidak perlu membangun dan membeli tanah 1 hektar untuk kebutuhan tersebut, jika sudah disentuh tangan oleh akademisi, setengah hektar itu akan jauh lebih bermanfaat. Ungkap wabup.

Nah, sehingga perkembangan teknologi ini bisa berdaya dampak terhadap income,0 kemasukan pertumbuhan ekonomi didesa dibawah kepemimpinan kepala desa.

"Berkat Program Desa Binaan USU, sebuah desa yang terpencil dan tertinggal mampu memiliki daya saing dengan daerah lainnya, masyarakat lebih sejahtera karena usaha UMKM menjadi lebih baik dan kesehatan ma­syarakat lebih terjaga dengan kemudahan akses yang diciptakan dan dibangun untuk mensejahterahkan masyarakat," Pungkas Wabup.(WD41)
Komentar Anda

Berita Terkini