-->

BPA Palas Kembali Gelar Pelatihan Markobar Adat, Lestarikan Budaya Daerah

HARIAN9 author photo
PALAS| H9
Badan Pemangku Adat (BPA) Kabupaten Padang Lawas, kembali menggelar pelatihan markobar adat dengan tujuan melestarikan budaya dan menanamkan nilai–nilai norma tentang adat istiadat daerah, Sabtu (19/09/2020) di Aula Hotel Syamsiah, Jalan Untung Surapati, Lingkungan III, Banjar Raja, Kelurahan Pasar Sibuhuan, Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang Lawas (Palas), Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Hadir dalam kegiatan pelatihan Markobar Adat tersebut, Ketua BPA Kabupaten Palas Sutan Parlindungan Hasibuan, Sekretaris Raja Sulung Hasibuan, Darwin Hasibuan serta sejumlah pengurus pemangku adat dan peserta serta undangan lainnya..

Pelatihan dan sidang adat tersebut diikuti 50 peserta dari utusan Luhat dan Naposo Bulung Kabupaten Palas, Provinsi Sumatera Utara yang merupakan utusan dari masing-masing Luhat dan desa. di Aula hotel tersebut.

Adapun pelatihan yang dilaksanakan berkaitan tentang tata cara sidang adat, tutur poda sampai paho patik, paho uhum, paho ugari dan paho ujaran serta mengulas norma-norma hukum yang ada tentang budaya dan adat istiadat daerah yang kental di tengah masyarakat.

Kadis Pendidikan Hj Rosiwati Suryani Pulungan didampingi Kabid Kebudayaan, Nur Azizah Nasution mengharapkan, dengan adanya pelatihan Markobar adat ini sebagai bentuk mengasah wawasan tentang pemahaman adat istiadat daerah bagi kawula muda sebagai regenerasi penerus yang akan mewarisi tentang adat istiadat budaya daerah nantinya.

"Momen ini dapat menjadi motivasi bagi peserta untuk terus berlatih dengan baik sehingga kualitas markobar ini semakin eksis dalam rangka melestarikan kebudayaan adat istiadat daerah kabupaten Palas kedepan,” kata Nur Azizah.

Sebelumnya, Ketua Badan Pemangku Adat (BPA) Kabupaten Palas, Sutan Parlindungan Hasibuan berharap, peserta dapat mengimplementasikan budaya tentang adat daerah kepada masyarakat di Luhat dan desa masing-masing.

Utusan luhat dan naposo bulung yang hadir sebagai peserta hari ini sebagai penyambung lidah untuk mengajari masyarakat tentang cara Markobar adat sesuai ketentuan adat budaya daerah,“ harap Sutan.

Sementara itu Narasumber Raja Sulung mengatakan kegiatan markobar adat memaparkan, pelatihan Markobar adat dapat meningkatkan pemahaman tentang adat budaya kita yang tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari.

Dari itulah, mari kita lebih mendalami pemahaman adat budaya sehingga pemerintah mengadakan pelatihan markobar adat bagi masyarakat untuk lebih mengenal dan mewarisi adat budaya daerah yang terus dilestarikan ditengah kehidupan bermasyarakat khusus Kabupaten Palas,” timpalnya.

Karena Markobar adat itu, kata dia, tidak terlepas dari kehidupan di daerah Kabupaten Palas dan kehidupan sehari-hari di lingkungan masyarakat.

Raja Sulung, Raja Sahnan Hasibuan dan Darwin Hasibuan sebagai narasumber berpesan, peserta yang mengikuti pelatihan Markobar adat dapat menanamkan, sekaligus mewarisi ke generasi muda di daerah ini dalam melestarikan budaya bangsa dengan mengedepankan nilai kearifan lokal dalam mewujudkan pemahaman bagi masyarakat tentang adat budaya. pesannya.

Ketiga narasumber yang diwakili Luhat menambahkan, Markobar adat ini untuk melestarikan kebudayaan dan menanamkan nilai adat dan kebudayaan kepada masyarakat Palas dengan berpatokan pada Dalihan Natolu (Kahanggi, Anak Boru dan Mora).

Kegiatan mengusung tema Hata Pasahat Sere atau mengantar mahar mas kawin dari calon mempelai pria kerumah calon perempuan, runtutan prosesi adat dalam proses mengantar pinangan ke mempelai perempuan.

Selain itu, markobar adat ini juga sebagai bentuk melesatarikan budaya sesuai Visi Misi Kabupaten Palas Bercahaya. Pungkasnya. (WD41)
Komentar Anda

Berita Terkini