-->

Kakek Asal Tanjungmorawa Bunuh Diri Di Kusen Kamarnya

HARIAN9 author photo
DELI SERDANG|H9
Seorang kakek berusia 64 tahun, warga Kecamatan Tanjungmorawa, memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri dengan seutas tali di kamar rumahnya, Sabtu (5/9/2020), pukul 11.00 WIB.

Korban pertama kali ditemukan cucunya, Novi Anggraini (22). "Cucu korban, pukul 10.30 WIB di dapur sedang mencuci piring. Setelah mencuci piring, dia menyapu menyapu lantai, tapi sapunya tak terlihat," kata Kapolsek Tanjungmorawa, AKP Sawangin kepada wartawan. 

Sebelumnya, sambung Sawangin, Novi Anggraini masih sempat melihat kakeknya itu memegang sapu. Jadi, dia pun mencari kakeknya. Celingak-celinguk, dia tak menemukan korban. Novi memanggil-manggilnya, namun tak ada sahutan. Novi bergegas ke kamar korban. Kreekkkk! Pintu kamar terbuka, Novi langsung terhenyak melihat tubuh kakeknya sudah tergantung dengan seutas tali rafia sepanjang 3 meter yang digantungkan di kusen kamar korban. 

Seketika itu, Novi berteriak dan langsung berlari memberitahukan kejadian itu kepada Sugiman (58), ipar korban, pekerja bengkel bubut. Mendapat laporan itu, Sugiman mengajak Panji (31), cucu korban, dan M Yusuf (47), menantu korban, untuk memeriksa kondisi korban.

Mereka masuk ke kamar, dan menemukan korban sudah dalam kondisi lemas tergantung. Tak tega melihat itu, M Yusuf memotong tali rafia dan menurunkan korban ke tempat tidur. Namun, korban telah meninggal dunia.

Pukul 11.00 WIB, keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke pemerintahan desa setempat, diteruskan ke polisi. Pukul 12.25 WIB, personel Polsek Tanjungmorawa dan Tim Inafis Polresta Deliserdang, tiba di lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan identifikasi korban.

Dari hasil olah TKP, dinyatakan korban murni bunuh diri. Pada leher korban mengalami memar bekas ikatan tali, tidak ditemukan adanya tindakan kekerasan di tubuhnya, alat kelamin mengeluarkan speram dan air seni.

Atas kejadian itu, keluarga korban mengikhlaskannya dan membuat surat pernyataan tidak keberatan. "Penyebab, diduga korban mengalami depresi dan linglung sejak dilarang bekerja oleh anak-anaknya," sebut Sawangin. WD-40
Komentar Anda

Berita Terkini