-->

Kejaksaan Tidak Semata-mata Fokus Mempidanakan Seseorang

HARIAN9 author photo
LABUHANBATU | H9
Rombongan Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI) Kabupaten Labuhanbatu di Pimpin oleh H.Neirul Nizam Aru S.Sos, Senin (01/9/2020) disambut hangat oleh Kepala Kejaksaan Negeri Labuhanbatu Kumaedi SH didampingi Kasi Intel Sahron  Hasibuan SH. di ruang pertemuan Kejari Labuhanbatu.


Ketua PWI Labuhanbatu H.Neirul Nizam Aru S.Sos menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kejari Labuhanbatu yang sengaja mengundang PWI Labuhanbatu untuk membangun Silaturahmi dan Kemitraan, ini merupakan satu kehormatan tersendiri bagi PWI Labuhanbatu atas penerimaan Kejari kepada kami yang cukup baik.

Semoga dengan pertemuan ini kedepannya kemitraan antara PWI dan Kejari Labuhanbatu diharapkan dapat lebih baik dan Wartawan terkhusus yang bertugas di Labuhanbatu selalu terdepan untuk mendapatkan informasi terkini dari Kejaksaan Negeri Labuhanbatu, dengan keterbukaan informasi kepada wartawan dengan sendirinya wartawan akan mudah mengakses informasi tersebut.harap Nizam

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri Labuhanbatu Kumaedi SH.dalam pertemuan ini selain mengucapkan terima kasih kepada rombongan PWI Labuhanbatu yang berkenan menghadiri undangan Kejari  juga  memafarkan bahwa, Program Kejaksaan untuk masa-masa yang akan datang sesuai dengan Instruksi dan Program Kejaksaan Agung untuk seluruh Kejaksaan se Indonesia.

Kata Kusnaedi SH.Kedepan Kejaksaan akan menyeleraskan keseimbangan penegakan hukum dengan menerapkan tindakan represif ataupun pencegahan harus ada keseimbangan penegakan hukum sehingga tidak membikin gaduh ditengah Masyarakat, Kejaksaan juga harus bisa membantu Pemerintah Daerah dalam proses pembangunan agar program Pemerintah Daerah di sektor pembangunan tidak terganggu atau tergendala, Kejaksaan juga di perintahkan untuk menjaga asset Negara dan Daerah agar tidak jatuh kepada Pihak Ketiga atau kepada pihak yang tidak berwenang atau tidak sah,jelasnya.

Selanjutnya Kejari Labuhanbatu ini mengatakan, Dalam penegakan hukum, Kejaksaan tidak semata-mata fokus mempidanakan seseorang seperti kasus hukuman dibawah 5(lima) tahun bisa diusulkan tidak masuk ke ranah pidana, contoh pencurian yang nilainya kecil, korban sudah meminta maaf dan mengganti rugi kasus seperti ini kita sarankan tidak masuk ke ranah hukum.tapi itu semua ada prosesnya.ucap Kusmaedi.

Terkait kasus korupsi, upaya yang pertama adalah melakukan pencegahan agar tidak terjadi tindak pidana korupsi dan jika ada laporan dari Masyarakat tidak langsung kita proses kita menunggu dari hasil pemeriksaan Inspektorat Kabupaten Setempat, kita tidak bisa langsung ujuk-ujuk melakukan pemeriksaan ada prosedurnya,ujar Kejari Labuhanbatu Kusnaedi.SH.
WD.016
Komentar Anda

Berita Terkini