-->

Kemendag Genjot Ekspor ke Pasar Nontradisional

HARIAN9 author photo
MEDAN|H9
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Didi Sumedi meyakini upaya yang dilakukan jajaran Kemendag demi menjaga peluang ekspor produk Indonesia ke negara-negara nontradisional akan membuahkan hasil positif.

“Indonesia tidak berkontribusi terhadap kenaikan impor produk soda api di Ukraina sehingga memicu diinisiasinya investigasi safeguard. Kami yakin produsen atau eksportir Indonesia berpotensi masuk berkompetisi di pasar Ukraina,” tegas Didi, Rabu (30/9/2020).

Sementara itu, Direktur Pengamanan Perdagangan Pradnyawati menambahkan, Kemendag
berkomitmen mengawal dan mengamankan akses pasar ekspor produk Indonesia guna
mendorong ekspor ke negara nontradisional, termasuk Ukraina.

“Di tengah pandemi Covid-19 ini, banyak negara yang menggunakan instrumen pengamanan
perdagangan untuk melindungi pasar dalam negerinya. Kami berkomitmen mengawal dan
mengamankan akses ekspor produk Indonesia, serta memastikan penyelidikan pengamanan
perdagangan dilakukan secara adil dan transparan,” imbuh Pradnyawati.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan nilai ekspor produk soda api Indonesia ke dunia pada 2019 tercatat sebesar USD 38,5 juta atau menurun 47,9 persen dibanding tahun 2018 dengan nilai ekspor sebesar USD 73,9 juta. 

"Pada periode Januari--Juli 2020, juga terjadi penurunan ekspor sebesar 35,8 persen apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya," ujarnya.

Negara-negara yang menjadi pasar ekspor utama produk soda api Indonesia adalah Malaysia, Filipina, Australia, Vietnam, dan Singapura. Untuk itu, penghentian penyelidikan ini diharapkan dapat membuka akses pasar baru di negara tujuan ekspor nontradisional seperti Ukraina sehingga kinerja ekspor produk soda api Indonesia dapat ditingkatkan.(pr01)
Komentar Anda

Berita Terkini