-->

Ngasil Tarigan Diduga Dibunuh Lalu Dibakar Dalam Gubuk Ladang

HARIAN9 author photo
DELI SERDANG| H9
Ngasil Tarigan, pria tua, 68 tahun, warga Dusun III, Desa Jambur Pulau, Kecamatan Perbaungan, Serdangbedagai (Sergai), tewas dengan cara mengenaskan. Korban tewas diduga dibunuh, setelah itu dibakar di dalam gubuk di ladangnya, Dusun 1, Desa Simempar, Kecamatan Gunung Meriah, Deliserdang. 

Diduga korban dibunuh dan dibakar, Kamis dini hari (10/9). Namun, baru diketahui warga, pukul 09.00 WIB. 

Kapolsek Gunung Meriah, AKP P Pangaribuan yang dikonfirmasi kru koran ini, menerangkan sebelum ditemukan, pukul 08.30 WIB, Sastra Tarigan, warga sekitar, hendak mengantar pupuk ke ladangnya dan melintasi gubuk korban. 

Saat melintas itu, Sastra merasa aneh karena melihat sebagian gubuk korban sudah terbakar. Lalu, dia kembali ke rumah. Dalam perjalanan pulang ke rumah, dia bertemu dengan Lidya Apulina br Sembiring, warga sekitar, bersama ibunya di dekat tempat kejadian perkara (TKP). 

Lalu, Sastra mendengar Lidya berteriak, menyebutkan korban yang merupakan pamannya, sudah tewas dalam kondisi terbakar. "Saksi Lidya ini berteriak, mama, tulang sudah mati terbakar," kata AKP P Pangaribuan menirukan perkataan Lidya. 

Mengetahui itu, Sastra langsung melaporkannya kepada keluarga korban, dan diteruskan ke Kepala Desa (Kades) Simempar. 

Kabar tersebut juga disampaikan ke personel Polsek Gunung Meriah. Tak lama, personel Polsek Gunung Meriah dan Tim Inafis Polresta Deliserdang tiba di lokasi melakukan identifikasi, penyelidikan dan olah TKP. 

"Saat ditemukan, korban ditemukan sudah dalam kondisi terbakar. Kita sudah mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu potongan bambu yang ada bercak darah, satu lampu teplok kecil, sebuah jam tangan yang sudah terbakar, tiga bilah parang, satu bundel gulungan yang sudah terbakar," terangnya.

Ditanya benarkah Ngasil Tarigan merupakan korban pembunuhan, AKP P Pangaribuan belum berani memastikan, namun dari penyelidikan di lokasi mengarah jika korban tewas dibunuh. "Proses penyelidikan (lidik), tapi mengarah ke sana," katanya.

Ditanya dugaan motifnya, P Pangaribuan belum bersedia memberikan keterangan detil. "Masih penyelidikan," jawabnya singkat.

Penemuan mayat tersebut juga dibenarkan Kasat Reskrim Polresta Deliserdang, Kompol Muhammad Firdaus. Pun begitu, Firdaus juga belum berani memberikan keterangan rinci penyebab tewasnya korban. "Masih dalam penyelidikan," jawabnya.

Sementara keterangan yang dihimpun dari keluarga korban, menyebutkan korban tewas dibunuh, setelah itu dibakar. "Kalau dari warga, kejadiannya dini hari. Saat ini jasad korban masih di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Medan untuk diotopsi. Itu kata keluarga korban tadi saya tanya. Korban warga kampung kami," kata Sidik, tetangga korban di Desa Jambur Pulau, Kecamatan Perbaungan, Sergai.

"Kata keluarganya, korban dibunuh dulu baru dibakar di dalam gubuknya. Soalnya, keterangan keluarganya, tangan korban seperti terikat, kepala belakang pecah. Keluarganya sampai sekarang masih di Gunung Meriah, sebagiannya lagi di RS Bhayangkara Medan, menunggu korban untuk diotopsi," tuturnya. WD-40
Komentar Anda

Berita Terkini