-->

Nyanyikan Lagu Kebangsaan dan Push Up Warnai Operasi Yustisi di Palas

HARIAN9 author photo
PALAS| H9
Sebanyak 96 orang terjaring Operasi Yustisi yang digelar Tim Gabungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Lawas (Palas) di Simpang Jalur dua, Depan RM Sunggul lungun Kecamatan Lubuk Barumun,  Kabupaten Palas, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Selasa (29/09/2020). Yang dimulai sekira pukul  09:00. Wib sampai dengan pukul 12:00. Wib.

Dari 96 orang yang terjaring tidak mengenakan masker tersebut diberikan sanksi /hukuman berupa push up sebanyak lima kali (5×) dan menyanyikan lagu kebangsaan, serta mengucapkan Pancasila.

Di mana kegiatan operasi tersebut dilaksanakan berdasarkan INPRES NO.6 TH. 2020, dan Peraturan Bupati Padang Lawas No. 31 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian covid-19, yang telah ditetapkan pada tgl 19 Agustus 2020.

Dengan tujuan dilakukannya Operasi Yustisi/ razia penggunaan masker agar masyarakat dapat disiplin dan mengikuti protokol kesehatan, serta sadar akan bahaya Covid -19 dan terhindar dari Covid -19 sekaligus mencegah penyebaran dan memutus mata rantai Covid -19 di masyarakat.

“Untuk ke 96 orang yang terjaring operasi yustisi dilakukan pengisian Blangko Pelaksanaan  Penerapan Sanksi (BPPS) PERBUP Padang Lawas No 31 Th 2020 oleh petugas, untuk selanjutnya pelanggar mendapatkan arahan (pembinaan) serta melaksanakan SANKSI SOSIAL (Pasal 7 ayat 4 PERBUP PALAS No 31 Th 2020) menyanyikan indonesia raya atau mengucapkan pancasila atau push-up 5 kali, “demikian dikatakan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Palas (Kasat Pol PP dan Damkar) Kabupaten Palas Ronny Syaiful, S.Sos, MM.

Kasat Pol PP dan Damkar Palas menambahkan, Anggota yang ditugaskan sebagai regu pemeriksa, memeriksa pengendera apabila diketemukan ada pelanggar, sebahagian dari regu pemeriksa mengawal pelanggar kemeja penindakan., setelah sampai dimeja penindakan pelanggar prokes diwajibkan mengisi blanko, baru pelanggar diarahkan kepada regu penindakan.

Kepada pelanggar dijelaskan kenapa dihukum dan dibacakan perbupnya, selesai dibaca pelanggar diarahkan untuk memulih salah satu jenis sanksi sosialnya. Setelah pelanggar telah melaksanakan sanksi sosialnya .

Kemudian diberikan sedikit arahan dan diminta untuk tidak mengulangi lagi kesalahannya., selum pelanggar dipulangkan terlebih dahulu diberikan masker dan diminta untuk memakainya. Kata Ronny.

Sementara dikempatan sama Kabid Operasional Satpol PP dan Damkar Khairuddin Siregar, SE. Lebih lanjut mengatakan, Apabila ke depannya bagi pelanggar ( perseorangan ) yang sudah tercatat namanya dan masih ditemukan tidak menggunakan masker pada saat pelaksanaan operasi/razia akan dikenakan sanksi Denda adminstratif minimal Rp 5000,- maksimal Rp 200.000-,
Penghentian operasional usaha, pekerjaan atau kegiatan., serta sanksi Pencabutan ijin usaha., “tegasnya.

Selain Kasat Pol PP dan Damkar Personil yang melaksanakan Dalam operasi yustisi Gabungan tersebut terdiri dari Kanit Tipiter, Kabid Ops Satpol PP dan Anggotanya.,  Kasi trantibum., Personil Lantas., Personil Polres Padang Lawas.,  Personil Koramil 08 Barumun., Dinas Kesehatan Palas, dan BPBD Palas. (WD41)
Komentar Anda

Berita Terkini