-->

Pemerintah Dorong Pemulihan Ekonomi Nasional

HARIAN9 author photo
MEDAN| H9
Kementerian Perdagangan berkomitmen mendorong pemulihan ekonomi nasional. Salah satunya, melalui kebijakan strategis bidang ekonomi untuk mengatasi pandemi Covid-19. 

Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto mengatakan pandemi Covid-19 telah berdampak pada ekonomi global. Perekonomian Indonesia tidak dapat terhindar dari dampak pandemi Covid-19 ini. 

"Namun demikian, secara kumulatif selama Januari—Agustus 2020 neraca perdagangan masih menunjukan surplus sebesar USD 11,1 miliar. Surplus neraca perdagangan tersebut dihasilkan dari surplus perdagangan nonmigas sebesar USD 15,2 miliar dan defisit migas sebesar USD 4,2 miliar,"katanya, Sabtu (26/9/2020).

Mendag melanjutkan, untuk perdagangan dalam negeri, secara nasional harga rata-rata barang kebutuhan pokok (bapok) relatif stabil dan cenderung turun. Hal ini tergambar dari deflasi yang terjadi pada kelompok makanan. 

Mendag mengungkapkan, terkait penyerapan anggaran, hingga September 2020, realisasi anggaran Kemendag tercatat sebesar Rp1,69 triliun atau 57,95 persen dari total pagu Rp2,92 triliun. Diproyeksikan penyerapan anggaran Kemendag sampai dengan akhir 2020 mencapai lebih dari 95 persen.

"Untuk penanganan Covid-19, Kemendag telah melakukan re-focusing dan optimalisasi anggaran sebesar Rp47,33 miliar. Pada tahap I Kemendag melakukan optimalisasi anggaran sebesar Rp16,23 miliar, hingga saat ini sudah terealisasi sebesar Rp10,81 miliar atau 66,64 persen,"ujarnya.

Sementara pada tahap II Kemendag merealokasi anggaran sebesar Rp31,1 miliar untuk 176 ribu pedagang pasar rakyat kabupaten/kota berupa bantuan partisi, pelindung wajah, hand sanitizer, masker, bak cuci tangan bagi pedagang dan pengelola pasar rakyat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC PEN) mengatakan, sektor pariwisata merupakan salah satu yang sektor yang harus segera didorong untuk pemulihan. 

“Selain banyak ekonomi daerah yang bergantung, sektor pariwisata juga dapat menyerap tenaga kerja. Bahkan, jumlah tenaga kerja di bidang pariwisata terus naik sejak tahun 2010. Untuk itu, sejumlah strategi dan program pun dirumuskan,” jelasnya.(rel/pr01)
Komentar Anda

Berita Terkini