-->

Pemkab Aceh Tamiang Putar Balikkan Ratusan Kendaraan Bermotor

HARIAN9 author photo
ACEH TAMIANG| H9
Menindaklanjuti surat Gubernur Aceh Ir. H. Nova Iriansyah, M.T. nomor 440/10863 tanggal 04 Agustus 2020 tentang pengetatan penjagaan perbatasan Aceh, terkait hal tersebut, Bupati Aceh Tamiang H. Mursil, SH, M.Kn mulai 13 Agustus 2020 sudah memberlakukan pengawasan jalur masuk perbatasan Aceh Tamiang dan provinsi Sumatera Utara.

Dalam surat tersebut, tegas dikatakan bahwa bagi para pengendara atau penumpang angkutan umum maupun kendaraan pribadi yang melintas diwilayah perbatasan Aceh-Sumatera Utara diwajibkan membawa surat kesehatan dari Dinas Kesehatan atau layanan kesehatan lainnya dan surat jalan dari Lembaga atau Datok Penghulu setempat. Jika tidak ada surat dan tidak mengenakan masker, maka akan langsung diminta untuk putar balik dan tidak diizinkan memasuki wilayah Aceh.

Sehubungan hal itu, Kepala Dinas Perhubungan Drs. Syuibun Anwar kepada Kepala Bagian Humas Agusliayana Devita, S.STP, M.SI selaku juru bicara Covid-19 menyampaikan, laporan kegiatan di akhir minggu ke IV Agustus, terhitung tanggal 25 Agustus 2020 sampai dengan 31 Agustus 2020 dan dikatakannya, sebanyak 1128 kendaraan yang memasuki Wilayah Provinsi Aceh telah dilakukan pemeriksaan oleh Tim Gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, BPBD, Satpol PP dan PWI di Pos bersama penanganan Covid-19 Kabupaten Aceh Tamiang yang berlokasi di Jalan Negara Aceh - Sumatera Utara tepatnya di Jembatan Timbang Seumadam Kecamatan Kejuruan Muda,"terangnya selasa (01/09/2020). 

Syuibun merincikan, dari angka 1128 unit kendaraan terdiri dari 874 unit kendaraan pribadi dan 254 kendaraan angkutan umum.  Sebanyak 381 kendaraan diminta putar balik dikarenakan para pengemudi maupun penumpang tidak dapat menunjukkan surat kesehatan bebas Covid-19 sebagaimana yang dituangkan dalam surat Gubernur Aceh, sementara 493 Kendaraan dapat melanjutkan perjalanan memasuki wilayah Aceh.
Sedangkan untuk kendaraan angkutan umum sebanyak 29 Kendaraan terpaksa diperintahkan putar balik dan 225 Kendaraan dapat melanjutkan perjalanan,"jelasnya.

"Dari hasil pemeriksaan dilapangan, yang paling banyak memasuki wilayah Aceh adalah kendaraan pribadi dengan persentase sebanyak tujuh puluh tujuh persen, sedangkan angkutan umum sebanyak dua puluh tiga persen,"terang Syuibun. (WD-013). 
Komentar Anda

Berita Terkini