-->

Pengabdian pada Masyarakat Desa Binaan USU di Aek Nabara Barumun

HARIAN9 author photo
PALAS| H9
Universitas Sumatera Utara (USU) melalui Lembaga Pengabdian pada Masyarakat di tahun 2020 telah melakukan kegiatan di berbagai desa binaan.

Salah satu lokasi desa binaan tersebut adalah Desa Sayur Matua dan Desa Sayur Mahincat yang berada di Kecamatan Aek Nabara Barumun, Kabupaten Padang Lawas (Palas), Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang memiliki wilayah hutan yang masih luas dan belum sepenuhnya terjamah oleh manusia.

Tim kegiatan desa binaan di Desa Sayur Matua dan Sayur Mahincat yang diketuai Prof. Tulus, Ph.D dan Sekretaris LLPM USU Prof.Dr. Irnawati Marsaulina atas program kerja Desa Binaan yang sangat bermanfaat bagi kemajuan suatu desa. Program ini telah berhasil melakukan serangkaian kegiatan di desa tersebut.

Salah satu sub kegiatan yang dilakukan telah berhasil. Alhamdulillah, teknologi penyiraman otomatis tenaga surya berbasis sensor cuaca sudah berhasil dipasang di desa binaan sayur matua, Smoga desa ini menjadi desa berteknologi. Amin demikian disampaikan kepala desa (Kades) Sayur Matua. H. A. Lawali Hasibuan kepada wartawan, Minggu. (27/09/2020).

Dimana Penerapan teknologi penyiraman otomatis tenaga surya tersesbut, yang telah dilaksanakan kegiatan pelatihannya oleh anggota tim pelaksana ( Ramadhani Banurea, S.Si,MS., Dr. Irwana Nainggolan, M.Sc., Prof. Dr. Ir. Risdanelli Hasibuan, Ir. Muhammad Sabri,PH.D, hasilnya sangat memuaskan, sebut kades Sayur Matua H. A. Lawali Hasibuan dan Kades Sayur Mahincat Adam Harahap.

H. A. Lawali Hasibuan selaku kades Sayur Matua mengatakan, Hutan desa kita ini adalah lokasi tanaman/ hutan yang dapat beradaptasi dengan kondisi salinitas perkebunan kelapa sawit dan sebagian besar penduduk dikedua desa kita ini warga yang berternak kerbau, lembu dan kambing.

"Fungsi lokasi yang seperti daerah kita ini (Desa-Red)  sebagai penjaga kestabilan permukaan daratan sehingga tidak mengalami abrasi adalah sangat startegis, sehingga diperlukan peranan masyarakat sekitar untuk menjaga kelestarian hutan tersebut". Tutur Kades Sayur Matua.

Pemanfaatan lokasi hutan desa untuk mendukung kelestarianya dapat dilakukan dengan mengolahnya, dan produk olahannya dapat dimanfaatkan oleh petani dan peternak di desa Sayur Matua desa Sayur Mahincat. Ungkap H. A. Lawali.

Sementara Kepala Desa Sayur Mahincat, Adam Harahap, menambahkan sejak awal di mulai kegiatan Program Desa Binaan Dari LLPM USU ini, sangat mendukung dan menyambut antusias kedatangan pertama Produk TTG ditraining dan diserah terimakan pada masyarakat terdiri dari Mesin Komposter Otomatis, Mesin Pencacah Pelepah Kelapa Sawit dan Mesin Penyiang Gulma atau penyubur tanah.

Selain itu, tim juga mengajarkan masyarakat untuk berbudidaya maggot black soldier fly (lalat tentara hitam) atau sering disingkat BSF untuk pembuatan pakan ternak berprotein tinggi dari campuran cacahan pelepah sawit dan pasta maggot. Ucap Adam Harahap.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan dan pemahaman masyarakat sekitar tentang apa yang sudah disebutkan diatas. Katanya.

Lebih lanjut H. A. Lawali Hasibuan menuturkan Khususnya pada kelompok Tani dikedua desa kata ini yang sebelumnya belum memiliki dan mengerti, usaha pengolahan fari pakan serta lainnya. Kini telah bisa untuk menfolah pakan untuk ternaknya sendiri.

Selain itu, sejalan dengan kondisi pandemik wabah saat ini tim pelaksana juga memberikan pelatihan terkait adaptasi kegiatan baru dalam pengolahan produk yang diajarkan oleh team pelatih.

Sebelum kegiatan, sebagian besar anggota kelompok dan warga dari kedua desa kita ini belum mengetahui dan tidak memahami bahwa bila proses pengolahan produk pakan dan lainnya harus dilakukan secara SOP, supaya mendapatkan hasil lebih maksimal dan baik serta bagus. Bebernya.

Selama kegiatan seluruh tim pelaksana dan anggota kelompok, warga tidak ada yang berleha leha atau sekedar ingin tau dan mencoba saja. Buktinya hasilnya telah kita lihat sendiri Jelas H. A. Lawali Hasibuan.

"Alhamdulillah, kami telah memulai untuk membangun rumah produksi dengan memanfaatkan gudang bekas,  pembuatan pupuk kompos organik menggunakan Komposter otomatis dan pakan ternak berprotein tinggi dr berbudidaya maggot bsf". Sebutnya.

Disamping itu, H. A. Lawali, lebih mendetail menerangkan,  Pelatihan lanjutan rencananya untuk ADD kita tahun 2021 nanti desa sayur matua dan sayur mahincat, Kecamatan Aek Nabara Barumun menjadi desa wisata pertanian berbasis teknologi dan di tahun 2022 kedepannya,  insya allah menjadi desa mandiri sebagai wujud padang lawas bercahaya. Katanya.

Hal itu Sedang dirancang dan dibimbing oleh LLPM USU untuk kedua desa kita ini, selama masa kegiatan bina desa berlangsung. Pungkas H. A. Lawali Hasibuan sembari perlihatkan teknologi penyiraman otomatis tenaga surya berbasis sensor cuaca sudah berhasil dipasang dan digunakan. (WD41)
Komentar Anda

Berita Terkini