-->

Sosialisasikan NSI dan QRIS, BI Sumut Terapkan Protokol Kesehatan

HARIAN9 author photo
MEDAN| H9
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara mengadakan sosialisasi North Sumatera Invest, Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), dan Penyerahan Token of Appreciation Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun RI di Kantor Perwakilan BI
Sumut Jalan Balai Kota Medan.

Guna mendukung pencegahan risiko penyebaran COVID-19, pelaksanaan sosialisasi dilakukan dengan sangat memperhatikan penerapan protokol kesehatan.

Kepala Kantor Wilayah Sumut, Wiwiek Sisto Widayat mengatakan investasi merupakan salah satu komponen terpenting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. 

"Realisasi investasi yang matang dapat menciptakan lapangan kerja baru serta memberikan multiplier effect pada perekonomian yang secara eksplisit dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menekan tingkat pengangguran,"katanya, Rabu (23/9/2020).

Saat ini Provinsi Sumatera Utara merupakan provinsi dengan jumlah penduduk 
terbesar ke-4 di Indonesia. Selain itu, Sumatera Utara telah berhasil memposisikan diri sebagai penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi Sumatera dengan kontribusi sebesar 24,35% pada triwulan II tahun 2020, serta merupakan pintu gerbang Wilayah Barat Indonesia. 

"Atas peluang tersebut infrastruktur penunjang investasi terus dikembangkan oleh pemerintah pusat dan daerah. Di tingkat daerah, bersama unsur Pemerintah Daerah, Bank Indonesia terus berupaya mendukung pertumbuhan ekonomi melalui investasi," ujarnya.

Melalui organisasi lintas instansi yaitu North Sumatra Invest (NSI), Pemerintah Daerah tak henti menggali berbagai potensi yang ada di daerah. Di samping itu, NSI berupaya memberikan kemudahan bagi investor dalam hal perizinan usaha melalui digitalisasi 
perizinan. 

Dalam sosialisasi ini, Wiwiek  juga memaparkan update mengenai QRIS atas kondisi pandemi COVID-19 ini. Bank Indonesia melihat optimisme rebound aktivitas ekonomi melalui digitalisasi baik bagi konsumen maupun pedagang/ merchant di berbagai sektor. 

Bank Indonesia menerjemahkan optimisme tersebut dengan menempuh beberapa kebijakan baik jangka pendek maupun jangka panjang, yakni memastikan kelancaran sistem pembayaran non tunai, fasilitasi transaksi UMKM, dan percepatan ekonomi 
keuangan digital. 

Langkah konkret kondisi ini direspon dengan penguatan ekosistem digital serta 
inovasi transaksi dengan digital banking dan secara khusus QRIS pada UMKM seluruh daerah di Sumatera Utara. 

"Pembayaran menggunakan QRIS dapat dilakukan tanpa kontak fisik maupun tanpa 
tatap muka. Sumatera Utara berada di posisi ke-6 provinsi dengan jumlah merchant tertinggi sebesar  190.061 merchant dengan pangsa 4,12%," katanya.

Kemudian BI Sumut juga sosialisasikan Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun RI turut menjadi Bagian penting dari agenda kegiatan. Pemerintah dan Bank Indonesia meresmikan pengeluaran dan pengedaran UPK 75 Tahun RI berbentuk uang kertas pecahan Rp75.000 bertepatan dengan HUT ke 75 Kemerdekaan RI. 

Pengeluaran dan pengedaran UPK 75 Tahun RI merupakan wujud rasa syukur atas anugerah kemerdekaan dan pencapaian hasil pembangunan selama 75 tahun kemerdekaan Indonesia. 

Peresmian tersebut menandai mulai berlakunya uang Rupiah kertas pecahan Rp75.000 sebagai alat  pembayaran yang sah (legal tender), yang sekaligus merupakan Uang Peringatan (commemorative notes) di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). UPK 75 Tahun RI ini dapat diimiliki oleh  seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dimana satu KTP berlaku untuk satu lembar UPK 75 Tahun RI. 

"Bank Indonesia juga menyediakan alternatif  penukaran UPK 75 Tahun RI secara kolektif. Mekanisme penukaran uang Rupiah dapat dilihat lebih  lanjut pada aplikasi berbasis website di tautan https://pintar.bi.go.id. Pelaksanaan penukaran  dilaksanakan dengan tetap menjaga protokol kesehatan pencegahan COVID-19 yang telah ditetapkan Pemerintah.,"pungkasnya. (PP04)
Komentar Anda

Berita Terkini