-->

Walikota Padangsidimpuan Tegaskan Tidak Sedang Isolasi Mandiri

HARIAN9 author photo
PADANGSIDIMPUAN | H9
Untuk meluruskan kabar bohong yang berkembang di lapangan, Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution, Sh menegaskan bahwa dirinya tidak sedang dalam isolasi mandiri.

"Saya tidak kontak erat pasien suspect atau pasien terkonfirmasi Covid-19 manapun. Jadi, kabar yang beredar itu bohong," kata Irsan dalam konfrensi pers di Aula Kantor Walikota Padangsidimpuan, Rabu (2/9/2020).

Irsan menegaskan, pemberitaan sejumlah media dan status media sosial beberapa orang yang menyebut dirinya sedang proses isolasi mandiri itu adalah bohong dan fitnah.

"Saya sehat, dan tidak sedang isolasi mandiri. Saya sama sekali tidak memiliki riwayat kontak erat dengan pasien suspect atau terkonfirmasi Covid-19 manapun," tegasnya.

Pada konfrensi pers itu, Walikota didampingi Asisten I Setda Kota Padangsidimpuan, Iswan Nagabe, Kabag Hukum Erwin Nasution, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Nurcahyo Budi Susetyo, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Elpi Zunianti Hasibuan, Ridwan Rangkuti dan Miswar Efendi Rangkuti dari Tim Kuasa Hukum Pemkot Padangsidimpuan.

Ridwan Rangkuti menambahkan, kabar bohong tentang Walikota menjalani isolasi mandiri itu berkembang setelah ada pemberitaan media yang mengutip keterangan seorang pengacara.

Pengacara ini kuasa hukum seorang warga yang mengajukan gugatan perdata di Pengadilan Negeri Padangsidimpuan, dengan tergugat 1 Walikota, tergugat 2 Kadis Kesehatan, tergugat 3 Kadis Kominfo, tergugat 4 dan 5 media online.

Senin (31/8) digelar mediasi antar pihak. Namun tergugat 1 tidak hadir karena ada pekerjaan yang tidak dapat ditinggalkan. Sementara tergugat 2 dan 3 tidak hadir karena sedang isolasi mandiri.

Alasan ketidakhadiran itu disampaikan Miswar Efendi sebagai yang mewakili tim kuasa hukum tergugat. Akhirnya hakim mediasi PN Padangsidimpun menunda mediasi sampai tiga pekan ke depan. "Saya tidak sebut Walikota diisolasi mandiri," tegasnya.

Ternyata, usai penundaan mediasi itu, kuasa hukum penggugat membuat keterangan pers dan menyatakan Walikota, Kadis Kesehatan dan Kadis Kominfo tidak hadir karena menjalani isolasi mandiri.

Pernyataan itu dijadikan berita oleh beberapa media. Kemudian menindaklanjutinya dengan berita-berita lain yang pada intinya menekankan Walikota sedang dalam isolasi mandiri, namun masih saja pergi kemana-mana dan bahkan berkumpul dengan orang banyak.

"Berita tak berdasar dan tidak terkonfirmasi itu beredar luas dan menjadi status banyak orang di media sosial. Akibatnya muncul opini di tengah masyarakat, seolah Walikota tidak patuh aturan isolasi mandiri," sambung Ridwan Rangkuti.

Terkait informasi bohong yang beredar ini, Walikota dan Tim Kuasa Hukum Pemko Padangsidimpuan sedang menyiapkan langkah-langkah yang akan ditempuh. Termasuk membuat laporan polisi.

Sementara Kabid P2P Dinas Kesehatan Elpi Zunianti Hasibuan menambahkan, Irsan Efendi Nasution tidak termasuk dalam daftar nama-nama kontak erat pasien suspect, probable dan terkonfirmasi Covid-19 di Kota Padangsidimpuan.

"Dari seluruh pasien yang sudah kita tracking kontak eratnya, tidak ada atas nama bapak Irsan Efendi Nasution atau Walikota Padangdimpuan," jelasnya. (WD035)

Komentar Anda

Berita Terkini