-->

Warga Muhammadiyah Kota Medan Itu Cerdas Untuk Pilihan Walikotanya

harian9 author photo



MEDAN| H9
Sekretaris Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PD. Muhammadiyah Kota Medan Taufik Abdillah M.I. Kom menyampaikan, unsur Pimpinan ataupun yang merasa kader Persyarikatan Muhammadiyah, tidak perlu menggiring dengan membawa nama persyarikatan atau pun ortom dalam hal pilihan calon walikota Medan. Karena untuk pemilihan Kapala Daerah (Pilkada) Kota  Medan tahun ini warga persyarikatan termasuk warga ortom khusus ‘Aisyiyah  sangat cerdas menentukan pilihannya.

“Alhamdulillah pada pilkada Kota Medan tahun ini, warga persyarikatan sangat cerdas dalam menentukan pilihan pasangan Walikota dan Wakil Walikota Medan. Apalagi warga ortom khusus Aisyiyah di Kota Medan ini. Sebab masing pasangan calon punya perbedaan yang jauh dan hampir tidak punya kesamaan latar belakang. Maka jika digiring oleh tim sukses manapun bisa jadi sia-sia,” ucap Taufik, Ahad ( 27/9/2020).

Disebutkannya, sesuai hasil diskusi dengan ketua LHKP PD Muhammadiyah Kota Medan Isa Anshari SF  bersama Anggota lainnya, dalam memilih pemimpin  warga persyarikatan memiliki tujuh kriteria khusus diantaranya, Pertama, harus visioner atau memiliki visi bersama bukan pribadi maupun partai. Kedua, pemimpin harus nasionalis-humanis yang berarti berkomitmen yang kuat untuk Pembangunan kota Medan serta  kemanusiaan yang luhur. Ketiga, solidarity marker atau kemampuan membangun solidaritas umat yang majemuk. 

Keempat, risk taker yaitu orang yang berani mengambil resiko.  Kelima, decisive atau bisa mengambil keputusan secara cepat, tepat, dan tegas. Keenam, problem solver, punya kemampuan untuk menyelesaikan masalah dan menggerakan sumberdaya. Dan ketujuh, Pemimpin Kota Medan harus miliki kriteria integritas moral yang tinggi sehingga tidak menyalahgunakan kekuasan dan tidak korup. 

Masud dari  kriteria memimpin Kota Medan diatas adalah orang yang berbudaya, beradab, beribadah, beriman dan berakhlak. Memahami luas wilayah  dan isi Kota Medan. Punya visi misi yang jelas, berkeunggulan, beretos kerja tinggi, dan memiliki kekuatan manajerial. Selain itu Kota Medan memerlukan pemimpin yang tidak menumpuk pada satu bidang tapi setidaknya ada dari ulama dan cendekiawan. Kota Medan sebaiknya  tidak memiki pemimpin seperti "taplak meja," artinya saat mau pikada muncul dan semua diatasnya akan dihiasi orang lain,” ungkapnya. (pu.001)

Komentar Anda

Berita Terkini