-->

Bagas Godang Institute Inisiasi Serial Diskusi Anak Muda, Politik dan Kepemimpinan Melalui Virtual

HARIAN9 author photo


PADANGSIDIMPUAN| H9

Bagas Godang Institute Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), menggelar seminar bertemakan, 'Anak Muda, Politik dan Kepemimpinan', yang dilaksanakan melalui virtual zoom, Kamis (8/10/2020).

Diskusi yang dilaksanakan melalui virtual zoom tersebut dan dipandu Ketua Bagas Godang Institute M. Iqbal Harahap, M.Si, diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan seperti mahasiswa, pers, birokrasi, tokoh masyarakat, pemuda, dll.

Acara berlangsung sekira 2 jam (Pukul 09.00 Wib-11.00 Wib) juga menghadirkan narasumber Dr. Syahrizal Helmi yang juga Dosen FEB USU, Dimas Oky Nugroho, Phd (Ketua Perkumpulan Kader Bangsa), Dolly Putra Parlindungan Pasaribu, S.Pi, MM (Calon Bupati Tapanuli Selatan Periode 2020-2025), Dr. Darwis Harahap (Dosen FEB IAIN Padangsidimpuan) dan Dr. Arifin Saleh Siregar (Dosen Fisip UMSU Medan).

Dalam paparannya, narasumber Dr. Syahrizal Helmi yang juga Dosen FEB USU , dengan materi ‘Tantangan Kepemimpinan dan Kekuasaan’ menyampaikan bahwa sejarah bangsa dan sejarah kekuasaan banyak dimotori para pemuda.

Disebutkannya, anak muda sebagai groot mindset, selalu ingin tahu dan akan terus mau belajar, mau mendengar, mencoba ide gagasan, karena, dengan persoalan sekarang yang semakin kompleks, idealisme itu semakin eksklusif.

Ia juga mengungkapkan, kendala partisipasi politik anak muda, yang mana kaum muda yang kritis dihindari dan dianggap belum siap kemudi kepemimpinan serta tidak tertarik dalam dunia politik, kurang mendapatkan ruang arau akses ke Parpol dan keterlambatan sistem

” Jadi kalau anak muda, yang mau tampil, kalau mau kreatif, anak muda harus mau membaca dan seharusnya, anak muda itu punya spirit, idealisme, apalagi sekarang ini banyak calon pemimpin dari kalangan muda yang nantinya harus mampu menularkan ilmunya kepada anak muda yang lain, “ ujar Syahrizal.

Untuk bidang ekonomi, kesempatan kepemimpinan anak muda harus dimulai dari sekarang karena anak muda itu memang harus jadi pemimpin, apalagi sekarang ada digital eksrerince Juniour is New Senior.

Menurutnya, kepimpinan yang menjembatani visi dan kenyataan dan visi ini juga harus memiliki produk knowledge. Geografi knowlodge ini juga memengaruhi visi perubahan dan ini baru bisa kita sebut anak muda sebagai agent perubahan, setelah punya dan bisa melaksanakan visi perubahan itu, bagaimana mengkonversi visi itu untuk kenyataan.

“ Pandemic Covid, ini membantu menaikan anak muda di mana digital itu lebih dibutuhkan, termasuk seharusnya digital goverment sudah diberlakukan, The Rise of Middle Class, Creatif, Inovatif dan ini memang ciri-ciri anak muda yang harus dimiliki anak muda, “ tuturnya.

Dimas Oky Nugroho, Phd selaku Ketua Perkumpulan Kader Bangsa dalam paparannya menyampaikan, moralitas tertinggi itu mengayomi Negara, jujur, modal trust hal ini sangat penting.

“ Tunjukkan sekarang kalau kita bisa transparan, bisa dipercaya dan menurut saya, bangunlah jaringan besar. Kita low profil saja, diskusi-diskusi yang kurang bermanfaan tidak usah di respon dan tinggalkan, “ bebernya.

Sementara H Dolly P Parlindungan Pasaribu mengatakan, ia sebagai Calon Bupati Tapsel untuk Pilkada 2020 tentunya tidak terlepas dari banyak ilmu yang didapat dari para senior, mengingat karir dalam berpolitik juga masih seumur jagung dan masih masih perlu banyak belajar.

“ Saya dalam berpolitik sebenarnya by accident dan bagi saya sederhana, perlu tambahan suplemen dan bagi saya kepemimpinan itu, potensial dalam mengubah sesuatu dengan visi dan misi yang di emban. Karena ini bukan forum saya, secara umum saya katakan melanjutkan pembangunan di Tapsel, “ tegas Dolly.

Saya juga akui, masih banyak Desa di Tapsel yang belum masuk listrik. Namun ke depan semua Desa dan Keluarhan di Kabupaten Tapsel harus mendapat perhatikan sehingga ada pembangunan yang berkeadilan.

“ Kalau saya direstui oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, tentu kita semakin semangat. Membangun Tapsel harus kita bangkitkan kembali. Masyarakat Tapsel yang sehat, masyarakat Tapsel sejahtera dan cerdas. Karena bagi saya sehat secara jasmani dan mentalitas artinya damai, cerdas dan tidak kalah saing dengan daerah lainnya dan menciptakan kesejahteraan, “ ucap Dolly.

Dr Darwis Harahap yang juga Dosen FEB IAIN Padangsidimpuan menyampaikan, bagaimana karaterisktik kepemimpinan dan anak muda, banyak yang bisa dimanfaatkan pemuda, di antaranya terampil dan kreatifitas dan enerjik.

Dikatakannya, kendala anak muda sngat kritis dan sulit kompromi. Kemudian pengalaman dan lain-lain, semua itu bisa kita sinkronkan, tetap ada keunggulan tentang the rise of the class, karena di Negara maju kebahagian itu merupakan kebahagian yang hakiki

“ Anak muda itu harus punya kapastias, knoledge, kreatifitas, integritas. Ketika kepemimpinan itu tidak bisa menciptakan kejujuran, maka moralitasnya akan hancur. Semangat patriotism anak muda, harus ditumbuhkan. Maslahat, ada kepuasan bathin. Itu yang terbaik.  Karena ketika kita mampu memimpin baik, ada perubahan-perubahan yang ditunjukkan dalam kepemimpinan. Istilahnya ini seperti amal jariyah yakni, bagaimana dengan membangun semangat anak muda, “ imbuhnya.

Sedangkan Dr. Arifin Saleh Siregar yang juga Dosen Fisip UMSU Medan mengatakan, bagaimana cara mendapat kekuasaan, mengelola kekuasaan dan mempertahankan kekuasaan. Kemudian soal yang akan saya bawakan, bagaimana anak muda terlibat dalam soal kepemimpinan.

“ Paradigma pertama, saya menyarankan bagi anak-anak muda di luar sana, agar mengedepankan politik santun yang gembira. Tunjukkan bahwa anda-anda selaku pemuda mampu untuk membuat inovasi dan berkreatif, “ katanya.

Usai berdiskusi, dilajutkan dengan sesi Tanya jawab yang dipandu moderator M. Iqbal Harahap, M.Si dengan mempersilahkan para peserta diskusi untuk menyampaikan pertanyaan kepada para narasumber. (WD.014)

Komentar Anda

Berita Terkini