-->

BEI Buka Galeri Investasi di Universitas Medan

HARIAN9 author photo


MEDAN| H9
Ditengah ketidakpastian dunia pasar modal dikarenakan covid 19, para investor masih wait and see dalam membeli saham. Bursa Efek Indonesia mengakui hal ini, namun untuk di Sumut, BEI tetap melangkah dengan membuka galeri investasi di Universitas Medan (UNIMED), Selasa (20/10/2020).

Kepala Kantor Perwakilan, Bursa Efek Indonesia Sumatera Utara, Pintor Nasution mengatakan bahwa di tengah pelemahan global, ada 3 cara yang harus di ketahui agar tetap berinvestasi. Yakni yang pertama, dengan berinvestasi adalah agar dapat mengalahkan inflasi, yang kedua agar meningkatkan aset. dan yang ketiga cadangan finansial bagi sang investor.

"Memang sebelum masa pandemi juga ada alasan mengapa hingga saat ini jumlah Investor di Indonesia masih sangat kecil dibandingkan jumlah penduduknya, padahal predikat sebagai Negara dengan ekonomi terbesar dan penduduk terbanyak di ASEAN," katanya pada mahasiswa Unimed yang digelar secara virtual.

Alasan ini disebabkan orang Indonesia masih menganggap mahal untuk membeli saham, kedua ditakuti akan pemikiran bahwa investasi yang dibeli nantinya ternyata bodong, kemudian ada yang menganggap bahwa itu adalah judi.

"Alasan itulah mengapa kita orang Indonesia sedikit untuk berinvestasi. Padahal saat ini ada 708 emitan dan akan terus bertambah jika masyarakat mau berinvestasi, dan ratusan emiten ini adalah perusahaan ternama dan terkenal, jadi jauh di kategori bodong,"ujarnya.

Dikatakannya, untuk masalah judi, BEI sendiri sudah punya saham syariah yang sudah disahkan oleh MUI. Kemudian masalah mahal, calon investor tinggal memilih mana yang cocok dengan kantong dalam memilih saham yang akan dibeli.

“Kemudian 5 hal mengapa saham layak diinvestasikan, yakni potensi mendapatkan keuntungan selisih harga saham. Potensi mendapatkan Deviden perusahaan setiap tahunnya. Kemudian Resiko yang dapat dikendalikan untuk menghindari kerugian investasi," ujarnya.

Kemudian Kepemilikan saham dapat diwariskan kepada pihak yang ditunjukkan.Kemudian kedudukan yang sah secara hukum didalam Perusahaan sesuai porsi kepemilikan dan hak.

"Sehingga bagi mahasiswa yang masih pemula dapat melakukan sebelum memulai Investasi di Pasar Modal, maka tentukan batas investasi sesuai dengan kemampuan, pahami tujuan investasi, kenali profil resiko pribadi, pelajari alternatif investasi yang ada, tentukan strategi investasi, manfaatkan jasa professional, disiplin berinvestasi dan sering sering update berita," katanya.

Rektor Universitas Negeri Medan Syamsul Gultom, mengatakan pihaknya menyambut baik peresmian ini. Dan mendukung dengan membuka laboratorium pasar modal di Fakultas Ekonomi sebagai tindak lanjut kerja sama Unimed dengan BEI dan Indo Premier Sekuritas. 

"Laboratorium ini akan berfungsi sebagai sarana pendukung galeri investasi, sentra edukasi, bahkan mahasiswa akan dapat langsung melakukan transaksi secara daring melalui aplikasi yang disediakan," katanya.

Menurutnya hal ini sangat penting mengingat pembelajaran investasi tidak cukup hanya pemahaman secar teori atau konsep. Namun dibutuhkan pembelajaran dan praktik secara real berupa simulasi fundamental maupun teknikal. 

"Kerja sama ini sangat penting bagi Unimed dan sejalan dengan visi dan misi Unimed untuk unggul dalam bidang pendidikan, rekayasa industri dan budaya untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas, kompeten, dan berdaya saing," pungkasnya.  (pp04)

Komentar Anda

Berita Terkini