-->

Bekas Galian C Desa Sena Makan Korban

HARIAN9 author photo


BATANGKUIS|H9
Gara-gara bekas galian C yang sudah menyerupai danau, Dusun VIII, Desa Sena, Kecamatan Batangkuis, Kabupaten Deliserdang, pasangan suami-istri (pasutri), Misto (40) dan Tutu Arimah (38), warga Jalan Cemara II, Desa Tanjungsari, Kecamatan Batangkuis, harus kehilangan satu dari dua anaknya MAM. (11), siswa kelas  Vl sekolah dasar (SD), sulung dari dua bersaudara itu, meregang nyawa setelah tenggelam di lokasi bekas galian C di lahan PTPN II tersebut, Senin siang (12/10). 

Kejadian itu, membuat Misto dan Tutu Arimah begitu terpukul. Begitu juga dengan pada tetangganya. "Pukul 2 (14.00 WIB), anak Dusun 8, sekitar 15 orang (anak-anak) mau mandi-mandi di lokasi galian C di Dusun VIII, Desa Sena. Dari 15 anak itu, rata-rata kelas 6 SD, semuanya warga Desa Tanjungsari. Cuma delapan anak yang mandi, sisanya di pinggir," kata pii, pari ikal , menirukan ucapan teman-teman korban. 

Menurut teman-teman korban, sambung warga lagi, korban tidak bisa berenang. Jadi, dia minta gendong, salah seorang temannya, Alvin (12), kelas VI SD, warga Jalan Cemara IV, Desa Tanjungsari, Kecamatan Barangkuis, untuk menyeberang.

"Di tengah kolam, lepas gendongannya dan korban tenggelam. Sempat ditolong sama Alvin, tapi nggak sanggup. Setelah menyelam lama dan naik ke tanah, Alvin sempat muntah darah. Setelah itu, kawan-kawan korban minta tolong sama warga. Lima belas menit kemudian, terdengar suara teriakan penjala ikan, yang menemukan tenggelam korban. Setelah itu, korban langsung dibawa ke Klinik Ganesha di Bakatangkuis, namun sudah meninggal dunia," terangnya lagi.

Kejadian ini dibenarkan Kapolsek Batangkuis, AKP Simon Pasaribu dan Kanit Reskrimnya, Iptu Panji Nugraha STrk SH

Keduanya menerangkan, berdasarkan keterangan saksi-saksi, pukul 14.00 WIB, korban bersama sekitar 15 orang temannya main ke tempat kejadian perkara (TKP). Selanjutnya, salah seorang teman korban, Alvin yang bisa berenang, masuk ke kolam bekas galian C.

Kemudian, korban meminta kepada Alfin untuk ikut berenang, berhubung korban tidak bisa berenang. Alvin dan teman-temannya yang lain sempat melarang, namun korban langsung melompat ke pundak Alvin. 

Alvin berusaha ke darat, namun tidak kuat menahan korban. Seketika itu pula, Alvin dan korban sama-sama tenggelam. Kemudian Alvin berusaha dan keluar dari kolam, lalu menyeberang. 

Sesampai di darat, Alvin muntah darah. Sedangkan korban tenggelam di dasar kolam. Selanjutnya, datang warga yang sedang menjala ikan berusaha mengangkat korban dari dasar kolam. Sekitar 15 menit kemudian, korban bisa dievakuasi ke darat. Akan tetapi, korban sudah meninggal dunia. 

"Kemudian korban dibawa ke Klinik Ganesha. Sesampai di klinik, korban dinyatakan telah meninggal dunia. Selanjutnya jenazah korban dibawa ke rumah duka di Jalan Cemara II, Desa Tanjungsari. Atas kejadian itu, ayah korban, Misto, mengaku ikhlas dan membuat pernyataan agar perkara ini tidak diproses hukum," terang Simon dan Panji. WD-40

Komentar Anda

Berita Terkini