-->

BI Sebut ada 2 Asumsi Perlambatan Ekonomi di Sumut

HARIAN9 author photo


MEDAN| H9
Proyeksi ekonomi Sumut diprediksi berada pada kisaran 1,2 – 1,6% (yoy) sejalan dengan penyesuaian harga komoditas ekspor utama di pasar internasional yang lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya serta dampak penyaluran dana Pemulihan Ekonomi Nasional di Sumut.

Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Sumut, Wiwiek Sisto Widayat mengatakan seluruh komponen permintaan diprediksi bias ke bawah, sementara komponen LU utama akan melambat, terutama perdagangan dan pariwisata. Sehingga ada 2 asumsi yang dapat membuat perlambatan pada perekomomian di Sumut.

"Untuk asumsi berat terjadi pada dampak langsung perdagangan internasional akibat pertumbuhan ekonomi Tiongkok turun 5% dari baseline. Dampak langsung penurunan devisa wisman akibat penutupan pintu masuk bagi wisman selama 9 bulan,"katanya, Kamis (8/10/2020).

Dampak dari penurunan pertumbuhan PDB Dunia turun 5,2% dari baseline serta penyesuaian harga komoditas ekspor utama di pasar internasional. Dampak langsung pass through kepada lapangan usaha akibat penurunan perdaganan internasional (I-O 2015) dan dampak penyaluran dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Sumut.

"Sedangkan asumsi sangat berat terjadi pada dampak langsung perdagangan internasional akibat pertumbuhan ekonomi Tiongkok turun 5% dari baseline. Dampak langsung penurunan devisa wisman akibat penutupan pintu masuk bagi wisman selama 9 bulan,"katanya.

Kemudian dampak dari penurunan pertumbuhan PDB Dunia turun 5,2% dari baseline serta penyesuaian harga komoditas ekspor utama di pasar internasional. Dampak langsung pass through kepada lapangan usaha akibat penurunan perdaganan internasional (I-O 2015).(PP04)


Komentar Anda

Berita Terkini