-->

Dalam Satu Jam, Operasi Yustisi di Perempatan Gelanggang Tindak 51 Pelanggar Prokes

HARIAN9 author photo
PALAS| H9
Operasi yustisi di Kabupaten Padang Lawas (Palas) terus dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan TNI, Polres Palas dan OPD (organisasi perangkat daerah) terkait.

Ini terlihat dari operasi di perempatan jalan, tepatnya di Simpang Jalan Veteran-Jalan Bakti- Gelanggang-jalan Sibuhuan-Sosopan, Kelurahan Pasar Sibuhuan, Kecamatan Barumun, Kabupaten Palas, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Jumat (02/10/2020). Yang dimulao sekira pukul 09.00 wib.

Meski operasi dalam rangka penegakan protokol kesehatan tidak hentinya di lakukan oleh jajaran Tim gabungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Palas, namun masih saja ditemukan warga yang melintas dengan tidak mematuhi protokol kesehatan.

Hal ini terbukti dari puluhan warga yang terkena razia. Di mana hanya dalam waktu satu jam, tim gabungan menjaring 51 warga yang melanggar protokol kesehatan.

“Dalam operasi selama satu jam di perempatan tersebut, kita berhasil menjaring 51 warga yang sedang melintas tidak menerapkan protokol kesehatan,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Palas (Kasat Pol PP dan Damkar) Kabupaten Palas Ronny Syaiful, S.Sos, MM.

Ronny melanjutkan, terhadap para pelanggar itu di lakukan pengisian BLANKO PELAKSANAAN PENERAPAN SANKSI (BPPS) PERBUP Padang Lawas No 31 Th 2020 oleh petugas, kemudian mengikuti sidang di tempat.

“Dari 51 warga yang terjaring operasi yang dilakukan jajaran Tim Gabungan Pemkab Palas Polres Palas bersama TNI tersebut pelanggar yang menjalani sanksi sosial,” ujarnya.

Operasi yustisi akan terus dilakukan oleh Polres Madiun bersama TNI dalam rangka penegakan hukum protokol kesehatan sebagai bentuk pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Kabupaten Padang Lawas.

"Dengan rutin dilakukannya operasi yutisi ini diharapkan masyarakat Palas lebih disiplin dalam melakukan protokol kesehatan. Agar bisa segera memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Mari jaga kesehatan, tingkatkan imun serta tetap patuhi protokol kesehatan Covid-19," tutupnya.

Ditambahkan Kabid Operasional Satpol PP dan Damkar Khairuddin Siregar, SE., Manimpo Halomoan Siregar, SE Kabid Damkar, dan Kabid Penegakan Perda Wyldan Ansyori MSi, Lebih lanjut mengatakan, melalui operasi yustisi ini bisa meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan.

“Mari kita patuhi prinsip 4M. Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak,” sebut Manimpo Halomoan Siregar, SE  ajaknya mengimbau. 

Kabid Penegakan Perda Wyldan Ansyori MSi., menjelaskan, terdapat 51 orang warga terjaring akibat tidak menggunakan masker. Kami Petugas razia yang terdiri dari personel gabungan ini, terlihat menegur dan memberi hukuman dan mengisi data. bagi warga, baik itu pejalan kaki, pengendara roda dua maupun roda empat yang tidak menggunakan masker.

Ke depannya bagi pelanggar yang sudah tercatat namanya dan masih ditemukan tidak menggunakan masker pada saat pelaksanaan operasi/razia akan dikenakan sanksi Denda adminstratif minimal Rp 5000,- maksimal Rp 200.000-, 
Penghentian operasional usaha, pekerjaan atau kegiatan., serta sanksi Pencabutan ijin usaha.

Sesuai denganINPRES NO.6 TH. 2020, dan Peraturan Bupati Padang Lawas No. 31 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian covid-19, yang telah ditetapkan pada tgl 19 Agustus 2020.“tegasnya.

Dan, apabila dalam operasi yustisi masih terjaring lagi akan dijatuhi kembali hukuman sanksi sosial atau sanksi denda administratif, karenab sudah pernah terjaring razia yustisi,  kita sudah berupaya terus dalam mensosialisasikan prokes ini, sebagai upaya memutus mata rantai Covid-1,” jelasnya. (WD41)

Komentar Anda

Berita Terkini