-->

Forwakes Sumut Berduka, Selamat Jalan Fitriadi......

harian9 author photo


MEDAN| H9
Kabar duka melanda insan pers Sumatera Utara, khususnya Medan. Fitriadi, 44, seorang jurnalis bidang kesehatan di Medan meninggal dunia akibat penyakit asam lambungnya kumat, Rabu (28/10) dinihari.

Nyawa anggota Forum Wartawan Kesehatan (Forwakes) Sumut ini, tak sempat tertolong setelah dilarikan ke RS Madani Jalan AR Hakim. Jenazahnya kemudian dibawa keluarga ke rumah duka di Jalan Prima Pasar 7 Beringin, Tembung, untuk disemayamkan.

Menurut Zulham, teman almarhum, Fitriadi tiba Rumoh Kupie Atjeh Jalan Menteng Raya pada Selasa (27/10) sekitar jam 23.00 Wib, untuk mengerjakan media online miliknya. Karena merasa lapar, sekitar jam 2.00 Wib, Fitriadi memesan makanan. Namun sebelum makanan datang, tiba-tiba Fitriadi mengeluh sakit di perutnya.

"Aduh, perut aku Zul," ucap Fitriadi pada Zulham. Beberapa detik kemudian, Fitriadi pun jatuh ke pangkuan Zulham. Melihat Fitriadi kritis, Zulham berusaha minta bantuan, tapi tak seorang pun berani mendekat.

Lalu Zulham pun mencari angkot dan membawa Fitriadi ke RS Madani. Tetapi di dalam perjalanan, Fitriadi sudah tidak bernyawa lagi. Sesampai di IGD RS Madani, tim medis menyatakan almarhum sudah meninggal dunia.

"Tadi malam ada orang pingsan di meja No 12. Pas dibawa masih hidup," ucap seorang karyawan Rumoh Kupie Atjeh, kepada wartawan, Kamis (29/10) dinihari.

Almarhum pun disemayamkan di rumah duka Jalan Prima Pasar 7 Tembung. Jenazah almarhum dikebumikan di pekuburan muslim Jalan Halat Medan.

Sejumlah kerabat berdatangan guna melayat jenazah almarhum di rumah duka. Almarhum yang pergi meninggalkan seorang istri dan 3 orang anak yang masih kecil-kecil dikenal sebagai sosok yang baik di kalangan jurnalis dan pekerja keras.

"Dia sangat baik dan suka menolong teman," ungkap Muhammad Yunan Siregar, Ketua Forum Wartawan Kesehatan (Forwakes) Sumut.

Yunan mengaku sangat kehilangan anggotanya. "Saya terkejut begitu membaca kabar di WAG Forwakes tentang almarhum meninggal dunia," sebutnya.

Forwakes Sumut menyerahkan santunan kepada keluarga almarhum yang diterima istri almarhum, Nurvidayati.

"Semoga almarhum diterima amal ibadahnya dan ditempatkan disisi Allah SWT, Aamiin," doa Yunan.

Semasa hidupnya, Fitriadi terkenal mudah bergaul, baik di lingkungan tempat tinggalnya maupun di lingkungan kerja. "Almarhum bahkan menggagas beberapa hal dalam keamanan kampung ini," ungkap tokoh masyarakat saat melepas jenazah almarhum untuk dishalatkan di Masjid Al Ikhwan, tak jauh dari rumah duka.

Sosok almarhum tak kenal lelah dalam mencari nafkah. Sehingga almarhum mengabaikan kesehatan dan waktu istirahatnya.

"Dia sudah kularang keluar rumah malam itu, tapi katanya sebentar saja. Tahu-tahu sudah begini," ungkap Nurvidayati, didampingi Wira, anak sulung Fitriadi yang masih duduk di kelas 6 SD, saat di ruang IGD RS Madani.

Keahliannya dalam bidang Informasi dan Teknologi (IT) sangat membantu perekonomian keluarganya. Almarhum juga bekerja sebagai layout di sejumlah media cetak. Bahkan, sejumlah media online di Kota Medan merupakan hasil karyanya.

"Almarhum juga youtuber. Banyak channel youtube yang sudah dimonetisasi," ungkap Donny teman Forwakes dan sesama Youtuber.

Donny mengungkapkan, sehari sebelumnya, almarhum sempat nongkrong bersamanya dan Arafat, seorang Jurnalis, di sebuah kafe di Jalan Halat, jam 21.00 wib.

"Kami selalu nongkrong di tempat itu. Banyak yang kami bahas, dari media online sampai konten youtube. Dia selalu membayar minuman kami. Kami benar-benar kehilangannya. Semoga wafatnya dalam keadaan husnul khatimah," ungkap Donny. 

Donny mengungkapkan, sekitar jam 2 lewat, dia terkejut setelah menerima telepon dari Arafat mengabarkan Fitriadi telah meninggal dunia. Mereka berdua pun dinihari itu langsung ke rumah sakit.(pp04)

Komentar Anda

Berita Terkini