-->

Kapolres Pimpin Langsung PAM Unjuk Rasa Damai Aliansi Mahasiswa Tapsel

harian9 author photo


 TAPSEL| H9
Kapolres Tapanuli Selatan (Tapsel) AKBP. Roman Smaradhana Elhaj, SH, SIK, MH, memimpin langsung Pengamanan (PAM) unjuk rasa damai yang dilakukan Aliansi Mahasiswa Tapanuli Selatan Berkumpul (AM TAPPUL) di Jalan Raya depan Gedung DPRD Tapsel Jalan Prop. Lafran Pane Komplek Perkantoran Pemkab Tapsel Sipirok, Selasa (20/10/2020). 

Kedatangan AM TAPPUL dengan massa yang berjumlah sekira 40 orang dipimpin koordinasi aksi Hamid Tambunan dan Riadi Siregar dibantu koordinator lapangan Yahya Habibi Nasution, Agus Halawa dan Wesly Gea serta penanggung jawab Aksi imanjuntak dan Andri Febriansyah ke gedung DPRD Tapsel guna menyampaikan sikap penolakan Undang-undang Cipta Kerja. 

Sementara puluhan personil dari Polrres Tapsel, Brimobdasu Yon C Sipirok dan Sat Pol PP Pemkab Tapsel juga melakukan pengawalan dan pengawasan ketat, dengan menutup kawasan menuju Komplek perkantoran Pemkab Tapsel. 

Dalam orasinya, para mahasiswa tetap menolak keras disahkannya UU Cipta Kerja karena merugikan rakyat kecil dan meminta agar para mahasiswa dapat bertemu dengan pimpinan dan anggota DPRD Tapsel. 

“ Kami menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja dan meminta kepada seluruh anggota DPRD Tapsel agar ikut serta menolak UU Omnibus Law secara lisan dan tertulis. Meminta kepada Ketua DPRD Tapsel agar mendesak Presiden RI membuat Perpu untuk menggagalkan UU Omnibus Law, meminta seluruh anggota DPR RI mencabut UU Omnibus Law dan mengecam keras tindakan represif oleh Kepolisian kepada mahasiswa / Demonstran di beberapa daerah Indonesia, “ ujar mahasiswa. 

Tidak berapa lama Ketua DPRD Tapsel Husin Sogot Simatupang bersama Kapolres Tapsel AKBP. Roman Smaradhana Elhaj, SH, SIK, MH, datang menemui para pengunjuk rasa dan langsung berbaur dengan para mahasiswa sambil sama-sama duduk bersila di jalan raya untuk menerima aspirasi mahasiswa serta berjanji akan menyampaikan tuntutan tersebut kepada pemerintah pusat di Jakarta. 

Ketua DPRD Tapsel Husin Sogot Simatupang mengatakan aspirasi dan masukan serta pernyataan sikap yang disampaikan adik-adik mahasiswa terkait penolakan UU Cipta Kerja akan kami tampung untuk disampaikan ke DPR-RI dan pemerintah pusat. 

“ Kami menerima apa yang menjadi aspirasi, tentunya kami akan meneruskan aspirasi dan kami akan menindaklanjuti aspirasi mahasiswa, terkait penolakan UU Omnibus Law, “ ujar Husin Sogot Simatupang yang di sambut tepuk tangan para pengunjuk rasa. 

Setelah berdialog dengan Ketua DPRD Tapsel dan Kapolres Tapsel, para mahasiswa secara tertib membubarkan diri untuk kembali ke kampus masing-masing dan dikawal oleh aparat kepolisian. 

Terpisah Kapolres Tapsel AKBP. Roman Smaradhana Elhaj, SH, SIK, MH merasa bersyukur, karena aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh para mahasiswa dari AM TAPPUL tersebut berlangsung damai dan kondusif. 

“ Kondusifitas tersebut terjadi tidak terlepas dari kesadaran para adik-adik mahasiswa selaku generasi muda dan intelektual yang tidak ingin adanya keributan akibat ulah para provokator yang ingin merusak hubungan antara mahasiswa dan pemerintah, “ ujar Roman. 

Ia juga mengapresiasi para mahasiswa yang berunjuk rasa karena menyampaikan tuntutan dengan tertib aman dan damai, serta mematuhi protocol kesehatan, sehingga Kabupaten Tapsel tetap kondusif. 

“ Menyampaikan pendapat di muka umum adalah bagian dari berdemokrasi. Namun harus dilakukan sesuai aturan dan etika agar tidak menggangu ketertiban umum dan ini telah ditunjukkan oleh para mahasiswa Tapsel yang dewasa dalam berdemokrasi, karena berlangsung dengan aman dan damai, “ ucap Roman.  (RI)

Komentar Anda

Berita Terkini