-->

Pemimpin Adil, Cerdas, Bijaksana, Aman dan Amanah Itu Pilihan

harian9 author photo
Oleh: Isa Anshari SF
Ketua Lembaga Hikmah & Kebijakan Publik  PD Muhammadiyah Kota Medan. 

Ketidakadilan hanya akan mengakibatkan terjadinya kerusakan, dimana orang yang salah diberi amanah, sedangkan orang yang benar dituduh sebagai pembuat onar. Ketidakadilan akan semakin mempercepat terjadinya kericuhan, kegaduhan bahkan kehancuran jika dilakukan oleh seorang pemimpin atau penguasa, sementara tidak ada satu pihak pun yang mampu memberikan perimbangan pendapat.

Sesungguhnya bagi seorang  pemimpin memang telah mendapatkan amanah untuk mengatur segala urusan masyarakat atau rakyat yang dipimpinnya. Makanya pada diri seorang pemimpin sudah melekat kekuasaan atau otoritas guna menentukan kebijakan dan keputusan. Namun demikian, semua harus dijalankan atas dasar iman, akal sehat dan kebijaksanaan untuk mencapai masyarakat merasa aman dan nyaman.

Kembali membaca sejarah tentang sejumlah perkara ini pemimpin yang tercantum dalam Al-Qur’an, terus mengulang-ulang kesewenang-wenangan menjadi gerbang kehancuran dan kenistaan seorang raja bernama Fir’aun. Fir’aun adalah contoh sosok pemimpin yang gagal menjalankan amanah dengan baik, malah ia semakin kehilangan akal sehat dalam menentukan beragam kebijakan dan keputusan.

Orang-orang yang dipilih Fir’aun berada di sekelilingnya justru orang yang jauh dari kredibilitas, kapabilitas dan keahlian. Mereka adalah orang-orang yang menyimpan pretensi dan menghendaki kehancuran. Seperi Haman adalah sosok orang yang sangat licik, kejam dan  membenci kebenaran. Seolah tidak ingin dari kalangan kaum Muslimin mengalami apa yang terjadi pada diri Fir’aun dan Haman.  

Makanya Nabi Muhammad SAW jauh-jauh hari memberikan panduan perihal kepemimpinan dengan mengutamakan sikap adil, yakni memberikan amanah kepada orang-orang yang kompeten. Jika tidak, maka kehancuran demi kehancuran pasti akan segera menimpa.

Sebagaimana hadist “Bila amanah disia-siakan, maka tunggulah kehancurannya. Dikatakan, bagaimana bentuk penyia-nyiaannya?. Beliau bersabda, “Bila persoalan diserahkan kepada orang yang tidak berkompeten, maka tunggulah kehancurannya”. (H.R. Bukhari).

“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi kerana Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu kerana ingin menyimpang darikebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjaan.” (QS. An-Nisa’ [4]: 135).

Nasehat Buya Hamka kepada bangsa ini. “Adil ialah menimbang sama berat, menyalahkan yang salah dan membenarkan yang benar, mengembalikan hak yang empunya dan jangan berlaku zalim di atasnya.”

Hadist: “Sesungguhnya yang menyebabkan orang-orang sebelum kalian binasa, jika orang terpandang di antara mereka mencuri, mereka membiarkan. Tapi bila yang mencuri orang lemah, mereka melaksanakan hukuman. Demi Allah, seandainya Fatimah putri Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam mencuri, niscaya aku potong tangannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Khusus Untuk Kota Medan, mestinya memilih pasangan pemimpin yang aman, artinya punya komitmen tinggi terhadap keadilan, bersih dari persoalan hukum. Sehingga mampu mengendalikan diri sendiri untuk  kemajuan pembangunan kota.   Tentunya tidak setiap bisikan itu  dianggap kebenaran. Hal inilah yang bisa merusak kemaslahatan rakyat. Bahkan bisa terjadi tanpa  sadar  sang pemimpin dapat menjadi alat yang merusak kebaikan-kebaikan dalam kehidupan masyarakat atau rakyat.

Selain itu, kriteria memilih seorang pemimpin sebaiknya dengan pertimbangan iman, akal sehat. Karena untuk kemaslahatan hidup orang banyak.  Sebab Kota Medan ini membutuhkan pemimpin kapabel dalam mengemban amanah dan menguasai/ memahami wilayahnya untuk pembangunan,  bukan soal cepat atau lambat, tapi tepat dan maslahat. 

Karena menjalankan amanah kepemimpinan harus dengan prinsip ketepatan, bukanlah karena  cepatnya wilayah dalam hitungan luas yang ditaklukkan. Tetapi bagaimana wilayah yang telah dikerjakan, bisa benar-benar kokoh, jika dikelola dalam iman dan perbuatan. Sehingga kedepannya ketika kepemimpinannya telah selesai waktunya, ada generasi yang siap melanjutkan perjuangannya.

Terkait dengan kebijakan pemimpin, untuk memperoleh kemaslahatan diawali dengan melahirkan rasa aman dan nyaman. Konteks kebijakan dan keputusan seorang pemimpin semua harus  punya wawasan dan kecerdasan dalam menguasai wilahyah yang dipimpinnya. Kebijakan dan keputusan sebaiknya harus diteliti sedemikian rupa agar diri tetap dalam kebijaksanaan. Sehingga kemaslahatan yang diharapkan bukan hanya impian  yang tak pernah bisa diwujudkan, hanya karena merasa berwawasan, ternyata cara, metode dan waktu pelaksanaannya tidak terkuasai.

Maka dari itu,  sesungguhnya harapan untuk mendapatkan pasangan pemimpin ideal, aman, dan tentram yang mampu membawa perubahan di masyarakat adalah harapan yang melintasi hampir tiap generasi anak bangsa sepanjang sejarah. 

Menurut analisis at-Tabrizi, fungsi pemimpin mengarahkan dan menjaga rakyat agar tetap berada dalam koridor keamanan, keadilan, keseimbangan, dan kesejahteraan, baik dunia maupun akhirat. Dalam mengemban amanah dan menjalankan pemerintahan. Pemimpin yang mendapat kepercayaan rakyat harus mengedepankan prinsip keadilan. Sebab, berbuat adil adalah pangkal segala keutamaan. Terwujudnya keadilan dalam sebuah komunitas masyarakat akan menciptakan rasa aman stabilitas nasional dan menyejahterakan kehidupan rakyat.

Dengan keadilan, keberlangsungan hidup orang banyak bisa terjaga dengan baik. Bahkan, keadilan digunakan sebagai barometer untuk mengukur sejauh mana rezim yang berkuasa bisa memperoleh dukungan dan simpati dari rakyat.. Keadilan dijadikan landasan utama untuk menetapkan hukum di antara manusia. Sebab, di sanalah letak keberhasilan seorang pemimpin untuk menyampaikan dan melaksanakan amanah yang diberikan. (refrensi: hidayatullah; kompasiana)


Komentar Anda

Berita Terkini