-->

Pengrajin Sumut Dibekali Literasi Keuangan dan Digital

HARIAN9 author photo
MEDAN | H9
Upaya menjadikan ekonomi kreatif sebagai kekuatan ekonomi nasional membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Salah satu bentuknya adalah membekali para pelaku ekonomi kreatif dengan keahlian yang relevan saat ini, seperti digital dan literasi keuangan.

Hal ini disampaikan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumatera Utara (Sumut) Nawal Edy Rahmayadi saat membuka Webinar Sosialisasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan Marketplace kepada UMKM binaan Dekranasda se-Sumut dalam rangka Peringatan Bulan Inklusi Keuangan 2020, Senin (5/10), secara virtual dari Rumah Dinas Gubernur Sumut Jalan Sudirman Nomor 41 Medan.

"Oleh karena itu, kami dari Dekranasda sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas terselenggaranya webinar yang melibatkan berbagai pihak. Hal ini menjadi komitmen dan sinergi bersama untuk mendukung eksistensi dan kemajuan pelaku usaha kreatif di Sumut," ujar Nawal, yang juga didampingi oleh Wakil Ketua Dekranasda Sumut Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah.

Kekuatan ekonomi kreatif Sumut khususnya kriya atau kerajinan tangan, menurut Nawal, tidak hanya terletak pada melimpahnya bahan baku. Tetapi juga keunikan tradisi dan budaya yang tercermin dalam hasil kerajinan.

"Dekranasda berkomitmen untuk terus mendukung pelaku ekonomi kreatif Sumut untuk menguatkan branding nasional dan meningkatkan kesejahteraan pengrajin," ucapnya.

Kepada para peserta dari seluruh kabupatan/kota, Nawal berpesan untuk mengikuti kegiatan webinar dengan sungguh-sungguh, khususnya dari para narasumber yang akan memberikan wawasan dan keahlian baru untuk mendongkrak keberhasilan usaha lewat platform digital dan akses terhadap sektor jasa keuangan.

Berikutnya, Direktur Utama PT Bank Sumut Muchammad Budi Utomo sebagai salah satu pihak penyelenggara menyampaikan bahwa Bank Sumut senantiasa berkomitmen menyalurkan kredit yang sehat dan tepat sasaran terhadap sektor UMKM. Penyaluran KUR oleh Bank Sumut akhir September 2020, lanjut Budi Utomo, sebesar Rp1,1 triliun dan kredit UMKM lainnya sebesar Rp856 miliar dengan jumlah nasabah 33.063 debitur.

"Selain akses permodalan, PT Bank Sumut juga mendukung pengembangan UMKM melalui pembinaan, membantu promosi usaha, pengadaan sentra UMKM. Ke depan, kami juga akan siapkan pojok UMKM untuk membantu promosi dan perluas pangsa pasar, serta peningkatan penjualan melalui online," terang Budi Utomo.

Kepala OJK Regional V Sumut Yusup Ansori menjelaskan bahwa Bulan Inklusi Keuangan yang diperingati pada bulan Oktober bertujuan untuk mendorong perluasan akses keuangan bagi masyarakat serta untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional (PEN). Adapun tema yang diangkat tahun ini yakni Satukan Aksi Keuangan Inklusif untuk Indonesia Maju (AKSESSKU).

"Untuk mempercepat pemerataan dan perluasan akses keuangan bagi masyarakat telah dibentuk TPAKD. Alhamdulillah, per Maret 2020, TPAKD Provinsi Sumut dan seluruh kabupaten/kota telah terbentuk. Apresiasi dan terima kasih kami ucapkan kepada seluruh kepala daerah," tutur Yusup.

Salah satu program TPAKD adalah mewujudkan UMKM yang bermartabat dan bersaing global. Untuk itu, kata Yusup, webinar hari ini yang terselenggara atas kerja sama dengan Dekranasda Sumut, TPAKD Sumut, dan PT Bank Sumut bertujuan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan serta asistensi menuju platform digital atau marketplace.

Adapun webinar diisi para pemateri dari OJK, PT Bank Sumut, dan mewakili marketplace PT Shopee Indonesia. Materi terkait Pengembangan Bisnis, Akses Kredit Usaha Rakyat, dan Digitalisasi UMKM binaan Dekranasda se-Sumut. Saat itu, dilakukan pula penyerahan secara simbolis KUR kepada para pelaku UMKM binaan Dekranasda.

Turut hadir Sekretaris TPAKD sekaligus Kepala Biro Perekonomian Setdaprovsu Ernita Bangun, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut Riadil Akhir Lubis, Plt Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumut Ridho Haikal.(pr01)
Komentar Anda

Berita Terkini