-->

Pimpinan DPRD dan Forkopimda Padangsidimpuan Sambut Ratusan Mahasiswa Dengan Duduk Bersila di Jalan

HARIAN9 author photo




PADANGSIDIMPUAN| H9
Pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padangsidimpuan bersama Kapolres Padangsidimpuan AKBP. Juliani Prihartini, SIK, MH dan Dandim 0212/TS Letkol Inf Rooy Chandra Sihombing, SIP, sambut ratusan mahasiswa yang melakukan aksi damai penolakan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja dengan duduk bersama di jalan raya depan Kantor DPRD Kota Padangsidimpuan, Jum,at (16/10/2020).

Unjuk rasa mahasiswa dari elemen dan organisasi seperti Ikatan Mahasiswa Muhammadyah (IMM), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), HIMMAH dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi se-Kota Padangsidimpuan berjalan dengan aman, damai dan kondusif.

Sementara ratusan personil dari Polres Kota Padangsidimpuan dan BKO dari Polres Tapsel, Polres Madina, Sibolga serta Yon Brimobdasu Dtacemen C Tapsel juga melakukan pengawalan dan pengawasan ketat, dengan menutup kawasan Jalan Sudirman, serta memasang kawat berduri di depan gedung DPRD Kota Padangsidimpuan.

Dalam orasinya, para mahasiswa tetap menolak keras disahkannya UU Cipta Kerja karena merugikan rakyat kecil dan meminta agar para mahasiswa dapat bertemu dengan pimpinan dan anggota DPRD Kota Padangsidimpuan.

Tidak berapa lama Ketua DPRD Siwan Siswanto, SH bersama Wakil Ketua, Rusydi Nasution,  dan beberapa anggota dewan datang menemui para pengunjuk rasa dan langsung brbaur dengan para mahasiswa sambil sama-sama duduk brsila di jalan raya untuk menerima aspirasi mahasiswa serta berjanji akan menyampaikan tuntutan tersebut kepada pemerintah pusat di Jakarta.

Ketua DPRD Kota Padangsidimpuan Siwaan Siswanto, SH mengatakan aspirasi dan masukan serta pernyataan sikap yang disampaikan adik-adik mahasiswa terkait penolakan UU Cipta Kerja akan kami tampung untuk disampaikan ke DPR-RI dan pemerintah pusat.

“ Kami menerima apa yang menjadi aspirasi, tentunya kami akan meneruskan aspirasi dengan bentuk surat kepada Pemprov Sumut sebagai perpanjangan tangan pusat. Kami menindaklanjuti aspirasi mahasiswa, trkait penolakan UU Omnibus Law, “ ujar Siwan Siswanto, yang di sambut tepuk tangan para pengunjuk rasa.

Setelah berdialog dengan pimpinan dan anggota DPRD Kota Padangsidimpuan, para mahasiswa secara tertib membubarkan diri untuk kembali ke kampus masing-masing dan dikawal oleh apoarat kepolisian.

Terpisah Kapolres Padangsidimpuan AKBP.Juliani Prihartini S.IK.MH bersama Dandim 0212/TS Letkol Inf Rooy Chandra Sihobing, SIP merasa bersyukur, karena aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut berlangsung damai dan kondusif.

“ Kondusifitas tersebut terjadi tidak terlepas dari kesadaran para adik-adik mahasiswa selaku generasi muda dan intelektual yang tidak ingin adanya keributan akibat ulah para provokator yang ingin merusak hubungan antara mahasiswa dan pemerintah, “ ujar Juliani.

Dandim 0212/TS Letkol Inf Rooy Chandra Sihobing, SIP juga mengapresiasi para mahasiswa yang berunjuk rasa karena menyampaikan tuntutan dengan tertib aman dan damai, sehingga Kota Padangsidimpuan tetap kondusif.

“ Menyampaikan pendapat di muka umum adalah bagian dari berdemokrasi. Namun harus dilakukan sesuai aturan dan etika agar tidak menggangu ketertiban umum dan ini telah ditunjukkan oleh para mahasiswa Kota Padangsidimpuan yang dewasa dalam berdemokrasi, karena berlangsung dengan aman dan damai, “ ucap Rooy Chandra. (WD.014) 

Komentar Anda

Berita Terkini