-->

PLN Ingatkan Pelanggan Bayar Listrik Tepat Waktu

harian9 author photo


PADANGSIDIMPUAN| H9
PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Padangsidimpuan Kota terus mengingatkan kepada pelanggan agar membayar tagihan listrik tepat waktu, untuk menghindari pemutusan dari petugas.

" Bayarlah tagihan listrik sebelum tanggal 20 setiap bulan, untuk menghindari pemutusan listrik, ," kata Manager PT PLN ULP Padangsidimpuan Kota Deppin Samsuri Harahap didampingi Supervisor Pelayanan Pelanggan Asni Siti Ratnasari, Jumat (23/10/2020).

Disebutkannya, di tengah pandemi Covid-19 dengan banyak aktivitas dilakukan di rumah saat ini, listrik menjadi partner dalam mencukupi berbagai kebutuhan kehidupan, antara lain mendengarkan musik, menonton televisi, menyalakan pengatur suhu ruangan. 

" Begitu pula dalam bekerja, energi listrik membantu kita menghidupkan mesin dan menyalakan peralatan elektronik sehingga kerja kita lebih mudah yang merupakan sebuah gaya hidup baru dengan menggunakan peralatan serba elektrik yang bebas emisi dan ramah lingkungan dan apa jadinya kita hidup tanpa listrik ?, " katanya. 

Ia mengungkapkan bahwa energi listrik kebutuhan primer, sedangkan PLN selalu berinovasi untuk meningkatkan kualitas dan layanan. Dalam rangka memenuhi penyediaan kebutuhan listrik tersebut dan meningkatkan kualitas serta layanan, PLN membutuhkan biaya yang cukup besar. Biaya tersebut salah satunya diperoleh dari pembayaran rekening listrik oleh pelanggan. 

" Untuk itu, kami sangat mengharapkan partisipasi pelanggan dalam membayar rekening listrik tepat waktu sebelum tanggal 20 setiap bulan, agar pelanggan tidak dikenakan sangsi pemutusan jaringan listrik, " katanya.

Dia menambahkan di tengah pandemi saat ini, pembayaran listrik lebih mudah, di mana PLN telah bekerja sama dengan bank dan PT Pos yang dikenal dengan Payment Point On Line Bank (PPOB), sehingga pelanggan pun bisa membayar listrik di mana saja, mulai dari Kantor Pos, Alfamart, Indomaret, bahkan di warung terdekat yang memiliki mesin EDC, termasuk melalui 'delivery channel bank', seperti ATM, SMS banking, dan internet banking.

" Masyarakat tidak perlu keluar rumah untuk membayar listrik. Sedangkan semua tagihan bisa dilakukan dalam satu genggaman lewat telepon pintar, termasuk bayar tagihan listrik atau beli token dan dengan begitu, masyarakat bisa melakukan pembayaran tepat waktu sebelum tanggal 20 setiap bulan untuk menghindari pemutusan, " terangnya.

Supervisor Pelayanan Pelanggan Asni Siti Ratnasari juga menambahkan, tentang banyaknya keluhan pelanggan terkait dengan pemutusan sementara karena keterlambatan pembayaran listrik.

" Bagi pelanggan yang menunggak pembayaran satu bulan akan dikenakan sangsi pemutusan jaringan listrik, artinya pelanggan harus ikhlas hidup sementara tanpa listrik, menunggak dua bulan alat pengukur dan pembatas (APP) akan dilepas dan dipindahkan kemeteran pra bayar dan menunggak tiga bulan, harus siap kehilangan status pelanggan, " tegasnya.

Dia menjelaskan pembayaran rekening listrik dapat dilakukan pada 1 sampai 20 setiap bulan. Apabila melewati dari waktu pembayaran yang telah ditetapkan pelanggan akan dikenakan sanksi berupa pemutusan sementara yang disertai dengan biaya keterlambatan dan pembongkaran rampung (apabila melebihi 60 hari).

" Biaya keterlambatan itu dikenakan atas tiap lembar rekening dihitung untuk tiap bulan keterlambatan sesuai dengan golongan tarifnya. Jika pelanggan yang sudah dibongkar rampung dan dicabut kabel Sambungan Rumah (SR), KWH meter dengan MCB, untuk penyambungan listrik pelanggan kembali akan dapat dilakukan jika pelanggan telah melunasi tunggakan dan membayar biaya pasang baru, " jelasnya, sembari menjelaskan, pihaknya akan memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk mendapatkan layanan PLN melalui penggunaan telepon pintar, yaitu dengan New PLN Mobile yang PLN sediakan untuk kemudahan pelanggan dalam berhubungan dengan PLN. (WD.014)
Komentar Anda

Berita Terkini