-->

Positif Covid-19 di Paluta, Nakes Menolak Pindah Ke Isolasi Terpadu

HARIAN9 author photo


PALUTA|H9
Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) batal melakukan pemindahan pasien terkonfirmasi Covid-19 khususnya tenaga kesehatan (Nakes) ke tempat Isolasi Terpadu di Hotel Purba Margana, Aek Godang, Kecamatan Hulu Sihapas.

Pembatalan proses pemindahan ini diakibatkan adanya penolakan dari Nakes yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 saat prosesi pemindahan pasien di RSUD Aek Haruaya, Selasa (20/10).

“Untuk sementara ini proses pemindahan pasien atau Nakes yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 dibatalkan atau di pending, karena yang bersangkutan dan keluarganya menolak untuk dipindahkan,” ujar ketua GTPP Covid-19 kabupaten Paluta Andar Amin Harahap SSTP MSi melalui Juru bicara Lairar Rusdi Nasution SSTP, Selasa (20/10).

Ia menyampaikan, sempat ada 3 orang Nakes yang mau untuk dilakukan pemindahan ke tempat isolasi terpadu yang sudah disediakan yakni hotel Purba Margana di Aek Godang, Kecamatan Hulu Sihapas. 

Namun karena sebagian besar lagi menolak, akhirnya ketiga orang tersebut juga ikut menolak untuk dilakukan pemindahan.

“Tadi ada 3 orang yang bersedia, tapi karena sebagian besar tidak bersedia, mereka juga ikutan tidak bersedia lagi dipindahkan,” jelasnya.

Untuk itu, dengan adanya penolakan untuk pemindahan dari pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang merupakan kalangan Nakes ini, pihak GTPP Covid-19 kabupaten Paluta akan melakukan rapat koordinasi hari ini juga terkait penentuan langkah atau tindakan selanjutnya.

Senada, Kadis Kesehatan kabupaten Paluta dr Sri Prihatin mengatakan bahwa untuk saat ini pihak GTPP Covid-19 kabupaten Paluta akan melakukan rapat koordinasi terkait penetapan langkah selanjutnya.

“Kita sedang melakukan rapat koordinasi untuk langkah dan tindakan selanjutnya,” ucapnya singkat.

Sebelumnya, Jubir GTPP Covid-19 kabupaten Paluta Lairar Rusdi Nasution SSTP menyampaikan bahwa tercatat sebanyak 16 orang pasien atau Nakes yang diisolasi di ruang isolasi RSUD Aek Haruaya, sementara sisanya sebanyak 42 orang melakukan isolasi mandiri di kediaman masing-masing.

Lairar mengungkapkan, dari 42 orang pasien terkonfirmasi tersebut ada 10 orang yang sudah dinyatakan sembuh, namun hingga saat ini kita belum mendapatkan hasil resmi dari tim gugas tugas Covid-19 Sumatera Utara.

“Direncanakan, untuk teknis pelaksanaan pasien yang berdomisili di sekitaran Kecamatan Padang Bolak dan Portibi hari ini (Selasa, 20/10) akan dijemput oleh Tim Gustu dan dikumpulkan di RSUD Aek Haruaya, selanjutnya diantar ke Gedung Isolasi Terpadu. Untuk pasien di luar kedua kecamatan tersebut akan langsung diantar ke Tempat Isolasi dengan difasilitasi oleh FKTP/Puskesmas setempat,” ujarnya.


Diketahui data pasien terkonfirmasi Covid-19 di Paluta hingga hari ini (Selasa, 20/10) sebanyak 58 orang, 19 orang sembuh dan 1 orang meninggal dunia.


Pantauan, saat proses rencana pemindahan pasien atau Nakes terkonfirmasi positif Covid-19 di RSUD Aek Haruaya, sempat terjadi adu mulut antara petugas GTPP Covid-19 kabupaten Paluta dengan pasien yang menolak untuk dipindahkan.


Hadir dalam rencana pemindahan pasien tersebut, Asisten I Saripuddin Harahap, Kadinkes Paluta dr Sri Prihatin, Kepala BPBD Khairul Harahap, Pabung 0212 TS Mayor (ARM) Hasran Harahap, Direktur RSUD Aek Haruaya dr Anita, Camat, personil TNI/Polri beserta sejumlah petugas yang memakai APD untuk proses pemindahan.(WD-009)

Komentar Anda

Berita Terkini