-->

Protes Belum Terima BLT, Ratusan Warga Datangi Kantor Desa Sibuhuan Julu

harian9 author photo


PALAS| H9
Ratusan warga protes dan mengamuk di kantor Desa Sibuhuan Julu, Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang Lawas, (Palas), Sumatera Utara (Sumut), karena bantuan langsung tunai (BLT) dana desa untuk tahap III, IV, V, dan VI yang belum bisa dibagikan kadesnya. Sabtu, (31/10/2020).

Mereka mendesak kepala desa segera membagikan dana BLT kepada warga yang telah ditetapkan sebagai penerima.

Perwakilan Masyarakat desa setempat, RH mengungkapkan data penerima BLT dana desa sudah ditetapkan bersama kepala desa, badan permusyawaratan desa (BPD), tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda, di Desa Sibuhuan Julu.

Namun, kata RH, Tetapi sampai saat ini , sudah memasuki bulan Oktober baru dua kali warga menerima BLT, yakni tahap pertama dan tahap kedua sebesar Rp.600.000. Padahal, tahap ketiga BLT dana desa sebesar Rp.600.000.  seharusnya telah dibagikan kepada penerima. Begitu juga untuk tahap ke IV, V dan ke VI yang nilai besarannya yang diterima oleh penerima sebesar Rp. 300.000 pertahap. Katanya.

Masyarakat Desa Sibuhuan Julu yang berhak menerima masih belum menerima informasi tentang pembagian dana BLT tersebut. Padahal, mayoritas penerima BLT di Kecamatan Barumun telah mendapatkan bantuan.

Pernyataan RH pun mendapat dukungan dari ratusan warga yang melakukan aksi protes di depan kantor desa tersebut. 

Dalam aksi itu, warga meminta penjelasan kepada kepala desa, untuk dapat diterangkan kades kepada warga terkait belum cairnya blt kepada penerima.

"Kami minta kades segera dibagikan. Serta penjelasannya. Mengapa belum bisa dicairkan? Masyarakat tidak bodoh sekarang," tegas RH di halaman kantor Desa Sibuhuan julu.saat terjadi pertemuan dengan kades, perangkat desa dan lainnya.

Ditambahkan warga lainnya, sebanyak 180 warga desa Sibuhuan Julu menerima BST, yang penyalurannya dilakukan di kantor Pos, dan sudah memasuki pembayaran bantuan ke tujuh.

Namun dana BLT dari dana desa baru disalurkan dua tahap. Kan kita binggung, dan kita pertanyakan.

"Yang membuat kita semakin heran dan bertanya, kenapa BLT dari dana desa baru dua tahap dibagikan, padahal ini sudah masuk Oktober yang seharusnya sudah masuk tahap IV," ungkap seorang warga lainnya.

Kepala Desa Sibuhuan Julu Hasan mengatakan, dirinya berhati-hati mengelola keuangan desa terutama BLT selama pandemi virus corona atau Covid-19. penyaluran BLT harus sesuai kriteria yang ditetapkan pemerintah pusat. 

Menurut keterangan dari kepala desa Sibuhuan Julu, Hasan Hasibuan bersama anggota BPD dan perangkat desa, bahwa di desa Sibuhuan Julu penerima BLT mencapai 246 sebagai penerima BLT.

Sedangkan penerima BST awalnya sebanya 46 orang, tetapi karena keterbatasan dana desa akhirnya penerima BST bertambah menjadi 180 keluarga.

Setelah kepala desa didesak warga, akhirnya ia berkenan merealisasikan dana BLT kepada warga penerima dalam waktu dekat ini, atau didalam bulan November ini. (WD41)

Komentar Anda

Berita Terkini