-->

Remaja Perempuan Diharapkan Produktif di Era Adaptasi Baru Covid 19

HARIAN9 author photo


MEDAN| H9
Pandemi COVID-19 di Indonesia sudah berjalan lebih dari 7 bulan, yang  terjadi sejak bulan Maret 2020. Selama itu sudah banyak imbasnya, tidak hanya pada kesehatan masyarakat, tapi juga dampak sosial dan ekonomi. 

Perekonomian nyaris terhenti, banyak industri yang tidak beroperasi, pemutusan hubungan kerja (PHK) terjadi dimana-mana. Namun masyarakat tidak boleh berhenti dan tidak boleh putus asa.

Dr. Haikal, S.H, Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Utara, mengatakan melalui usaha kecil dan menengah (UKM) diharapakan dapat menghidupkan dan menggerakkan perekonomian dengan bekerjasama pada pemerintah melalui Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Utara.

"Mari kita bersinergi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sumatera Utara, FK PUSPA Sumut, dan kelompok-kelompok penggiat perempuan dan anak, juga harus bersinergi untuk mendampingi koperasi dan UKM agar perekonomian masyarakat bisa bangkit dan keluarga tidak tercerai-berai karena kesulitan ekonomi," katanya pada acara Zoominar yang diselenggarakan oleh FK PUSPA Sumatera Utara, bekerjasama dengan Kementerian PPPA dan Dinas PPPA Sumut, Rabu (14/10/2020).

Dikatakannya Dinas Koperasi dan UKM sedang mengembangkan banyak inovasi untuk mewadahi pelaku usaha perempuan, termasuk merancang pasar tradisional perempuan.  

Acara yang dimoderatori oleh Misran Lubis (Ketua FK PUSPA Sumut) mengundang tiga remaja perempuan pelaku bisnis UKM untuk memberikan testimoni bisnis. Tiga remaja perempuan ini mewakili 45 orang pelaku bisnis rumahan dan ukm yang ada di Belawan, Marelan, Sunggal dan Binjai. 

Yakni Aura Lovrinal Indrani dari Binjai. Ramadita Sari dari Belawan. Dan Arzety Pratiwi dari Marelan. Meski hanya paparan singkat, namun ketiga remaja inspiratif ini membeirkan motivasi besar kepada peserta Zoominar yang sebagian besar adalah remaja perempuan. 

Hj. Nurlela, S.H, M.Ap, selaku Kepala Dinas PPPA Sumut mengatakan, ketiga remaja inspiratif ini merupakan contoh yang sangat positif, dan inilah yang kita harapkan selalu mucul dimasyarakat. 

"Ada optimisme walaupun kita sedang dalam situasi sulid karena pembatasan sosial akibat pandemi covid-19. Memang tidak mudah untuk menjalankan bisnis saat ini.

"Namun pemerintah provinsi Sumatera Utara tidak akan tinggal diam, kami akan terus mendampingi dan bersinergi dengan semua pihak terkait, terutama Dinas Koperasi dan UKM, Dekranas Daerah, dan LSM-LSM yang konsern mendampingi perempuan dan anak,"ujarnya.

Pihaknya akan bersama-sama dengan Dinas koperasi dan UKM untuk mendampingi adek-adek remaja perempuan ini agar usahanya memiliki legalitas, sertifikat halal, dan termasuk masalah pemasarannya.  

Indra Gunawan, S.K.M., M.A, Deputi Partisipasi Masyarakat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PM-KPPPA RI) mengatakan situasi nasional dan arahan strategis Menteri PPPA RI adalah bagaimana menjaga keluarga, karena penyebaran covid-19 cukup besar pada kluster keluarga. 

"Oleh karenanya KPPPA disamping memperkuat edukasi protokol keluarga, juga mendukung upaya-upaya masyarakat melalui sinergi untuk pemberdayaan perempuan, termasuk remaja perempuan," ujarnya.

Misran Lubis selaku moderator menegaskan, bahwa FK PUSPA Sumut akan menindaklanjuti berbagai peluang sinergi yang terangkum dalam diskusi ini. Karena situasi saat ini membutuhkan sinergi yang lebih kuat. 

"Hal ini untuk merespon temuan-temuan lapangan, dimana banyak keluarga yang sudah kehilangan pekerjaan atau penghasilan, mendorong banyak keluarga rentan secara ekonomi. Bagi perempuan, kondisi pandemi dan pembatasan sosial ini juga meningkatkan beban tanggung jawab mereka, karena mereka memikul banyak beban peran domestik, ditambah lagi juga mungkin beban finansial keluarga,"katanya.

Perempuan dan anak adalah kelompok paling rentan menerima dampak langsung maupun turunan dari situasi tersebut. Khususnya anak perempua atau remaja perempuan, mengalami banyak kekerasan, dimulai dengan perkawinan diusia anak, kekerasan dalam rumah tangga, single parent diusia muda, dan perempuan juga mengalami kesenjangan yang besar terhadap akses informasi dan teknologi. 

"Oleh karenanya, melalui inisiatif FK PUSPA Sumut dan komunitas remaja perempuan Belawan Bahari, Marelan, Sunggal dan kota Binjai, ditengah pandemi covid-19 telah memulai adanya berbagai bisnis rumahan dan bisnis mikro yang dikembangkan dengan adaptasi situasi pandemi covid-19. Untuk memperluas jangkauan kelompok wirausaha perempuan muda dan juga pengembangan bisnis kita akan meningkatkan kolaborasi mutipihak, termasuk sektor swasta," pungkasnya. (PR01)

Komentar Anda

Berita Terkini