-->

BPS Sumut Catat Peristiwa pada Triwulan III-2020

harian9 author photo


MEDAN| H9
Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut mencatat ada beberapa peristiwa yang terjadi di Provinsi Sumut. Dimana peristiwa tersebut menjadi langkah untuk melakukan kebijakan dalam peningkatkan pertumbuhan ekonomi dimasa pandemi.

Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Taulina Anggarani  menyebutkan catatan peristiwa yang terjadi di Sumut yakni produksi tanaman pangan meningkat karena ada panen raya padi bulan Agustus dan September 2020. Produksi tanaman hortikultura menurun karena pengaruh Erupsi Gunung Sinabung. Produksi peternakan meningkat pada triwulan III 2020 karena Hari Raya Idul Adha 1442 H. Produksi pertambangan minyak bumi dan gas bumi menurun dan masih dibawah target Nasional.

 "Kemudian industri pengolahan menurun karena industri makanan dan minuman menurun. Realisasi Pengadaan Semen meningkat pada triwulan III 2020. Informasi dan Komunikasi meningkat karena jumlah pelanggan aktif dan trafik layanan data meningkat,"katanya, Senin (9/11/2020).

Kemudian disambung dengan  jumlah Belanja Pegawai APBD dan APBN menurun.Jumlah Wisatawan Mancanegara yang datang ke Sumatera Utara menurun. Dibandingkan triwulan III-2019, pengeluaran konsumsi rumah tangga turun karena menurunnya pengeluaran pada semua sektor, terutama pada sektor transportasi, rekreasi dan budaya, serta penginapan dan hotel  Sedangkan dibandingkan triwulan II-2020, pengeluaran konsumsi rumah tangga meningkat.

"Dibandingkan triwulan III-2019, pengeluaran lembaga non-profit yang melayani rumah tangga turun terutama pada organisasi sosial. Namun, meningkat jika dibandingkan triwulan II-2020 terutama pada organisasi kemasyarakatan," ujarnya.

  Dibandingkan triwulan III-2019, pengeluaran pemerintah turun karena belanja pegawai turun  Namun, terjadi kenaikan jika dibandingkan triwulan II-2020 karena adanya realisasi bantuan erupsi gunung sinabung dan penanganan COVID-19.

"Ekspor dan impor turun (y-on-y) karena masih adanya dampak dari COVID-19 meskipun secara q-to-q terjadi kenaikan,"pungkasnya. (pp04) 


Komentar Anda

Berita Terkini