-->

Dilantik Sebagai Ketua APPSI Sumut, Ini 4 Langkah Utama yang Akan Dilakukan Husni

HARIAN9 author photo


MEDAN| H9
Muhammad Husni resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Provinsi Sumatera Utara. Pelantikan berlangsung di Medan Club, Jalan Kartini Medan, Sabtu (14/11/2020).

Usai dilantik, pria yang akrab disapa Husni dan juga menjabat sebagai Kadis Pertamanan dan Kebersihan Kota Medan menjelaskan ada 4 langkah utama yang akan dilakukan. Pertama, melakukan konsolidasi dengan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) APPSI se-Sumut. Husni menjelaskan target untuk tahun 2020 ialah Bagaimana agar semua DPD itu membentuk sebuah tingkatan di Sumatera Utara. 

Kedua, menghimpun data base pedagang yang ada di Sumatera Utara. Menurut Husni, dengan data base itu nantinya akan melakukan peningkatan derajat dan martabat para pedagang pasar. 

“Langkah yang ketiga ialah membangun kerja sama yang baik dengan pemerintah. Baik dengan pemerintah provinsi ataupun APPSI daerah di tingkat kabupaten kota. Hal ini bertujuan agar terjadi sinergi dalam membangun persepsi ekonomi untuk pedagang pasar yang satu muara,” jelasnya.

Keeempat, meningkatkan derajat para pedagang pasar melalui penguatan secara ekonomi, baik itu simpan pinjam maupun pengembangan pendampingan. Dengan demikian kebutuhan para pedagang dapat dipenuhi dan ekonomi di Sumatera Utara dapat meningkat nantinya.

Untuk tahun 2021 mendatang, Husni optimistis transaksi ekonomi para pedagang pasar kembali normal bahkan meningkat. Menurutnya, hal itu perlu dibangun karena harus selalu berharap dan yakin pandemi COVID-19 ini segera berakhir. 

Terkhusus di masa pandemi COVID-19, Husni tidak lupa mengimbau masyarakat, khususnya pedagang untuk selalu menggunakan masker selama beraktivitas di luar rumah, terkhusus di pasar. Serta selalu mencuci tangan usai melakukan transaksi jual beli.

“Hal lain yang tak boleh lupa ialah melakukan upaya peningkatan daya tahan tubuh dengan minum vitamin. Kemudian tetap happy dan tetap semangat agar pedagang sehat dan daya saingnya juga meningkat,” ungkapnya. 

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Sumut Riadil Akhir Lubis mengatakan, pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengucapkan selamat atas dilantiknya pengurus APPSI Sumut yang baru. Ia sangat berharap APPSI Sumut di bawah kepemimpinan Muhammad Husni dapat membantu pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara, terkhusus di masa pandemi COVID-19.

“Pedagang dan pasar itu tidak dapat kita pisahkan. Di satu sisi kita harapkan cara berdagang yang baik, jujur, dan timbangan jangan dikurangi,” ujarnya. 

Ia juga menegaskan agar pasar yang sudah disediakan oleh pemerintah dapat dijaga dengan baik. Bahkan ia berharap agar pasar-pasar tradisional yang ada di Sumut mendapat sertifikat ISO.

Dengan sertifikat ISO maka pasar akan terjamin kebersihan, kenyamanan, dan sanitasinya. Semua hal tersebut dapat menjadikan pasar di Sumatera Utara berkembang lebih baik lagi.

Ketua Umum DPP APPSI, Ferry Juliantono mengatakan, dari pandemi COVID-19 ini tetap memiliki hikmah yang bisa diambil sebagai nilai positifnya. Satu caranya ialah dengan dengan semakin maraknya koperasi simpan pinjam.

“Pedagang pasar sekarang dengan kegiatan simpan pinjamnya melayani untuk memberikan pinjaman. Manfaat simpan pinjam ini bertujuan untuk menghindari terjerat rentenir,” katanya. 

Ferry menjelaskan, kegiatan simpan pinjam yang dilakukan pedagang pasar itu justru akan membuat akumulasi permodalan di kegiatan simpan pinjam koperasi menjadi besar. 

“Contohnya seperti yang tadi saya sampaikan di Jakarta sekarang kegiatan koperasi pedagang pasar yang di Cempaka Putih itu sekarang sudah bisa melayani lima pasar. Dari koperasi simpan pinjam itu, kita bisa memberikan pinjaman sampai Rp2 Miliar ,” katanya. 

Ia menegaskan, hal seperti itu juga bisa dilakukan oleh APPSI Sumatera Utara yang bisa memberikan simpan pinjam kepada pedagang pasar secara bulanan, bahkan harian. Menurutnya itu sangat mungkin dan bisa dilakukan karena pedagang pasar sangat bankable.

Alasan menjadi sangat bankable ialah karena pedagang pasar memiliki kios tempat terjadinya aktivitas ekonomi. Hal itu membuat kegiatan simpan pinjam di masa pandemi malah justru bisa bersaing dengan bank-bank konvensional. (pr01)

Komentar Anda

Berita Terkini