-->

Literasi di Masa Pandemi Covid 19. Oleh : HAIRANI Lubis, S.sos

HARIAN9 author photo


MEDAN| H9
HAIRANI Lubis, S.sos adalah seorang Pustakawan pada Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara. 

PENDAHULUAN

Pandemi Corona Virus Disease  (Covid ) 19 menghantui seluruh ummat di dunia, kehadirannya menakutkan dan meyeramkan karena dapat menyerang dan mematikan manusia dalam jumlah yang banyak dan dalam waktu yang singkat dengan sistem penyebaran dari manusia ke manusia.

Virus Corona adalah sebuah keluarga virus yang ditemukan pada manusia dan hewan. Sebagian virusnya dapat mengingeksi manusia serta menyebabkan berbagai penyakit, mulai dari penyakit umum seperti flu, hingga penyakit-penyakit yang lebih fatal, seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). (https://www.cigna.co.id/health-wellness/yang-perlu-anda-ketahui-tentang-coronavirus : diakses 24 Juli 2020)

Virus corona SARS-CoV-2 yang muncul pertama sekali di kota Wuhan Cina pada 31 Desember 2019, Kantor kesehatan dunia WHO di China mendapatkan informasi tentang adanya sejenis pneumonia yang penyebabnya tidak diketahui, infeksi pernapasan akut yang menyerang paru-paru.yang belum ditemukan vaksin penakluknya.

Sejak kasus tersebut menyebabkan epidemi COVID-19 skala besar dan menyebar ke hampir seluruh  Negara. Munculnya virus ini memnimbulkan banyak informasi yang simpang siur, sebagian ilmuan, politikus, kepala pemerintahan  dan masyarakat umum beropini bahwa ini adalah rekayasa.

Perihal tersebut membingungkan masyarakat, antara percaya dan tidak percaya, namun kenyatannya bahwa virus tersebut nyata dan ada, dan telah menimbulkan jutaan korban terinfeksi dan meninggal di seluruh dunia.

Menyikapi opini yang berkembang tersebut masyarakat perlu diberi pemahaman yang benar, diberikan literasi yang detail secara ilmiah  dengan menyajikan konten-konten literasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan demikian masyarakat akan bersikap cerdas bagaimana menghadapi pandemi  ini sehingga aksi melawan covid 19 berhasil ditekan penyebarannya.

PANDEMI COVID 19

Pandemi covid 19 pada awalnya merupakan wabah, kemudian berkembang menjadi epidemi dan lebih meluas lagi menjadi pandemi.

Apa itu wabah, epedemi dan pandemi ?

Wabah adalah sesuatu yang kecil, tapi luar biasa. Suatu penyakit yang tersebar disuatu wilayah dalam suatu periode waktu di tempat dan populasi tertentu. Lebih rinci lagi  wabah adalah peningkatan jumlah kasus penyakit yang jelas terlihat, meski kecil, jika dibandingkan dengan jumlah “normal” yang diantisipasi.

Epidemi lebih besar dan menyebar  adalah wabah yang menyebar di area geografis yang lebih luas. 

Pandemi, lebih besar lagi dan diluar kendali menyebar keseluruh dunia pengertian lainnya adalah, ketika sebuah epidemi menyebar ke beberapa negara atau wilayah di dunia, ia sudah dianggap pandemi.

Nah bagaimana dengan Covid 19 ?

Covid 19 berawal dari wabah yang terjadi di wuhan, China kemudian meluas menjadi epidemic dan akhirnya menjadi pandemic  menyerang hampir seluruh Negara di dunia.

Virus ini  adalah produk evolusi alami,   analisis data sekuens genom publik dari SARS-CoV-2 dan virus terkait tidak menemukan bukti bahwa virus itu dibuat di laboratorium atau direkayasa.

Virus ditransmisikan melalui droplet (percikan air liur) yang dihasilkan saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau mengembuskan nafas. Droplet ini terlalu berat dan tidak bisa bertahan di udara, sehingga dengan cepat jatuh dan menempel pada lantai atau permukaan lainnya.

Anda dapat tertular saat menghirup udara yang mengandung virus jika anda berada terlalu dekat dengan orang yang sudah terinfeksi COVID-19. Anda juga dapat tertular jika menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut Anda.

Khusus untuk COVID-19, masa inkubasi belum diketahui secara pasti. Namun, rata-rata gejala yang timbul setelah 2-14 hari setelah virus pertama masuk ke dalam tubuh. Di samping itu, metode transmisi COVID-19 juga belum diketahui dengan pasti. Awalnya, virus corona jenis COVID-19 diduga bersumber dari hewan. Virus corona COVID-19 merupakan virus yang beredar pada beberapa hewan, termasuk unta, kucing, dan kelelawar. 

Sebenarnya virus ini jarang sekali berevolusi dan menginfeksi manusia dan menyebar ke individu lainnya. Namun, kasus di Tiongkok kini menjadi bukti nyata kalau virus ini bisa menyebar dari hewan ke manusia. Bahkan, kini penularannya dari manusia ke manusia. 

Covid 19 yang masuk ke tubuh manusia memiliki respons yang berbeda. Sebagian besar orang yang terpapar virus ini akan mengalami gejala ringan hingga sedang, dan akan pulih tanpa perlu dirawat di rumah sakit.

Gejala yang paling umum adalah demam,batuk kering, kelelahan.

Gejala yang sedikit tidak umum, rasa tidak nyaman dan nyeri,nyeri tenggorokan,diare,konjungtivitis (mata merah),sakit kepala,,hilangnya indera perasa atau penciuman,ruam pada kulit, atau perubahan warna pada jari tangan atau jari kaki.

Akibat penyebarannya yang cepat dan mematikan maka pemerintah diseluruh dunia menutup akses kegiatan masyarakat, melakukan pembatasan social berskala besar atau melaksanakan lokc down untuk memutus mata rantai penyebaran virus tersebut, masyarakat dianjurkan untuk sering-sering mencuci tangan (jaga kebersihan) menjaga jarak atau menghindari keramaian, dan memakai masker apabila ke luar rumah.

PERAN LITERASI MENYIKAPI COVID 19

Perkembangan penyebaran virus covid 19 semakin hari semakin melambung tinggi, khususnya untuk Negara Indonesia, data terkahir pertambahan setiap hari mencapai empat ribuan orang dinyatakan terinfeksi atau positif, sejak bulan september sampai dengan Oktober  2020 sungguh memperihatinkan.

Berdasarkan data tersebut bagaimana masyarakat harus bersikap?

Covid 19 di Indonesia telah berjalan 8 (delapan) bulan sejak bulan Maret 2020 walaupun sebenarnya sejak bulan Januari 2020 informasi tentang virus ini telah sampai ke Indonesia, namun kasus pertama dimulai  awal bulan Maret tepatnya tanggal 2 Maret 2020, berawal dari kasus tersebut pemerintah mulai intensif menangani kasus perkasus yang bertambah setiap harinya hingga menyebar ke 34 provinsi di Indonesia.

Sejak bulan Maret tersebut berita dan informasi tentang covid 19 terekspose secara meluas, beragam tanggapan dan reaksi masyarakat ada yang panik kemudian membatasi diri secara berlebihan, ada yang biasa-biasa saja tetapi mengikuti anjuran pemerintah untuk memakai masker, sering-sering cuci tangan dan social distancing (menjaga jarak)  dan ada juga yang tidak perduli sama sekali, bahkan mengatakan ini adalah sebuah rekayasa.

Untuk menyikapi sikap masyarakat yang demikian maka peran literasi sangat efektif untuk memberikan pemahamanan kepada masyarakat, masyarakat diberi informasi edukasi, literasi yang jelas dan benar, up date dan secara continu tentang virus covid 19 dan sistem penyebarannya.

Informasi tentang covid 19 dapat di akses melalui situs-situs resmi antara lain : 

Nasional : https://www.covid19.go.id/ 

Aceh : https://covid19.acehprov.go.id/

Sumatera Barat : https://corona.sumbarprov.go.id/

Banten : https://infocorona.bantenprov.go.id/

DKI Jakarta : https://corona.jakarta.go.id/

Jawa Barat : https://pikobar.jabarprov.go.id/ 

Jawa Tengah : https://corona.jatengprov.go.id/

Daerah Istimewa Yogyakarta : https://corona.jogjaprov.go.id/

Jawa Timur : http://infocovid19.jatimprov.go.id/

Kalimantan Barat : https://dinkes.kalbarprov.go.id/covid-19/

Sulawesi Selatan : https://covid19.sulselprov.go.id/

Nusa Tenggara Barat : https://corona.ntbprov.go.id/

(https://www.liputan6.com/tekno/read/4208996/cek-informasi-resmi-covid-19-di-seluruh-indonesia-lewat-12-situs-berikut-ini diakses 31 Maret 2020)

Untuk situs Nasional www.covid19.go.id memuat pesan tentang tiga langkah penting untuk dilakukan masyarakat yaitu cara mengurangi risiko penularan, cari informasi yang benar dan apa yang perlu dilakukan bila sakit.

"Data statistik mengenai jumlah kasus positif Covid-19 diperbarui secara real-time dan diharapkan menjadi acuan untuk berbagai pihak, terutama rekan-rekan media dalam pemberitaan mereka," terangnya.

Ada pula Hoaks Buster yang bisa digunakan sebagai acuan untuk menentukan apakah sebuah informasi tentang Covid-19 merupakan berita benar atau hoaks. Materi edukasi berisi mengenai berbagai materi edukasi publik.

(https://www.kominfo.go.id/content/detail/25170/pemerintah-luncurkan-situs-resmi-covid-19/0/berita diakses 31 Agustus 2020)

Khusus untuk Sumatera Utara dan Kota Medan Medan 

Halaman Resmi Pemprov Sumut - Info COVID-19 ... Sumut Tanggap COVID-19 ... Call Center Covid-19 Pemprovsu 0821 6490 2482 ... Covid-19 Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Rumah Dinas Gubernur Sumut Jl. Sudirman No. 41 Medan ... UPDATE DATA KASUS COVID-19 DI SUMATERA UTARA 29 AGUSTUS 2020.

‎Info Kabupaten Kota · ‎Infografis selanjutnya · ‎Document · ‎Video

Kota Medan https://covid 19.pemkomedan.go.id

Selain link yang disebut di atas masyarakat harus jeli dan detail menerima informasi-informasi tentang virus covid 19 ini agar tidak gagal paham dan dapat terhindar dari pandemic ini. 

Daftar bacaan 

https://theconversation.com/apa-bedanya-pandemi-epidemi-dan-wabah-133491(24 Agustus 2020)

Google informasi Covid 19 (31 Agustus 2020)

Majalah Tempo 6-12 Juli 2020 hal 50 -80

Komentar Anda

Berita Terkini