-->

Mapan RI Tapsel Sosialisasikan RAN P4GN

harian9 author photo


TAPSEL| H9
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Masyarakat Penggiat Anti Narkoba Republik Indonesia (Mapan RI) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) menggelar sosialisasi Rencana Aksi Nasional Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (RAN P4GN) di Pondok Pesanyren (Ponpes) Mardhatilla, Kelurahan Sitinjak, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapsel, Sabtu (14/11/2020).

Sosialisasi dengan mengikuti Protokol Kesehatan (Prokes), diikuti 75 orang peserta dari kalangan santri dan santriwati, dihadiri pimpinan Ponpes Mardhatilla serta narasumber Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tapsel Ayni Suhada, S.Ikom dan Lurah Kelurahan Sitinjak selaku Ketua DPC Mapan RI Tapsel Raja MP Harahap, SE.

Lurah Sitinjak selaku Ketua DPC Mapan RI Tapsel, Raja MP Harahap SE mengatakan, berdasarkan data yang diluncurkan oleh BNN, pengguna narkoba di Indonesia saat ini mencapai sekitar 4,5 juta jiwa. narkoba telah menjadi penyakit yang kian mewabah dan dapat menjangkiti siapapun.

Akibatnya, dampak buruk narkoba dapat meresahkan semua pihak, dengan banyaknya jumlah penduduk dan wilayah yang amat luas, Indonesia menjadi bangsa pasar terbesar bagi peredaran narkoba, termasuk di Kabupaten Tapsel.

" Karena itu, dalam mengantisipasi peredaran narkoba bukan hanya menjadi tugas aparat berwenang, melainkan tugas seluruh masyarakat, termasuk Pemerintah Daerah dan penggiat anti narkoba. Dengan terbitnya Instruksi Presiden No.2/2020 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN dan Prekursor Narkotika Tahun 2020 - 2024 menjadi payung hukum untuk melaksanakan kegiatan tersebut, " ujar Raja MP Harahap.

Ditambahkannya, adapun bentuk mengimplementasikannya secara aktif adalah dengan menyelenggarakan sosialisasi pada stakeholder terkait serta di lingkungan sekitar, seperti sekolah dan kampus dan Ponpes, seperti yang kita laksanakan ini.

" Karena di lokasi ini sangat rawan terhadap penyalahguna narkoba, yang penyebabnya yakni anak muda selalu memiliki rasa ingin tahu yang tinggi sehingga mendorong mereka untuk mencoba hal-hal baru,. Tentunya kalau kira tidak aktif mengawasinya akan sangat berbshaya, " jelasnya.

Ia juga mengharapkan, kegiatan ini dapat diikuti dengan baik oleh seluruh peserta sosialisasi, sehingga dapat diwujudkan di lingkungan sekolah, Ponpes, keluarga, maupun masyarakat. Sebagai manusia yang beriman, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar kami sebagai penggiat anti narkoba untuk melindungi masyarakat khususnya generasi muda Kabupaten Tapsel dari bahaya narkoba dan sejenisnya.

“ Kami juga berharap agar kedepan para peserta sosialisasi ini bisa memberikan pemahaman ke masyarakat, keluarga dan lingkungan sekitar tentang bahaya narkoba dan ini menjadi tugas kita semua untuk mencegah penyalahguna narkoba di lingkup generasi muda, " tuturnya.

Sementara Kasi Pencegahan P2M BNNK Tapsel Ayni Suhada, S.Ikom fal materinya memaparkan, untuk meminimalisir berbagai penyalahgunaan narkotika, ada 6 aksi yang harus dilakukan pihaknya antara lain dengan gencarnya sosialisasi bahaya narkoba ke tengah masyarakat, membuat kebijakan, melakukan tes urine di lingkungan kerja baik pemerintah maupun swasta, membentuk Satuan Tugas (Satgas) dan penggiat anti narkoba, melakukan pemetaan wilayah rawan penyalahguna narkotika dengan memberdayakan masyarakat dan membuat data P4GN.

" Tentunya aksi ini tidak mudah dilakukan, harus ada relawan anti narkoba di Desa sebagai jembatan dan perantara antara BNNK dengan pihak Desa dan aktif serta berperan massif dalam mensosialisasikan bahaya narkoba di Desa dengan melakukan sosialisasi, penyuluhan pembuatan spanduk dan baliho anti narkoba, “ tuturnya. (WD.014)

Komentar Anda

Berita Terkini