-->

Puspa Sumut Ajak Pelaku Usaha Kuatkan Pemasaran di Masa Pandemi

HARIAN9 author photo


MEDAN| H9
Forum Komunikasi Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak Provinsi Sumatera Utara ( FK-PUSPA SUMUT) bekerjasama dengan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia ( KPP-PA RI ) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Procinsi Sumatera Utara ( DPPPA PROVSU ) melaksanakan kegiatan pembinaan bagi pemuda pelaku usaha di masa Pandemi Covid-19.


Kegiatan ini di laksanakan dalam upaya memperkuat pelaku usaha muda di bidang pemasaran di masa pandemi. 

Kegiatan ini di laksanakan secara Offline di tiga lokasi di Sumatera Utara di antaranya Kelurahan Cengkeh Turi Kota Binjai, Kelurahan Sunggal Kota Medan, dan Kecamatan Medan Marelan Kota Medan. 

Selain Offline kegiatan juga dilaksanakan secara Online melalui aplikasi zoom di mana dalam kegiatan online ini FK PUSPA SUMUT selain mengundang Narasumber yang ahli dan memiliki pengalaman di dunia Digital Marketing FK PUSPA SUMUT juga menampilkan tiga orang pemudi sebagai Rull Model dikegiatan ini, Rull Model ini berasal dari tiga daerah yang sebalumnya di laksanakn kegiatan Digital Marketing. 

Wakil Ketua FK PUSPA SUMUT LUKMAN menjelaskan kegiatan ini selain sebagai peningkatan kapasitas bagai pelaku bisnis di usia muda juga kegiatan ini menambah pengalaman dan jaringan bagi pengusaha muda.

"Kita membuat kegiatan ini di 3 wilayah dan kita satukan di grup besar agar mereka mampu bertukar ide dan gagasan dalam mempertahankam bisnisnya," katanya, Rabu (11/11/2020).

Selain mengumpulkan mereka dan membuat jaringan FK puspa juga melihat remaja yang berpotensi dalam pengembangan bisnis secara luas dan memilih 3 pembisnis muda yang di lihat cukup menginspirasi teman-teman mereka yang lain. 

"Pebisnis muda ini juga terus-terusan di dampingi oleh mitra PUSPA SUMUT di antaranya FK PUSPA BINJAI, SMILE PROGRAM, dan LPPPA MARELAN. Selain di tiga  daerah ini FK PUSPA SUMT juga melkasanak kegiatan online yang bisa di ikuti oleh seluruh anak muda yang bergelut di bidang bisnis," ujarnya.

Salah satu pelaku usaha yang masih bertahan di masa pandemi yaitu Arzeti Pratiwi yang akrab di panggi Zeze. Zeze adalah pemudi yang tangguh dan memiliki semangat yang kuat, semangat ini dia tekuni untuk bisnisnya yang tidak tanggung-tanggung di usianya yang masih muda.

ZEZE memiliki tiga bisnis Monze Medan, Selempang Medan dan Madu Jambi. Semangat dan tekat Zeze berkat dorongan dari kedua orangtua Zeze di mana orang tau Zeze selalu pesan kepada nya apapun yang di inginkan dan diccapai kita harus berusaha mendapakanya tetapi dengan cara Halal. 

"Saya mengawali bisnis dengan menjual selempang wisuda dikarenakan saat ini saya kuliah di Universitas Sumatra Utara ( USU ), jadi bingung saat ingin memberikan hadih kepada senior yang sedang wisuda, menurut saya hadiah seperti bunga, coklat dan lain lain adalah hal yang biasa. Dan saya berinisiatif memberikan selempang kepada senior dan ini ternyata  peluang bisnis," katanya.

Apalagi Zeze juga bisa membantu Ibunya yang juga memiliki keahlian menjahit, dari sinilah ia memulai bisnis, dan sampai saat ini Zeze memiliki tiga bisnis. 

Zeze juga salah satu pemudi yang berhasi mempertahan kan bisnisnya dengan mengubah pola marketing dengan menggunakan media online dalam berjualan. Zeze sangat senang ketika Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak Marelan ( LPPA Marelan) mengajak Zeze yang juga salah satu binaan LPPPA Marelan untuk ikut di kegitan Digital Marketing yang di Selenggarakan Oleh KPPPA RI , FK PUSPA SUMUT dan DINAS PPPA SUMUT.

"Dalam kegiatan ini saya mendapatkan banyak ilmu terutama bagaimana pemasaran agar menarik dan konsumen mau membeli dan percaya dengan produk yang di pasarkan," ujarnya.

Zeze juga berpesan kepada para pemuda yang ingin memulai bisnis dan mempertahankan bisnisnya di masa pandemi harus memiliki tekat yang kuat dan teknik dalam mempromosikan produk dengan mengikuti teren dengan cara membuat tulisan dan penjelasan di prodak dengan bahasa yang menarik serta harus tepat memvisualkan prodak dengan menarik. 

"Sebagai pemuda mari kita tanamkan jiwa semangat yang ingin memulai bisnis karena bisnis harus di mulai dengan tekat yang kuat dan akan ada faktor-faktor eksternal  dan internal yang akan mempengaruhi bisnis," ujarnya.

Bisnis itu bukan hanya bicara tetang keuntungan tetapi ketekunan dan komitmen dalam membangun bisnis keuntungan itu hanya lah hadiah ketika kita tekun dan komitmen dalam berbisnis.(pr01)
Komentar Anda

Berita Terkini