-->

Terbentuk POKJA Relokasi Pedagang Brandan

harian9 author photo


LANGKAT| H9
Terbentuk Kelompok Kerja( POKJA) Percepatan Relokasi Pedagang Pasar/ pajak Brandan dari hasil musyawarah antara Forum Pimpinan Kecamatan Babalan ,pedagang dan tokoh masyarakat yang di laksanakan di Aula Kantor Pemerintahan Kelurahan Brandan Barat Kecamatan Babalan Kabupaten Langkat Langkat, Selasa(16/11/20).

Turut di hadiri Camat Babalan Fajar Afrianto, Kanit Binmas Polsek Brandan Ipda Tlp Marbun, Kepala Kelurahan Brandan Barat, Musa Pasaribu, Kepala Kelurahan Brandan Timur Nida,LPMK Brandan Barat, Pedagang, tokoh masyarakat, tokoh agama, penggiat sosmed Yan Nasution, perwakilan pedagang Tajruddin Hasibuan dan Pers.

Ketika memberikan kata sambutannya Kepala Pemerintahan Kecamatan Babalan Fajar Afrianto Sitepu,S.SOS mengatakan berdasarkan peraturan ,Jalan bukan tempat berjualan ,namun di sini kita dalam rapat ini untuk mencari solusi bagaimana caranya agar pedagang khususnya seputaran jalan Babalan, jalan Wahidin, jalan Sudirman agar tertib.

Lebih lanjut Fajar Afrianto memaparkan tahun 2020 ini Kecamatan Babalan mendapatkan proyek Hotmix termasuk Hotmix jalan  Wahidin dan Jalan Babalan Kelurahan Brandan Barat Kecamatan Babalan.

Kini kedua jalan tersebut kelihatan lebih baik daripada beberapa tahun lalu.Para pedagang di minta dengan penuh kesadaran untuk menjaga kebersihan dan jangan sering Aspal Hotmix terkena air dari air limbah ikan, papar Fajar Afrianto Sitepu. 

Dalam rapat tersebut juga ada beberapa masukan dan saran dari pedagang maupun dari masyarakat setempat.Seperti Adam (55) warga Jalan Babalan Kelurahan Brandan Timur menyampaikan persoalan yang dialami masyarakat jalan Babalan selama 5 tahun terakhir beberapa warga Brandan dan warga pendatang berjualan di kaki lima termasuk di persimpangan jalan Sudirman, Jalan Wahidin dan Jalan Babalan. Akibatnya jalan menjadi macat akibat jalanan menjadi sempit karena di penuhi pedagang yang mengambil setengah meter sampai 1 meter badan jalan. Beber Adam.

Begitu juga apa yang di sampaikan Tajrudin Hasibuan, pedagang ,warga Jalan Babalan Kelurahan Brandan Barat Lebih banyak menyampaikan persoalan adanya dugaan kutipan dan sewa lapak sehingga orang bebas berjualan.

Dalam hal ini kata Tajruddin Hasibuan kalau kita mau merelokasi pedagang untuk masuk kembali berjualan kedalam pajak maka " Saya minta kepada Forpimcam;Babalan untuk mendata pedagang" agar mudah untuk menertibkannya.tanpa mengetahui data prdaga resmi nanti Forpimcam maupun petugas akan kewalahan, jelas Tajruddin.

Hal yang sama di sampaikan Muhammad Sofyan Nasution warga Kelurahan Alur Dua Kecamatan Sei Lepan mengatakan sebagai penggiat Sosial Media siap membantu Forpincam Babalan dalam memberikan informasi kepada Masyarakatnya mengenai relokasi pajak Brandan. 

Sofyan juga memaparkan di duga ada pembiaran dari pihak terkait maka Jalan Babalan Kelurahan Brandan Timur bebas berjualan di pinggir badan jalan, harapannya yang hadir dalam rapat punya kemauan dan kesadaran untuk tertib berjualan agar tidak lagi berjualan di sembarang tempat, ungkap Muhammad Sofyan Nasution. 

Tak ketinggalan Ustad Kasim dari warga Taman Bunga jalan Wahidin ujung juga menyampaikan keluhan warga dan dia mau dan siap untuk menjadi petugas penertiban pedagang yang akan di relokasi, kata Ustad Kasim 

Menanggapi hal tersebut Kepala Kelurahan Brandan Barat Musa Pasaribu,memberikan penjelasan lebih rinci termasuk ada dugaan fee untuk pihak Kelurahan Brandan Barat karena banyak informasi miring uang kutipan dari pedagang di beri juga kepada pihak Kelurahan, padahal Kami dari pihak Kelurahan tidak mengetahuinya. 

Lebih lanjut Musa Pasaribu meminta kepada pedagang yang di kutip oleh beberapa oknum " Tolong lapor " ke pihak Polsek Brandan agar kita mengetahui siapa oknum yang melakukan pengutipan dan oknum yang menerima dari hasil kutipan.

Begitu juga soal relokasi Musa Pasaribu bersama Camat Babalan Fajar Afrianto Sitepu mengusulkan kepada peseta rapat( Forum) untuk membetuk Kelompok kerja( Pokja) Relokasi Pedagang .Menurut Musa Pokja di isi dari Pihak Forpincam,Pedagang dan Masyarakatnya. Pokja bertugas untuk merencanakan dan melaksanakan ketertiban dalam relokasi dan penertiban dengan bekersama dengan Dinas Perdagang asn,Dinas Perhubungan dan Satuan Pamong Praja( Satpol PP), beber Musa Pasaribu. 

Selesai rapat Forpincam ,pedagang dan masyarakat meninjau  langsung ke pajak Brandan untuk melihat kondisi pajak sebenarnya .Hasil pantauan masih banyak kios kosong dan lapak yang kosong, kondisi jalan kedalam pajak becek karena drainase tumpat akibatnya sedikit hujan air tergenang masuk ke kios( lods) .itulah keluhan warga.( WD.042)

Komentar Anda

Berita Terkini