-->

Warga Desa Purba Tua Tantom Geger Atas Penemuan Tulang Belulang Manusia

harian9 author photo


TAPSEL| H9
Warga Desa Purba Tua Kecamatan Tano Tombangan (Tantom) Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) digegekan dengan penemuan tulang belulang manusia di Hutan Batu Putih Desa setempat, Kamis malam (12/11/2020) sekira pukul 22.00 Wib.

 Setelah dilakukan penyelidikan oleh aparat Kepolisian dari Polres Tapsel, diketahui bahwa tuilang belulang yang ditemukan tersebut adalah bekas dari jasad Rusma Boru Sihombing (70) warga Desa Purba Tua Kecamatan Tantom Angkola yang menghilang dari Desa tersebut sejak 6 bulan lalu.

 Kapolres Tapsel AKBP.Roman Smaradhana Elhaj, SH, SIK, MH melalui Kapolsek Batang Angkola AKP.Yuswanto, SH dalam keterangannya, Sabtu (14/11/2020) menjelaskan bahwa tulang belulang yang ditemukan tersebut adalah dari jasad korban Rusma Sihombing. Tiulang belulang tesebut ditemukan di Hutan Batu Putih di Desa Purbatua Kecamatan Tantom Angkola yang berjarak kurang lebih  7 Km dari Desa, dengan kondisi jalan setapak dan menanjak.

 Saat ditemukannya tulang belulang korban, warga juga menemukan baju yang dipakai korban saat meninggalkan rumah, celana yang dipakai korban saat meninggalkan rumah, anting- anting ditemukan tinggal 1 buah bahagian sebelah kanan dan bra warna hitam.

 “ Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan hasil pengumpulan gahan keterangan (Pulbaket) dengan pihak keluarga korban dan masyarakat Desa Purbatua Kecamatan Tantom Angkola bahwa korban sudah lama mengidap penyakit pikun dan warga Desa melihat korban terakhir kali meninggalkan rumah pada tanggal 8 Juni 2020 dan telah dilakukan pencarian oleh masyarakat Desa Purbatua selama 2 minggu, namun korban tidak ditemukan, “ ujar AKP Yuswanto.

 Yuswantio menambahkan, saat meninggalkan rumah, korban menfenakan baju kemeja warna putih, dengan celana pendek warna biru kotak,  membawa keranjang gantungan plastik (hadangan) dan memakai perhiasan anting-anting emas London.

 Lebih lanjut dijelaskan Yuswanto, korban pergi meninggalkan rumah dan tidak kembali lagi ke rumah, diduga tersesat ke Hutan Batu Putih yang berjarak kurang lebih 7 Km dari rumah koban. Pihak keluarga korban tidak merasa keberatan atas meninggal dunia nya korban dan tidak menuntut untuk di autopsi disertai surat pernyataan.

 “ Menurut keterangan warga, saat dilakukan pencarian selama 2 minggu, warga menemukan tas keranjang (hadangan) dan kain sarung penutup kepala milik korban. Lokasi ditemukannya tulang belulang korban berjarak kurang lebih 600 meter dari ditemukannya kain sarung milik koban, “ ujarnya. (WD.014)

 

Komentar Anda

Berita Terkini