-->

Akhyar Apresiasi Peluncuran Buku Antologi Puisi Sajak Ulat Bulu Karya Suyadi San

harian9 author photo


MEDAN| H9
Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi mengapresiasi atas peluncuran buku antologi puisi “Sajak Ulat Bulu” karya Suyadi San. Melalui peluncuran buku ini, Akhyar berharap nilai-nilai luhur seni dan budaya lokal tanah air akan semakin mengakar kuat di tengah masyarakat indonesia sehingga akan terus bisa bertahan menghadapi perubahan zaman yang semakin luar biasa ini.

Apresiasi ini disampaikan Plt Wali Kota Medan saat menghadiri Acara “Omong-Omong Sastra” sekaligus peluncuran buku antologi puisi “Sajak Ulat Bulu” karya Suyadi San di Sanggar Generasi Jalan Garu II B Gang Mushollah Kelurahan Harjosari I Kecamatan Medan Amplas, (27/12). Hadir dalam acara ini Kadis Pendidikan Kota Medan Adlan, Camat Medan Amplas Edy Mulia Matondang, Pendiri Omong-omong Sastra Dr Shafwan Hadi Umry MHum, penulis buku antologi puisi “Sajak Ulat Bulu” Suyadi San, serta 2 orang narasumber yakni Ys Rat SH dan Dr Rosliani SS MHum.

Dalam sambutannya Akhyar mengungkapkan bahwa ia sangat konsen dan memberikan perhatian terhadap pengembangan sastra. Sebab, dengan adanya sastra dapat melahirkan peradaban baru, peradaban tersebutlah yang harus dibangun oleh manusia. "Tanpa adanya karya sastra seperti puisi, novel, syair atau yang lainnya dunia ini hampa," ucap Akhyar.

Akhyar mengaku salah satu bait puisi dari Chairil Anwar yang menginspirasi hidupnya yakni "sekali berarti sesudah itu mati". Artinya setiap manusia harus berarti bagi kehidupan orang lain, tujuan hidup seseorang yang sebenarnya adalah menjadi manusia berarti terhadap manusia lainnya. "Kita semua harus berarti buat orang lain, kita jangan sia-siakan hidup ini. Alangkah sakitnya jika kita mati tanpa berarti apa-apa," kata Akhyar.

Lebih lanjut Akhyar menjelaskan dunia sastra di Kota Medan harus terus berkembang, Kota Medan memiliki sejarah dan talenta-talenta yang hebat. Tumbuh dan berkembang menjadi roh yang dimiliki Kota Medan sehingga kehidupan di Kota Medan ini penuh warna dan menarik minat para generasi muda.

"Kota Medan telah tumbuh hanya saja roh di Kota Medan itu sendiri kurang. Roh ini salah satunya adalah kesenian, budaya dan sastra. Hal tersebut harus tumbuh dan menarik bagi anak muda tentunya sehingga para generasi muda dapat meneruskan pertumbuhan sastra di Kota Medan. Memang dunia sastra belum dihargai secara finansial tetapi dunia mengakui sastra dibutuhkan. Meski demikian, penggiat seni sastra budaya harus terus berkembang tumbuh mewarnai Kota Medan," harapnya.(WM-022)

Komentar Anda

Berita Terkini