-->

Polres Labuhanbatu Gagalkan Transaksi Jual Beli Kulit dan Tulang Belulang Harimau Sumatera

harian9 author photo


LABUHANBATU | H9
HARIMAU SUMATERA ( Phantera Tigris Sumatera )  merupakan salah satu dari enam subspesies harimau yang masih bertahan hidup hingga saat ini dan termasuk dalam klasifikasi satwa kritis yang terancam punah ( Critically endangered).

Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan SIK MH  didampingi oleh Kasat Reskrim AKP Parikhesit dalam konferensi Pers Rabu (16/12/2020) di Mapolres Labuhanbatu menjelaskan, Tim Satuan Reserse Kriminal ( Satreskrim) Polres Labuhanbatu telah berhasil menggagalkan transaksi kulit dan tulang belulang harimau Sumatera senilai Rp.530 juta yang dilakukan tersangka OS alias pak Diana (43) dan RG(49)

Kata Kapolres tersangka OS alias Pak Diana (43) Warga Sibarabara Dusun X Desa Siamporik Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) dan tersangka RG(49) Warga Lingkungan Aek Matio Kelurahan Sirandorung Kecamatan Rantau Utara Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu.

Kedua tersangka ini ditangkap berawal adanya informasi dari Masyarakat Kamis (10/12/2020) yang menginformasikan adanya transaksi  jual beli kulit dan tulang belulang harimau Sumatera, dengan informasi ini Team Satreskrim bekerja sama dengan TIME SUMATERA, NGO bidang lingkungan hidup melakukan penyelidikan dan menggeledah satu rumah kontrakan warga di Aek Matio Rantauprapat dan mengamankan dua orang tersangka OS dan RG sementara tersangka  JS (35) Warga Sibarabara Dusun X Desa Siamporik tidak tertangkap dan masih terus dilakukan pencarian dan sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang ( DPO)

Hasil dari penggeledahan ditemukan kardus warna coklat berisi dua lembar kulit harimau Sumatera  dan tiga karung berisi tulang belulang harimau yang dikemas dalam kardus dibalut lakban warna coklat, kedua tersangka dan  barang bukti di tahan di Sel Satreskrim untuk penyidikan, perbuatan tersangka telah merugikan negara, merusak habitat alam dan satwa langka.

Menurut Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan SIK MH harga kulit harimau di pasar gelap Internasional seharga USD 25.000 hingga USD 35.000di atau mencapai Rp.500 juta sedangkan harga tulang belulang harimau seharga USD 1.000 - 2.000.atau sekitar Rp.30 juta.

Kepada tersangka dipersangkakan melakukan tindak pidana menyimpan atau memiliki kulit atau bagian tubuh lain satwa yang dilindungi sebagaimana dimaksud dalam pasal 21 ayat (2) huruf d dan pasal 40 ayat(2) Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan ekosistemnya dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp.100 juta, sebut Kapolres AKBP Deni Kurniawan SIK MH.
WD 016
Komentar Anda

Berita Terkini