-->

Antisipasi Banjir, Dinas LHK Palas Tanam Bambu di Bantaran Sungai

harian9 author photo


PALAS| H9

Siapa yang tak kenal bambu? Tanaman hasil hutan nonkayu itu banyak berperan dalam kehidupan. Bahkan, nenek moyang mengandalkan bambu runcing saat melawan penjajah.

Bambu tak hanya dapat dimanfaatkan sebagai senjata. Bambu juga bisa menyelamatkan lingkungan serta memiliki nilai ekonomi tinggi.

Sadar akan banyaknya manfaat bambu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Lawas (Palas) melalui dinasnya yaitu Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Palas menggunakan tanaman itu untuk mengurangi pendangkalan Bantaran Sungai Gelanggang. Sebagai salah satu dinas yang bersinggungan dengan Sungai, merupakan salah satu tugas  dan kewenangan dalam menjaga agar sedimentasi sungai tak semakin dalam.

DLHK Palas memilih untuk menanam bambu di sekitar bantaran Sungai Gelanggang yang terletak dipinggiran pemukiman penduduk, lafang, dan persawahan masyarakat. Harapannya, tanaman yang dapat mengikat tanah dan air dengan baik itu dapat menahan laju erosi yang menyebabkan urat nadi perekonomian daerah padang lawas itu tidak menjadi dangkal.

Sungai yang menjadi tumpuan ekonomi diwilayah itu memang sudah memprihatinkan akibat pendangkalan. Endapan lumpur dan penebangan di bagian hulu sungai beberapa tahun yang telah lalu menjadi penyebab utama sungai ini dangkal.

Penanaman pohon bambu ini, yang ditandai dengan penanaman seribu pohon yang berada diwilayah Kabupaten Palas.

Pendangkalan Bantaran Sungai  merupakan masalah yang terus berlanjut. "Kami tidak mungkin mengatasi total, tetapi berupaya mengurangi proses pendangkalannya. Salah satunya dengan menanam pohon bambu," kata Kadis LHK Kabupaten Palas Ir. Maslan Hamdani R. Yang diwakili Kabid Kehutanan DLHK Palas Ramlan, SP, M.Si., saat penanaman bambu dibantaran Sungai Gelanggang, Lingkungan II, Kelurahan Pasar Sibuhuan, Kecamatan Barumun, Kabupaten Palas, Provinsi Sumatera Utara (Utara), Sabtu. (02/01/2020).

Penanaman pohon bambu merupakan bagian dari program Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Palas yang dinamai Serumpun Bambu Sejuta Berkah. Meyakini bambu bisa memberi banyak berkah lingkungan hingga mengihupkan roda perekonomian didaerah setempat, program ini masih dalam tahap untuk dilanjutkan penanaman. Saat ini DLHK Palas melakukan penanaman pohon bambu di bantaran sungai meskipun suasana ditengah pandemik Covid-19, yang masih melanda dunia termasuk indonesia.

“Harapannya agar dapat mengurangi erosi dan pendangkalan, karena kualitas pohon bambu yang prima, dengan pertumbuhan seragam dan tingkat kematian yang rendah,” kata Kabid Kehutanan DLHK Palas Ramlan, SP, M.Si., seraya menambahkan Penanaman itu juga dapat mencegah terjadinya banjir bandang nantinya jika musim penguhujan datang lagi.

Tak hanya untuk mengatasi sedimentasi sungai gelanggang, program penanaman itu diharapkan bisa menjadi langkah awal untuk mendukung mengurangi kerusakan lingkungan akibat banjir. Pada masa depan, pohon bambu yang kita tanami di bantaran sungai ini, akan mampu mencegah terjadinya banjir seperti tahun-tahun yang lalu, dan masyarakat disekitar bantaran sungai kembali merasa nyaman dan perekonomiannya kembali lancar. Kata Ramlan.

Pohon Bambu salahsatunya diyakini menjadi tanaman nonkayu yang mampu untuk menahan apabila terjadinya banjir susulan dari hulu sungai. Serta menjaga keselamatan lingkungan. “Pohon bambu sejalan dengan misi kami menjaga kelestarian lingkungan hidup, terutama di daerah aliran Sungai gelanggang dan lainnya,” ujarnya. Saat ini DLHK Palas sudah menanam ribuan pohon bambu, termasuk disekitar bantaran sungai gelanggang.

Menurut dia, DLHK ingin program penanaman pohon bambu tersebut terus berlanjut dan berguna hingga jangka panjang seiring masa depan tanaman itu yang prospektif untuk dikembangkan. “Untuk menunjang dan menjaga kelestarian lingkungan hidup kebutuhan bahan baku pohon bambu diperlukan untuk penanaman pohon bambu dan jenis lainnya. Konsekuensinya, masih diperlukan pohon bambu dan jenis lainnya dalam jumlah banyak dalam hal penanaman di daerah bantaran sungai yang ada dipalas,” katanya.

Oleh karena itu, DLHK Palas terus berkomitmen menambah penanaman pohon bambu dan jenis lainnya. “Saat ini sudah ada sebanyak 150 pohon bambu di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) gelanggang yang telah kami tanam,” Tuturnya.

Selain itu, Kami juga telah tanami Kiri dan kanan pohon bambu, di bantaran Sungai Barumun, sebanyak1000 batang, tepatnya wilayah Desa Siraisan, bantaran Sungai Paringgonan 250 Batang, Kecamatan Ulu Barumun, bantaran sungai Uluaer yang berada didaerah Desa Binanga Tolu 1000 batang, Kecamatan Sosopan, bantaran sungai Batang Taris 250 batang, kecamatan Barumun dan di bantaran sungai batang lubu 1400 batang, wilayah Desa Siojo, Kecamatan Batang Lubu Sutam, Kabupaten Palas.

Tak hanya itu, sesuai dengan visi dan misi DLHK Palas yang salah satunya program pemerintah menanami kembali bantaran sungai, ditahun tahun sebelumnya juga menanam seribu pohon di Kabupaten Padang Lawas, dengan daerah yang berbeda. Pungkas Kabid Kehutanan DLHK Palas Ramlan, SP, M.Si. (WD41)

Komentar Anda

Berita Terkini