-->

Cegah Erosi dan Banjir, Pemkab Palas Gencar Tanam Pohon di Bantaran Sungai

harian9 author photo


PALAS| H9
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Lawas (Palas) melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan terus menata lingkungan demi menciptakan Kabupaten Palas yang lebih hijau, bersih dan nyaman.

Oleh karena itu, penanaman pohon di bantaran sungai sedang gencar dilakukan. Seluruh sungai yang melintas Padang Lawas akan di tanami pohon untuk mencegah terjadinya erosi, mengendalikan angkutan sedimen, mengendalikan sedimentasi dan pencegahan terjadinya kerusakan lingkungan.

Kali ini Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Padang Lawas (Palas), menanam pohon bambu sebanyak 150 batang dikiri dan kanan bantaran sungai gelanggang Lingkungan II, Kelurahan Pasar Sibuhuan, Kecamatan Barumun, Kabupaten Palas, Provinsi Sumatera Utara (Utara), Sabtu. (02/01/2020).

Selain dari DLHK Palas, Penanaman pohon bambu tersebut turut dihadiri oleh lurah kelurahan pasar sibuhuan, yang diwakili oleh Kepala Lingkungan (Kepling) II Syamsuddin Nasution, didampingi Hasan Harahap, serta masyarakat lingkungan II Gelanggang.

Bantaran sungai gelanggang ini rawan banjir dan longgor, merupakan aliran sungai dari daerah pegunungan, desa Hutarimbaru, Sayurmatua, Janji Lobi, kecamatan Barumun.

Kadis LHK Kabupaten Palas Ir. Maslan Hamdani R. Yang diwakili Kabid Kehutanan DLHK Palas Ramlan, SP, M.Si., mengatakan, penanaman pohon di bantaran sungai menjadi salah satu program yang digagas oleh DLHK. Dengan menanam pohon di bantaran sungai.

Menurutnya, mampu mencegah terjadinya erosi sehingga mampu melestarikan lingkungan lebih asri. Program yang digulirkan oleh DLHK yaitu Gerakan Rehabilitasi Lahan Kehutanan (GRLK).

Melalui program tersebut, lahan dibantaran sungai Kabupaten Palas terus dirawat dan direhabilitasi.

Ramlan menyebutkan untuk tipe pohon yang sesuai dengan kondisi dibantaran sungai seperti pohon karet, pohon bambu, pohon dadap, pohon cangkring dan pohon Beringin.

"Sebetulnya tanaman dan tanah itu harus disesuaikan. Karena bantaran sungai itu berdekatan dengan air, maka harus ditanam pohon yang akarnya bisa mengikat tanah. Seperti pohon karet bambu, dadap cangkring, termasuk juga caringin," kata Ramlan.

Menurutnya, dalam satu lokasi anak sungai, baiknya ditanam dengan jumlah pohon yang cukup. Satu titik lokasi menurut Ramlan baiknya ditanam sekitar seratusan pohon. Namun penanaman itu perlu menyesuaikan dengan kondisi sungai.

Ia menyebutkan tedapat puluhan titik anak sungai yang menjadi target penanaman pohon di bantaran sungai tersebut. Contohnya seperti anak sungai Sayurmatua, yaitu sungai Mandurana dan sungai Hutarimbaru.

"Untuk penanaman yang signifikan dibutuhkan kolaborasi antara dinas terkait dengan unsur kewilayahan, baik itu kepala lingkungan, kepala desa terkait, Kelurahan maupun Kecamatan serta masyarakatnya yang berada didesa atau bantaran sungai itu. Hal tersebut cukup penting karena memudahkan koordinasi untuk penanaman," tuturnya.

Tak hanya itu, sebelumnya Kami dari DLHK Palas juga telah tanami Kiri dan kanan pohon bambu, di bantaran Sungai Barumun, sebanyak1000 batang, tepatnya wilayah Desa Siraisan, bantaran Sungai Paringgonan 250 Batang, Kecamatan Ulu Barumun, bantaran sungai Uluaer yang berada didaerah Desa Binanga Tolu 1000 batang, Kecamatan Sosopan.

Bantaran sungai Batang Taris 250 batang, kecamatan Barumun dan di bantaran sungai batang lubu 1400 batang, wilayah Desa Siojo, Kecamatan Batang Lubu Sutam, Kabupaten Palas. Pungkas Kabid Kehutanan DLHK Palas Ramlan, SP, M.Si.

Sementara, Kepling II Gelanggang Syamsuddin Nasutioan mengucapkan terimakasih kepada pemkab palas, yang telah menanami pohon bambe dibantaran sungai gelanggang ini, katanya.

"Baru hari ini bisa kita mulai tanami pohon bambu, diakibatkan cuaca yang tidak mengijinkan, musim penghujan dan dari jembatan gelanggang sebelah kanan sungai pertama kita fokuskan menanaminya. Karena langsung bersentuhan dengan pumukiman penduduk, sawah, ladang". Katanya. (WD41)

Komentar Anda

Berita Terkini