-->

Diduga RSPPB Berikan Keterangan Berbeda pada Keluarga almh Supiyah Warga Langkat

HARIAN9 author photo

LANGKAT| H9
Di duga pihak Rumah Sakit RSPPB memberikan keterangan berbeda kepada keluarga almarhumah Supiyah warga Dusun Bukit Karya Desa Harapan Maju Kecamatan Sei Lepan Kabupaten Langkat.


Hal ini disampaikan Paiman (61) suami dari Alm Supiyah beberapa waktu yang lalu di rumahnya. Yakni Dusun Bukit Karya. 

Menurut Paiman ketika mengantarkan istrinya ke RSPPB pada Hari Minggu tanggal 6 Desember 2020 istrinya di nyatakan terkena Covid, kemudian pada hari Senin tanggal 7 Desember sekira pukul 15.40.WIB istrinya di nyatakan meninggal dan di kebumikan dengan cara prosedur COVID. 

"Namun beberapa hari setelah meninggalnya alm Supiyah datang surat keterangan kematian Nomor 3876/ L1500/2020-S1 dari RSPPB (Pertamedika) bahwa penyebab kematian alm istrinya di sebabkan penyakit menular, dimana surat itu di keluarkan pada 7 Desember 2020, dan di tanda tangani dokter yang menerangkan yaitu dr Armon Bey," beber Paiman.

Sementara di tempat yang sama, Rizal, mewakili keluarga juga memaparkan  pihak RSPPB Pertamedika di duga memberikan keterangan berbeda dengan keluarga pasien.

"Dari awal pihak rumah sakit memberitahukan alm Supiyah terkena covid,"katanya belum lama ini.

Kenyataannya dalam surat data pasien pertanggal 17 Desember 2020 pemeriksaan spesimen tanggal 6 Desember 2020 pengambilan sample ke 1( satu) di kirim tanggal 8 Desember 2020 jenis spesimen sweb Naso Orofaring no C.96.4863/PE/N/SU.

"Hasil pemeriksaan Negatif. Kemudian pengambilan sampel ke 2 di laksanakan tanggal 7 Desember 2020, di kirim tanggal 8 Desember dengan nomor spesimen C.96.48634/PEN/N/SU, pemeriksaan tanggal 10 Desember 2020 hasilnya Negatif di tanda tangani pengirim sample," beber Rizal.

Lebih lanjut Paiman dan Rizal menunjukan surat surat yang di keluarkan RSPPB seperti surat keterangan kematian, surat hasil pemeriksaan dan surat pemeriksaan Radiologi. 

Dalam kesempatan tersebut Paiman juga mengaku ada menanda tangani surat yang di sodorkan pihak RSPPB tapi tidak dibaca apa isi suratnya karena tidak membawa kaca mata.H
"Herannya pihak RSPPB menyatakan Covid dan di kuburkan secara Covid sehingga pihak keluarga bingung, seandainya ada dana bagi yang meninggal karena covid kenapa keluarga kami tidak menerimanya?" jelas Paiman.

Di tempat terpisah Kepala Pemerintahan Kecamatan Sei Lepan M.Iqbal Ramadhan, SE ketika di konfirmasi soal warganya yang di nyatakan Covid mengatakan pihak keluarga Alm Supiyah sudah menanda tangani surat pernyataan  kemudian pihaknya belum sempat ke rumah Paiman karena pihaknya sibuk mengurus beberapa Desa terdampak banjir. 

"Untuk lebih jelasnya tanyakan saja ke RSPPB," ujar Iqbal .

Sementara itu Humas RSPPB, Juli ketika di konfirmasi, Senin (25/1/21) sekira pukul 14.00.WIB mengatakan, pertama apabila ada pasien masuk ada sesak napas mengarah ke covid 19 maka sesuai prosedurnya di tangani secara covid sebelum hasil pemeriksaannya belum keluar.

Lebih lanjut Humas RSPPB memaparkan sepengetahuannya tidak ada dana covid untuk keluarga ahli waris pasien.(WD.042)
Komentar Anda

Berita Terkini