-->

Gadis Putus Sekolah Dicabuli Bergilir Sampai Hamil

HARIAN9 author photo


DELISERDANG| H9

Dua dari dua tujuh pelaku pencabulan terhadap DH, gadis putus sekolah berusia 16 tahun, warga Kecamatan Galang, Kabupaten Deliserdang, sudah ditangkap polisi. Sisanya, lima pelaku lain masih buron.

Satu dari dua tersangka yang ditangkap, sudah menjalani sidang dan menerima vonis dari majelis hakim, seorang lagi masih diproses di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Deliserdang.

"Pelaku yang sudah divonis adalah R (18), warga Kecamatan Galang, Deliserdang. Yang masih diproses adalah LAM (19), mahasiswa, warga Kecamatan Pagar Merbau, Deliserdang," kata Wakapolresta Deliserdang, AKBP Julianto P Sirait kepada wartawan di Aula Tribrata, Mapolresta Deliserdang, Jumat (22/1/2021).

Dijelaskannya, pelaku, R ditangkap, pada 13 Agustus 2020 lalu, pukul 20.00 WIB. Sedangkan tersangka, LAM dibekuk, Selasa lalu (19/1), pukul 23.00 WIB. 

"Keduanya mengakui perbuatan mereka, bersama lima pelaku lain yang masih diburu dan sudah dimasukkan ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO)," bebernya.

Kelima DPO itu, rinci Julianto, yakni M (24), warga Kecamatan Pagar Merbau, YS (21), warga Kecamatan Pagar Merbau, RR (23), warga Kecamatan Pagar Merbau, I (24), warga Kecamatan Pagar Merbau dan LAT (22), warga Kecamatan Pagar Merbau. 

"Korban kondisinya saat ini sedang hamil. Hasil visum dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Deliserdang, selaput darah korban telah robek," terang Julianto.

Pencabulan secara bergiliran terhadap korban, terang Julianto, bermula pada Januari 2020 lalu. Pada salah satu malam, jam 20.00 WIB, pelaku R dan LAM, menjemput korban dari rumah pamannya. Kedua pelaku membonceng korban ke sebuah gubuk di areal perkebunan sawit di Desa Bandar Dolok, Kecamatan Pagar Merbau.

Gombal punya gombal, alhasil kedua pelaku berhasil memerawani korban secara bergantian. Ternyata, apa yang dilakukannya terhadap korban, membuat pelaku, R dan LAM ketagihan.

Pada awal Februari 2020, malam hari, pukul 20.00 WIB, kedua pelaku kembali mengulangi perbuatan bejat mereka kepada korban. Hanya saja, di aksi kedua ini, korban dicabuli bergiliran oleh empat pelaku. Karena, saat R dan LAM membawa korban ke areal yang sama, ternyata di lokasi sudah ada dua pelaku lainnya, yakni M dan YS. Setibanya di lokasi, korban digagahi secara bergiliran keempat pelaku.

Di medio bulan yang sama, pelaku R kembali tergiur untuk menikmati tubuh korban. Kali ini, dia mengajak satu pelaku lainnya, yaitu RR. Lokasinya masih sama. Gubuk di areal perkebunan desa setempat. Apa yang terjadi juga nyaris sama dengan aksi kedua. Pelaku R bersama pelaku, RR, menjemput korban. Sementara di lokasi, sudah menanti dua pelaku lainnya yang sudah standbye untuk melepaskan hasrat birahi mereka, yakni M dan YS. Aksi bejat itupun kembali terjadi.

Lantas, pada April 2020 lalu, juga malam hari, jam 20.00 WIB, lagi-lagi pelaku, R bersama RR, mengajak korban. Bedanya, lokasi kali ini tidak di areal perkebunan sawit, melainkan di seputaran kuburan Kristen, Desa Nogo Rejo, Kecamatan Pagar Merbau. Dalam aksi keempat ini, korban juga diramai-ramaikan empat pelaku, R, RR, I dan LAT.

Julianto Sirait membeberkan, kasus tersebut terbongkar ketika korban mulai hamil, pada sekira Juli 2020. Sang ibu, M yang curiga kemudian menginterogasi putri kesayangannya itu. Bak disambar petir, M meradang. Ibu korban lantas melaporkan ketujuh pelaku ke Polresta Deliserdang dengan bukti lapor No. LP/380/VII/2020/SU/Resta DS, tanggal 27 Juli 2020.

Berbekal laporan itu, polisi bergerak. Sebulan kemudian, Agustus 2020, R, otak pelaku pencabulan diringkus. Setengah tahun berselang, 19 Januari 2020, jam 23.00 WIB, satu pelaku lainnya, LAM yang seorang mahasiswa ditangkap. 

"Untuk pelaku LAM, kita jerat Pasal 81 ayat (2) subsider Pasal 85 ayat (1) Jo Pasal 76D, 76E UU RI No.17 tahun 2016 tentang Perubahan Peraturan Pengganti Undang-Undang (Perppu) No.01 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," urai Julianto. WD-40

Komentar Anda

Berita Terkini