-->

Kejaksaan Negeri Palas Tetapkan 2 Orang Tersangka Terkait Kasus BOS Afirmasi

harian9 author photo


PALAS| H9
Terkait dengan adanya Kasus dugaan korupsi anggaran Biaya Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi-Kinerja  yang melibatkan puluhan Kepala SD dan SMP Negeri se-Padang Lawas (Palas) telah menemukan titik terang. Hal ini ungkapkan Kejaksaan Negeri palas selepas menyelenggarakan Silaturahmi dan Insan Pers dari Media Cetak,  Media Online dan Media Elektronik. Di Aula Kejari Palas,  Jalan Kihajar Dewantara Padang Luar Lingkungan VI Kelurahan Pasar Sibuhuan, Kecamatan Barumun,  Kabupaten Palas, Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Rabu (06/01/2021). 

Dimana Kasus yang saat ini sedang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Palas, sesuai dari hasil penyidikan telah menetapkan 2 (dua) orang tersangka berinisial DSD (ASN) dan MV (Swasta) dalam Minggu ini akan dilakukan pemanggilan beberapa saksi lagi.

Kepala Kejari Palas Kristianti Yuni Purnawanti,  SH, MH.,  melalui Kasi Intel Hasudungan Parlindungan Sidauruk SH yang juga sebagai ketua Tim Penanganan Kasus BOS Afirmasi kepada Media mengatakan, ” Diawal tahun 2021 kami telah menetapkan tersangka kasus BOS Afirmasi,” kata Parlindungan, selepas pelaksanaan Silatuhrahmi dan Coffe Morning dengan Insan Pers di Aula Kejari Palas tersebut. 

"Saat ini dua orang tersangka telah ditetapkan yaitu seorang ASN berinisial DSD dan MV seorang Swasta, sesegera mungkin dilakukan penyidikan dan menghadirkan beberapa saksi lagi, tidak tertutup kemungkinan nantinya akan ada tersangka lain yang terlibat dalam kasus ini", kata Parlindungan. 

Sebelumnya, pada akhir tahun 2020 pihak Kejaksaan telah memintai keterangan saksi-saksi dan sudah diperiksa,  hampir rampung menuju titik terang, termasuk menghadirkan saksi ahli, keterlambatan penanganan kasus BOS Afirmasi karena terkendala dalam situasi Covid-19. Kita terus bekerja, hasilnya akan tetap kita sampaikan kepada Media, tegas Parlindungan.

Untuk diketahui bahwa Dalam pemeriksaan kasus pengadaan BOS Afirmasi-Kinerja, sudah 75 Kepala SD dan SMP yang diperiksa, termasuk Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Palas.

Ketika pemeriksaan itu dilakukan, sudah sebanyak 75 orang Kepala Sekolah telah mengembalikan sejumlah uang dengan bervariasi. Mulai dari Rp 500.000 hingga Rp 2.000.000. Kasus ini juga telah menjadi perhatian, karena sudah beberapa kali didemo oleh para mahasiswa, meminta Kejari Palas agar tidak mendiamkan kasus tersebut. (WD41).

Keterangan Fhoto :

Kepala Kejari Palas Kristianti Yuni Purnawanti,  SH, MH.,  melalui Kasi Intel Hasudungan Parlindungan Sidauruk SH yang juga sebagai ketua Tim Penanganan Kasus BOS Afirmasi kepada Media mengatakan, ” Diawal tahun 2021 kami telah menetapkan 2 tersangka kasus BOS-Afirmasi,” 

Komentar Anda

Berita Terkini