-->

Sergai

Membentuk Kelompok Belajar dan Menerapkan Gaya Hidup Sehat Di Panti Asuhan Hafidzhul Yatamu Kota Padangsidimpuan

HARIAN9 author photo


PADANGSIDIPUAN| H9
Oleh : Adelya Hafni
Dampak pandemi Covid-19 sangat dirasakan berbagai aspek kehidupan. Begitu juga pada pendidikan, yang mengharuskan para pelajar untuk belajar di rumah sebagai bentuk pencegahan penyebaran Covid-19.

Para pelajar mengalami kesulitan dan kejenuhan dengan kondisi yang belajar secara daring/stay at home khususnya pada anak-anak yang berada di Panti Asuhan Hafidzhul Yatamu (Hayat) Kota Padangsidimpuan.

Melalui observasi dan assessment yang dilakukan mulai pertengahan bulan September hingga awal bulan Desember 2020, sangat terlihat kurangnya semangat belajar anak-anak dan kurangnya wawasan anak-anak tersebut, belum lagi kurangnya fasilitas yang memadai. 

Anak-anak panti juga kurang mengetahui tentang pentingnya kesehatan dalam upaya pencegahan Covid-19, sehingga, banyak anak-anak yang belum pandai dalam membaca, menulis dan berhitung. Bahkan, mereka lebih tahu tentang artis-artis yang ada di televisi dan belum lagi anak-anak kurang mengetahui tentang pahlawan Indonesia. Cukup miris melihat kondisi yang terjadi pada anak-anak di era pandemi Covid-19.

Seperti yang dilakukan Adelya Hafni, seorang mahasiswi Kesejahteraan Sosial (Kessos) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Sumatera Utara (USU) yang sedang menjalankan praktikum di Panti Asuhan Hafidzhul Yatamu (Hayat) Kota Padangsidimpun, ia bersama teman-teman se kuliah sedang membuat beberapa perencanaan program guna membangun dan meningkatkan pengetahuan anak-anak, melalui pelaksanaan PKL yang dilakukan setiap hari Senin sampai dengan Jumat, mulai dari pukul 14.00 Wib sampai pukul 17.00 Wib.

Salah satu bentuk perencanaan yang dilakukan yaitu dengan menggunakan media belajar yang mudah di mengerti anak-anak dan menyenangkan, yang salah satu media yang digunakan yaitu dengan menggunakan buku-buku pelajaran dengan gambar-gambar yang bagus dan menarik serta menggunakan poster belajar dan video pelajaran tentang menerapkan gaya hidup sehat yang baik dan benar, serta memberikan kuiz terhadap anak-anak agar memperkuat daya ingat anak-anak panti.

" Metode yang digunakan dalam pengajaran adalah FGD dengan membagi anak-anak menjadi beberapa kelompok sesuai dengan kelas masing-masing dan sebelum melalui pembelajaran anak-anak terlebih dahulu berdoa dan sedikit mengobrol/berbincang dengan anak-anak untuk mencairkan suasana, " ujar Adelya, Rabu (20/1/2021)

Katanya, metode FGD memudahkan diskusi yang dilakukan educator dengan anak-anak. Pemberian edukasi diberikan dengan tahapan memberikan contoh yang terjadi pada kehidupan sehari-hari. Seperti memberikan contoh binatang yang ada tinggal di darat, udara dan laut yang berada di sekitar panti asuhan, memberikan pengetahuan tentang berhitung mulai dari pertambahan, perkalian dan pembagian, mengenalkan huruf-huruf abjad dan cara penulisannya, metode membaca dengan cara pengejaan agar mudah dimengerti, memberikan pensil, buku, dan penghapus sebagai media belajar kepada anak-anak, mengenalkan pahlawan-pahlawan bangsa, serta memberikan edukasi tentang suku bangsa yang ada di Indonesia. 

" Selain itu kegiatan lainnya memberikan edukasi bahaya Covid-19 dan menerapkan gaya hidup sehat seperti mencuci tangan dan menjaga kebersihan lingkungan panti dan pada setiap waktu ashar sudah tiba, biasanya kami beserta dan anak-anak panti beristirahat untuk menunaikan sholat Ashar dan setelah proses belajar selesai maka ditutup dengan doa kembali, " ucap Adel.

Adelya yang akrab disapa Adel, juga sangat senang melihat peningkatan yang terjadi pada anak-anak serta semangat dalam belajar yang meningkat. Selama kurang lebih 4 bulan menjalankan praktikum cukup banyak dampak peningkatan yang terjadi pada anak-anak, diantaranya anak-anak sudah pandai membaca, menulis dan berhitung, mengetahui dan bagaimana menjaga agar tetap asri dan bersih, peningkatan bahaya Covid-19 dengan mematuhi protocol kesehatan serta semangat dalam proses belajar berlangsung. 

" Saya melakukan pembelajaran dengan menggunakan kuis serta memberikan hadiah kepada anak-anak sebagai bentuk penghargaan karena anak-anak mencapai peningkatan yang cukup signifikan agar anak-anak semakin giat dan semangat dalam belajar. Setelah berakhirnya proses PKL yang dijalani, kami senantiasa berpamitan dengan anak-anak panti dan jikalau nantinya ada waktu untuk melihat perkembangan anak-anak sembari bersilaturahmi, " tuturnya

IAa juga berharap dengan kegiatan PKL itu anak-anak panti dapat mengatasi masalah mereka tanpa harus bergantung dengan mahasiswa PKL yang akan datang nantinya dan besar harapan saya sebagai mahasiswi PKL agar adik-adik yang akan melakukan PKL dapat kembali ke panti asuhan ini dan memantau perkembangan anak-anak disana. 

" Pastinya anak-anak akan merindukan mahasiwa PKL untuk datang kembali karena mereka sudah sangat senang atas mahasiswa yang dapat mengajarkan mereka dalam meningkatkan proses belajar di panti asuhan tersebut, " tutupnya. (WD.014)
Komentar Anda

Berita Terkini