-->

Pemkab Apresiasi Polres Ungkap Kasus Cabul di Tapanuli Selatan

HARIAN9 author photo


TAPSEL|H9
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan mengapresiasi jajaran Polres Tapanuli Selatan dalam mengungkap kasus pencabulan terhadap 5 anak yang masih di bawah umur yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Selatan.

 Apresiasi itu diungkapkan Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP & PA) Kabupaten Tapanuli Selatan Dra. Tiorisma Damayanthi, usai menghadiri pres relis yang di gelar Polres Tapanuli Selatan terkait pengingkapan kasus cabul dan Pencurian Dengan Pemberatan (Curat), di Mapolres Tapanuli Selatan, Rabu (27/1/2021)

 " Tindak pidana seksual yang dilakukan terhadap anak di bawah umur tidak bisa di tolelir dan ini masuk kasus luar biasa.  Untuk itu atas nama Pemkab Tapanuli Selatan kami mengapresiasi pengungkapan kasus tersebut, " ujar Tiorisma.

 Menurut Tiorisma dalam kasus ini Pemkab Tapsel melalui Dinas PP dan PA Kabupaten Tapsel akan melakukan pendampingan terhadap semua korban, yang tujuannya, untuk memulihkan psikologis korban yang masih anak-anak dan mengalami trauma berat.

 “ Pendampingan kita lakukan secara berkelanjutan dan kami bersama pihak pemerintah Kecamatan aktif mendatangi dan memberikan pendampingan kepada para korban dan saat ini semua korban masih bersama orangtua masing-masing, karena Pemkab Tapsel belum memiliki Rumah Aman atau Rumah Singgah, “ ucapnya.

 Sementara Camat Angkola Timur Ricky Hadamean Siregar, S.IP menambahkan, setelah dilakukan pendampingan bekerjasama dengan Dinas PP dan PA, Pemerintahan Desa, para tokoh dan warga, kondisi seluruh korban diharapkan semakin lebih membaik.

 “ Psikologis para korban cabul ini kita haarapkan semakin membaik dan hasil laporan pendampingan juga menunjukkan kemajuan. Mohon doa kita semua agar mereka segera pulih dan kejadian ini tidak pernah terjadi lagi, khususnya di Tapsel, “ ujar Ricky.

 Sebelumnya, Kapolres Tapsel AKBP. Roman Smaradhana Elhaj, SH, SIK, MH melalui Kasat Reskrim Polres Tapsel, AKP. Paulus Robert Gorby Simamora dalam pres relisnya membeberkan, kasus pencabulan terhadap 5 anak yang masih di bawah umur di Kecamatan Angkola Timur Kabupaten Tapanuli Selatan dilakukan oleh tersangka STH (44) warga Warga  Pasir Ampolu, Desa Palsabolas, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan.

 Pelaku di tangkap jajaran Sat Reskrim Polres Tapanuli Selatan di Solok, Propinsi Sumatera Barat, berdasarkan 3 laporan korban dan  seluruh korban 1,2,3,4,5, merupakan tetangga dan kawan putri pelaku sendiri.

 Bahkan, usai pelaku selesai melakukan aksi bejatnya, pelaku selalu minta korban jangan bilang-bilang kepada siapapun dan ada yang dijanjikan diberi uang, agar perbuatan pelaku tidak terbongkar.

 Menurut Kasat, aksi bejat yang dilakukan pelaku, dengan berbagai masac modus dan terhadap korban 1 pelaku mendatangi rumah korban dan mengajak korban untuk ke rumah pelaku dan membawa korban ke kamar dan menyuruh korban tidur.

Terhadap korban ke 2, dilakukan pelaku dengan mendatangi rumah korban dan langsung menggendong korban membawa korban ke rumah pelaku, kemudian terhadap korban ke 3, pelaku melakukan pemaksaan dengan menarik tangan korban dan membawa korban ke rumah pelaku, selanjutnya, pelaku mendudukkan korban diatas pangakuannya. Setelah melakukan aksi bejatnya, pelaku berjanji akan memberikan sejumlah uang kepada korban.

 Untuk korban ke empat, aksi bejat yang dilakukan pelaku justru di samping putrid pelaku sendiri yang bersama teman-temannya saat fokus memainkan game sebagaimana yang diajarkan pelaku dan untuk korban ke lima yang masih juga tetangga dan teman putri pelaku sendiri, pelaku membujuk korban yang sedang bermain bersama putrinya di halaman rumah, kemudian membawanya ke kamar dan menidurkannya di tempat tidur.

 “ Pelaku melakukan perbuatan bejatnya itu sejak tahun 2017 sampai 2018. Kemudian pada tahun 2019 melarikan diri dan pada 20 Oktober 2020 ditangkap di Lubuk Malako, Nagari Sukun Barat, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat, “ beber Kasat. (WD.014)

Komentar Anda

Berita Terkini